---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KOLONEL KAWILARANG DICALONKAN DUDUK DALAM KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI JAKARTA, (TNI Watch! 15/4/2000). Kalangan TNI ingin berpartisipasi penuh dalam forum yang baru akan dibentuk pemerintah, yaitu Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Untuk itu TNI mengusulkan nama Kol Inf Purn Alex Evert Kawilarang sebagai calon anggota KKR tersebut. Kol Alex Kawilarang pada saat sekarang adalah sesepuh TNI yang paling dihormati, selain nama Jenderal Besar AH Nasution. Figur Kol Alex Kawilarang sesuai dengan harapan Prof Dr Nurcholish Majid (Cak Nur), bahwa orang yang memimpin atau duduk di KKR, adalah orang yang pernah meringkuk di penjara. Cak Nur memberi contoh Nelson Mandela, tokoh dari Afsel. Alasan Cak Nur, orang yang pernah dipenjara lebih pantas, karena ia bisa merasakan penderitaan orang di penjara. Sebagaimana kita tahu, Kolonel Kawilarang memiliki pengalaman meringkuk di penjara. Kol Kawilarang meringkuk di penjara sekitar enam tahun (1960-1966). Ia dipenjara sehubungan kasus pemberontakan PRRI/Permesta, seputar tahun 1957-1959. Kol Kawilarang merupakan salah tokoh Permesta, yang beroperasi di wilayah Sulawesi. Bagi Kol Kawilarang keterlibatannya dalam Permesta, dilakukannya dengan "setengah hati". Pada dasarnya ia tidak menghendaki perang saudara, khususnya dalam tubuh TNI. Bagaimana tidak, karena Kawilarang adalah perwira yang turut mendirikan dan membangun TNI, sementara ia "terlibat" dalam perang saudara TNI. Tentu kesedihanlah yang ada di benak Kawilarang. Jasa Kawilarang bagi TNI sungguh besar. Bahkan dari segi kemampuan teknis militer, terus terang Kol Kawilarang lebih hebat dari Nasution. Kelebihan Nasution, adalah kecanggihannya dalam berpolitik. Sementara Kawilarang "terpeleset" peristiwa Permesta, hingga karirnya kandas. Hubungan Kawilarang dengan Soeharto, juga tidak bisa dibilang dekat, termasuk ketika Soeharto menjadi Presiden. Ia pernah bercerita, ia sebenarnya keberatan anaknya (Edwin Kawilarang), bekerja di Bimantara. Ketika Kawilarang menjadi Panglima di Sulawesi, Soeharto pernah menjadi bawahannya, ketika operasi penumpasan "Operasi Andi Azis". Kembali kepada sosok Cak Nur. Sebagaimana sudah dilansir banyak media, ia menolak untuk dicalonkan sebagai Ketua KKR. Cak Nur bahkan mencalonkan nama lain, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Roeslan Abdulgani. Seandainya yang terpilih adalah Roeslan Abdulgani, setidaknya sebagai anggota, dan Kawilarang juga terpilih, maka hal itu merupakan peristiwa menarik. Karena dulu, saat Kol Kawilarang masih menjabat Panglima Siliwangi pernah menangkap Roeslan Abdulgani, yang saat itu menjabat Menlu. Roeslan Abdulgani diduga melakukan "manipulasi" keuangan. Sebagai sesama anggota KKR, Kawilarang dan Roeslan Abdulgani telah mempraktekkan "rekonsiliasi" di antara mereka sendiri. Selain mewakili TNI secara umum, keberadaan Kawilarang di KKR, secara khusus bisa juga sebagai pembawa aspirasi Kopassus, mengingat Kopassus akhir-akhir ini sering dihujat masyarakat, karena "track record-nya" di masa lalu. Itu memungkinkan, karena Kawilarang adalah pendiri kesatuan elit Kopassus. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - ------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Apr 2000 jam 07:19:06 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
