----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

SURAT TERBUKA MPH PGI UNTUK AMIEN RAIS

        JAKARTA, (SiaR, 19/4/2000). Pengantar Redaksi: Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) melalui salah seorang Ketuanya, Yafie Tahir, serta Wakil
Sekjen Yahya C Staquf, Selasa (18/4) kemarin mengeluarkan pernyataan
sikapnya yang ditujukan kepada Amien Rais selaku Ketua MPR-RI.
Disebutkan antara lain, "agar Amien Rais lebih menjalankan perannya
sebagai Ketua MPR secara lebih proporsional dan dewasa, bukan justru
memanfaatkan kedudukan itu untuk permainan politik kekuasaan... PKB
beranggapan bahwa kedudukannya sebagai Ketua MPR dapat dipertimbangkan
kembali."

        Sebaliknya, terhadap sikap PKB itu, Partai Amanat Nasional (PAN)
melalui Wakil Sekjennya Afni Achmad menyatakan upaya impeachment PKB
terhadap Amien adalah berkaitan erat dengan kritik-kritik keras Amien
terhadap Gus Dur. Mana yang benar? Redaksi tidak bermaksud untuk
melakukan judgement terhadap polemik tersebut. Tapi untuk memberi
perspektif kepada pembaca, redaksi menyajikan surat terbuka
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kepada Amien Rais
berkenan dengan situasi politik nasional kontemporer --terutama dalam
kaitannya dengan kasus Maluku. Mudah-mudahan apa yang tersurat dan
tersirat melalui surat ini dapat membantu pembaca untuk secara pribadi
memberikan pendapatnya tentang Amien Rais selaku Ketua MPR-RI.

============================================
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
Nomor: 0055/PGI-XII/2000

20 Januari 2000

Hal:
Tanggapan atas Sikap dan Pandangan terhadap Kerusuhan Maluku/Maluku
Utara

Yang terhormat,
Sdr Dr Amien Rais
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Di Jakarta

Dengan hormat,

        Kami sampaikan salam sejahtera kepada Saudara dengan harapan kiranya
Saudara diberi hikmah dan kebijaksanaan oleh Allah Yang Maha Esa untuk
melaksanakan tugas-tugas negara serta kemampuan untuk mewujudkan
harapan-harapan segenap rakyat Indonesia, baik waktu sekarang ini
maupun di masa datang, sesuai dengan jabatan yang dipercayakan segenap
rakyat Indonesia.

        Beberapa waktu lalu, Saudara hadir dan menjadi pembicara pada sebuah
acara yang menurut informasi dilakukan untuk menyatakan solidaritas
kepada warga masyarakat beragama Islam yang disebut-sebut sebagai
korban pembantaian, perkosaan dan sebagainya di Maluku khususnya di
wilayah Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara. Kami mengikuti dengan
cermat seluruh pemberitaan media massa dan informasi mengenai hal-hal
yang Saudara sampaikan kepada media massa pada sejumlah kesempatan
berikutnya dalam bentuk wawancara atau pernyataan pandangan dan sikap
Saudara.

        Berkaitan dengan itu perkenankan kami menyatakan beberapa hal sebagai
berikut:

1. Pernyataan-pernyataan, pandangan dan sikap Saudara mengenai
kerusuhan di Propinsi Maluku umumnya dan di Halmahera Utara, Propinsi
Maluku Utara khususnya, membuat masyarakat terkejut dan gelisah karena
Saudara tidak memposisikan diri sebagai pimpinan lembaga tertinggi
negara. Warga masyarakat yang beragama Kristen khususnya merasa
mengalami fait a compli oleh pernyataan pandangan Saudara yang
menempatkan umat Kristen di wilayah Halmahera Utara sebagai
penganiaya, pembantai dan sumber kekerasan terhadap umat Islam.

2. Maafkan kami jika terpaksa menilai, bahwa pernyataan pandangan
Saudara mengenai kerusuhan, khususnya yang terjadi berhari-hari sejak
26 Desember 1999 hinggaJanuari 2000 di kota Tobelo dan sekitarnya
adalah hal yang sangat gegabah, karena Saudara lalai mendasarkan diri
pada sejumlah fakta objektif.

Hal objektif pertama yang Saudara lalaikan adalah fakta, bahwa apa
yang terjadi di Tobelo dan sekitarnya adalah suatu lingkaran kekerasan
yang menjebak warga masyarakat, baik masyarakat yang beragama Islam,
Kristen maupun yang masih menganut agama-agama suku. Hal objektif
kedua yang juga Saudara lalaikan adalah, bahwa kekerasan di Tobelo dan
sekitarnya bukan fenomena independen dan partial. Karena itu sangat
naif untuk menilai apa yang terjadi di Tobelo terlepas dan berbagai
konflik lain di pulau Ternate, pulau Tidore, di semua bagian pulau
Halmahera dan bahkan di Propinsi Maluku. Hal objektif ketiga yang
Saudara lalaikan adalah bahwa, kerusuhan di Propinsi Maluku dan Maluku
Utara telah melibatkan dan mengorbankan rakyat yang Saudara pimpin
tanpa pandang latar belakang agama mereka. Karena itu maaf jika kami
katakan, bahwa Saudara telah keliru bersikap seakan-akan golongan
tertentu saja yang menjadi sasaran aksi-aksi kekerasan yang teriadi.

Saudara nampaknya tidak tahu atau tidak perduli pada fakta bahwa telah
terjadi "pembersihan" desa-desa pemukiman di pulau Tidore, Ternate, di
wilayah Halmahera Tengah dan kearah desa/pemukiman di jazirah selatan
pulau Halmahera yang penduduknya beragama Kristen.

Hal ini terjadi sejak akhir September-awal Oktober 1999. Beberapa
bulan sebelum itu, golongan tertentu si Sanana, kepulauan Sula, Maluku
Utara, telah terusir keluar dari wilayah pemukimannya. Apakah mereka
yang menjadi korban sia-sia itu bukan rakyat Indonesia?

3. Kami ingin sampaikan kepada Saudara, bahwa aksi-aksi kekerasan di
Maluku Utara dimulai dari peristiwa yang jauh dari nuansa pertentangan
antar umat beragama, pun dari waktu ke waktu alasan-alasan dan warga
agama terus dipaksakan mewarnai kekerasan. Mengenai hal ini, Saudara
perlu memperhatikan beberapa fakta sebagai berikut:

Bahwa serangan pertama (yang membuka babak kerusuhan di Maluku Utara)
ke desa-desa Kecamatan Kao oleh penyerang yang berasal dari Malifut
(beragama Islam) dilawan juga oleh warga Kao yang beragama Islam.
Masalahnya bersumber pada policy Pemda mengenai pemekaran Kecamatan
yang ditolak oleh sebagian masyarakat yang telah terikat pada
kesepakatan Adat. Ketika serangan berikut terjadi, sementara warga Kao
yang beragama Kristen melaksanakan kebaktian Minggu, yang menghadapi
serangan itu adalah warga Kao lainnya yang tidak beribadah di hari
Minggu dan mereka adalah Saudara-saudara yang beragama Islam.

Serangan balasan terhadap warga asal Makian di Malifut yang
mengakibatkan banjir pengungsi asal Makian ke Ternate dan Tidore
misalnya, melibatkan warga Kao, baik yang beragama Kristen maupun
Islam.

Kekerasan pertama yang meletus di Tidore dibuka oleh pembantaian
seorang pendeta Gereja Protestan Maluku yang diundang Kapolsek
menghadiri sebuah acara bersama para anggota Musyawarah Pimpinan
Kecamatan (Camat dll).

Ketika penghancuran gedung-gedung gereja (14 buah gedung gereja
hancur) dan kekerasan terhadap warga yang beragama Kristen terjadi di
kota Ternate misalnya, ada cukup banyak warga beragama Muslim di sana
yang bangkit melawan aksi-aksi kekerasan tersebut.

Hingga konflik pecah di Tobelo tanggal 26 Desember 1999 (didahului
dengan berbagai isu dan provokasi di hari-hari sebelumnya), 34 gedung
gereja telah hancur terbakar, paling kurang di 15 lokasi kerusuhan.

Fakta-fakta ini nampaknya tidak diperhatikan oleh Saudara, atau
Saudara membiarkan diri diselubungi oleh informasi-informasi sepihak
dan subjektif serta diberati oleh kepentingan-kepentingan politik
golongan yang jelas-jelas berperspektif sangat sempit. Ini hanya
sedikit dari fakta yang dapat kami beberkan untuk menopang agar
Saudara bersikap objektif dan berani terlibat menghentikan kerusuhan
melalui prakarsa dan langkah-langkah strategi dan efektif yang
dimungkinkan oleh posisi dan kewenangan Saudara.

4. Kami harus menyatakan bahwa pernyataan-pernyataan Saudara mengenai
kerusuhan di Halmahera Utara jelas-jelas telah memojokkan warga negara
yang beragama Kristen dan memberi insinuasi pada pertentangan warga
berbeda agama di negara ini. Karena itu tesis Saudara semula, bahwa
kerusuhan di Indonesia disebabkan karena ada banyak "daun-daun atau
rumput kering", tidak valid lagi. Fakta di lapangan membuktikan, bahwa
akar kerusuhan bukanlah hanya karena adanya daun-daun atau
rumput-rumput kering, tapi juga karena ada tindakan politisasi
terhadap "daun-daun atau rumput-rumput kering" itu.

Kami sangat kuatir apa yang Saudara ucapkan sejak pertemuan di Tugu
Monas, Jakarta, adalah salah satu dari sekian tindakan politisasi yang
akibatnya hanya mengorbankan rakyat yang percaya kepada Saudara
sebagai Ketua Lembaga Tertinggi Negara, MPR RI. Kami selalu berharap
bahwa dari Saudara sebagai Ketua MPR RI, selalu datang pembelaan
terhadap warga negara rakyat Indonesia yang mengalami penistaan,
penderitaan, fitnah dan  kezaliman, tanpa pandang suku, agama, ras dan
golongannya.

5. Lingkaran kekerasan di Maluku dan Maluku Utara akan dapat
diputuskan jika semua, terutama Saudara sebagai Ketua MPR RI berusaha
dengan wewenang dan kepercayaan rakyat yang Saudara miliki,
mengeliminasi semua fenomena politik dan dramatisasi angka-angka
korban yang hanya akan menjadikan kerusuhan konflik langgeng dan
rakyat --tanpa pandang agama-- menjadi korban sia-sia. Selain itu jika
Saudara berkenan, kualitas dan kedudukan Saudara sebagai Ketua MPR
sangat memungkinkan Saudara untuk berada di luar dan membongkar
fenomena konspirasi politik di kalangan elit, yang berada di balik
kerusuhan dan pelanggengan penderitaan rakyat. Hal ini lebih
bermanfaat Saudara lakukan, karena hal ini menjadi harapan rakyat
banyak termasuk kami dan Gereja-gereja di Indonesia.

6. Kami harapkan semua langkah yang dilakukan Pemerintah Pusat/Daerah,
lembaga-lembaga legislatif di pusat dan daerah, TNI/POLRI, semua
kelompok masyarakat, pimpinan dan tokoh lembaga-lembaga agama Islam
dan Gereja-gereja, dapat secara sistematis memberi manfaat bagi
terhentinya kekerasan individual dan kolektif, serta membuka peluang
bagi pemberdayaan masyarakat serta dialog-dialog ke arah rekonsiliasi
dan perdamaian yang langgeng.

Kami juga berharap kerusuhan sejenis tidak lagi meletus di
bagian-bagian lain tanah air kita. Jika di luar kemampuan kita
sekalian kerusuhan. Masih berlanjut atau meledak di tempat lain,
perkenankan kami menyarankan agar Saudara dalam kedudukan sebagai
Ketua MPR RI, bersedia menghimpun data-data sebanyak mungkin dari
berbagai pihak sebelum melakukan penilaian dan menyatakan pandangan
serta sikap Saudara, Saudara tentu paham bahwa rakyat biasa tidak bisa
secara lugas membedakan peran Saudara sebagai pribadi, tokoh agama
Islam, tokoh Muhammadiyah atau Ketua MPR RI. Kami yakin Saudara dapat
memahami keadaan objektif rakyat Indonesia sebagai keseluruhan yang
sedang menderita. Mereka semua menggantungkan harapan kepada Saudara
sebagai Ketua MPR RI dan terbantu jika Saudara menjadi lebih arif dan
mampu memberi jalan keluar yang tepat kepada rakyat untuk terbebas
dari neraka kerusuhan di Maluku/Maluku Utara atau di mana saja. Untuk
melanjutkan keinginan baik yang telah kami tunjukkan kepada Saudara,
kami selalu bersedia membantu Saudara dengan sepenuh hati dan pikiran.

Terimakasih atas perhatian Saudara.
Teriring salam dan hormat kami, Atas nama MAJELIS PEKERJA HARIAN
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA.

Pdt. Dr. Sularso Sopater
Ketua Umum

Pdt. Dr. J.M. Pattiasina
Sekretaris Umum

Tembusan disampaikan kepada yang terhormat:

 1. Presiden Republik Indonesia di Jakarta
 2. Wakil Presiden Republik Indonesia di Jakarta
 3. Ketua DPR RI di Jakarta
 4. Para Wakil Ketua MPR RI dan DPR RI di Jakarta
 5. Panglima TNI di Jakarta
 6. KAPOLRI di Jakarta
 7. Pimpinan Panja Maluku
 8. Gubernur/KDH Tingkat I Maluku Utara di Ambon
 9. Care-taker Gubernur Maluku Utara di Ternate
10. Ketua KWI di Jakarta
11. Pimpinan Gereja-gereja Anggota PGI di tempatnya masing-masing
12. Pimpinan PGI Wilayah di tempatnya masing-masing
13. Pimpinan PGPI, PII, GBI
14. Pimpinan Lembaga-lembaga Keumatan di Jakarta
15. Para Anggota MPH-PGI di tempatnya masing-masing
16. Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departemen Agama RI
17. Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama RI

- ------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Apr 2000 jam 03:26:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke