----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 13/III/17-23 April 2000
- --------------------------------------

UPAYA MENCOPOT LAKSAMANA SUKARDI

(POLITIK): Kemenangan kubu konservatif di tubuh PDI Perjuangan membuat
Laksamana Sukardi terancam out dari kabinet.

Laksamana Sukardi, Menteri Penanaman Modal dan Pendayagunaan BUMN,
dalam waktu dekat akan "dipaksa" mengundurkan diri. Itu terkait dengan
tuduhan kinerjanya yang buruk di kabinet plus desakan kubu Taufik
Keimas, suami Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri. Laks, demikian
panggilan mantan Bendahara PDI-P itu, dianggap memiliki sejumlah dosa,
baik terhadap kabinet maupun terhadap kubu Taufik Keimas. Presiden KH
Abdurahman Wahid menilai, selama semester pertama Laksamana dinilai
gagal mengumpulkan dana untuk mendukung APBN 2000. Seperti diketahui,
Laksamana, yang menangani BUMN ditargetkan menyetor dana sekitar Rp17
triliun dari privatisasi sejumlah BUMN untuk mendanai APBN tahun ini.
Dan, itu tak bisa dipenuhi Laks. Apalagi, ada tuduhan, Laks sering
menghilang dari kantornya, dan tiba-tiba diketahui berada di luar
negeri.

Lalu, mendengar kabar dari Gus Dur tentang kinerja Laksamana itu, kubu
Taufik pun menyambutnya dengan gembira. Di mata kubu Taufik, Laksamana
adalah salah satu pentolan yang menjadi ganjalan bagi langkah-langkah
politik dan interes ekonomi Taufik. Dosa Laksamana misalnya, seperti
yang beredar di kalangan PDI-P, ia menolak desakan kubu Taufik untuk
mengumpulkan dana dari lingkungan BUMN untuk membiayai Kongres I PDI-P
di Semarang tempo hari. Selain itu, di mata Taufik, Laksamana adalah
"kawan seiring" yang menjegalnya dalam sejumlah proyek perebutan
jabatan direksi sejumlah BUMN. Seperti banyak diketahui, Taufik Keimas
belakangan menjadi calo bagi sejumlah calon direktur utama dan direksi
sejumlah BUMN, seperti Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama PT
Telkom dan sebagainya. Untuk percaloan Dirut Pertamina misalnya,
Taufik berhasil memperoleh konsesi di sejumlah perusahaan minyak di
bawah Pertamina dan PT Caltex Indonesia. Taufik bahwa membaginya ke
sejumlah kroninya di PDI-P, termasuk seorang bekas aktifis mahasiswa
Yogyakarta, Mohamad Yamin (kini anggota DPR-RI dari PDIP. Yamin
memperoleh semacam konsesi pemboran minyak di Riau yang dikerjakan
Pertamina.

Memang, dalam kasus percaloan di PT Telkom, Taufik kalah, kendati ia
juga telah meminta bantuan Kwik Kian Gie, Menko Ekuin yang ketika
penyeleksian calon Direktur Utama PT Telkom jadi Menteri Penanaman
Modal dan BUMN ad interim. Jago Taufik tidak gol. Dan, tampaknya ia
amat kesal dengan Laksamana, karena Laksamana tak mau mendukung
praktek percaloan Taufik. Keduanya memang berada di pihak yang
berbeda. Jadi, ketika ada kabar Gus Dur akan mengganti Laksamana,
Taufik bergerak mendukung pendongkelan Laks. Ada kabar, kubu Taufik
sudah menyediakan pengganti Laksamana, namun belum diketahui siapa.

Rencanan pencopotan Laksamana oleh Gus Dur sebenarnya sudah ditolak
oleh kalangan pendukung Laksamana, yakni para pemikir PDI-P di Litbang
PDI-P. Kelompok ini mengingatkan bahwa hubungan PDI-P dengan Gus Dur
akan retak jika itu terjadi. Memang empat menteri dari PDI-P berasal
dari Litbang PDI, yakni Kwik Kian Gie, Laksamana Sukardi, Mohamad
Prakosa (Menteri Pertanian) dan Sony Keraf (Menteri Negara Urusan
Lingkungan Hidup). Jadi, praktis, kubu Taufik memang tidak memiliki
akses di kabinet, kecuali mungkin lewat istrinya sendiri, Wakil
Presiden Megawati Soekarnoputri.

Namun, pencopotan Laksamana oleh Gus Dur mungkin akan menghadapi
kendala. Pertama, Laksamana tidak akan mundur begitu saja, kedua Gus
Dur bukan tipe pemimpin yang main pecat secara langsung. Setidaknya
seperti yang dilakukan Gus Dur ketika memecat Hamsah Haz, yakni dengan
mengumumkan Hamzah mengundurkan diri, padahal tidak. Yang paling
mungkin ya meminta Laks mengundurkan diri secara sukarela.

Namun, Laksamana sendiri kepada wartawan mengatakan belum tahu-menahu
akan kabar pencopotan tiga menteri, termasuk dirinya. Sementara di
luar negeri, Gus Dur mengakui ada menteri yang malah sibuk bekerja
untuk kepentingan kelompoknya sendiri hingga mengganggu kinerja
kabinet.

Nah, selain isu pencopotan Laks, ada pula kabar bahwa Kwik Kian Gie,
kolega dekat Laks juga akan didepak dari kabinet. Itu karena kegagalan
Kwik memenuhi syarat-syarat yang diminta IMF dan Bank Dunia untuk
pencairan pinjaman, sehingga Gus Dur sendiri yang memimpin negosiasi
dengan IMF. Namun, kasus Kwik ini agak berbeda. Kwik tak bisa bekerja
karena memang tak bisa bekerja bersama-sama dengan menteri-menteri di
bidang Ekuin lainnya seperti dengan Menteri Keungan Bambang Sudibyo.

Kalau Kwik dan Laksamana, dua menteri simbol pembaharu PDI-P dicopot,
tampaknya kubu modern di PDI-P akan kehilangan sejumlah aset penting,
kecuali kursi-kursi penting di DPR seperti Ketua Komisi IX yang
diketuai Sukowaluyo, salah satu anggota kubu Kwik. Itu artinya, Taufik
akan makin "merajai". Taufik sendiri kini merangkul banyak pihak,
seperti kelompok Ahmad Sumargono dari Partai Bulan Bintang. Secara
rutin, kata sumber di PDI-P, ia bertemu dan berdiskusi dengan
Sumargono dan Hartono Marjono, tokoh lain di partai itu. Apa yang
didiskusikan tidak diketahui dengan pasti.

Kekuatan Taufik di tubuh PDI-P memang tak terbendung setelah ia
berhasil menguasai susunan pengurus PDI-P periode 2000-2005. Tak ada
seorangpun unsur reformis di tubuh pengurus PDI-P hasil kongres di
Semarang tempo hari. Yang ada para tokoh konservatif yang berada di
bawah pengaruh Taufik. (*)

- -----------------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Apr 2000 jam 23:09:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke