----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

DAHLAN
RUDY HARTONO
JUNIANTO SETYADI
ACHMAD SUBECHI
AGUNG BUDI SANTOSO
HERRY WAHYU R

LASKAR JIHAD, ANTARA JENDERAL WIRANTO DAN NII

LASKAR Jihad dicurigai dikendalikan sejumlah jenderal,
seperti Wiranto, Hartono, dan Djaja Soeparman. Juga
diisukan menerima kucuran Rp 4 miliar dari keluarga
Cendana. Apa hubungannya dengan Amien Rais dan Negara
Islam Indonesia?

AYIP Syafruddin masih terlalu muda untuk jabatannya
yang sekarang, Ketua DPP Forum Komunikasi Ahlusunnah
wal Jamaah (FKAWJ). Ayip kini baru berusia 33 tahun.
Yang menarik, kendati  memimpin kelompok agama
berlabel Ahlusunnah wal Jamaah --alirannya NU-- ayah
enam anak itu alumni Universitas Muhammadiyah,
perguruan tinggi yang dikelola kelompok Islam
modernis, Muhammadiyah.
Bosnya Ayip, Ustadz Ja`far Umar, pun masih terbilang
muda, 38 tahun. Kendati begitu, pengalaman "tempurnya"
cukup panjang. Ja`far  pernah berkelana di berbagai
medan perang membela umat Islam di sejumlah negara
termasuk menjadi anggota pasukan mujahidin Afganistan.
Kini ia  menjadi panglima pusat Laskar Jihad FKAWJ.
Kedua nama itu mendadak menghentakkan para elit di
Jakarta. Ini setelah menggelar demontrasi
�MDBR�nyeleh�MDNM�, mengusung pedang. Mereka tambah
"terkenal", setelah "memaki-maki" Gus Dur di Istana
Negara, 6 April lalu.
Tetapi bukan itu saja yang menyebabkan kelompok ini
dipelototi banyak pihak. Gerakan mereka digelar di
tengah kian panasnya pertarungan elit di Jakarta.
Terdengar isu perombakan kabinet --dimana Jenderal
Wiranto kemungkinan akan dihentikan secara penuh dari
Menko Polkam (penggantinya, konon, Letjen Soerjadi
Soedirja).
Di militer, perwira yang dulu disingkirkan Wiranto
dikabarkan mendapat promosi. Misalnya Kolonel Salim
Mengga, Dandim Bone, bakal menjadi Kasdam Diponegoro.
Kolonel Salim, anak buahnya KSAD Jenderal Tyasno
Sudarto, sejak dulu hendak dipromosikan. Tapi kabarnya
selalu dihadang Wiranto cs. Akibatnya, Salim sulit
jadi jenderal, kendati ia sudah senior (alumni 1974).
Di pihak lain, Gus Dur terus menekan agar Soeharto
segera ditahan, menyusul Bob Hasan, salah satu kroni
terdekatnya. Lantas, orang pun curiga terhadap
Jenderal (Purn) Hartono, mantan KSAD yang dikenal
dekat dengan kelompok Islam. Sebuah isu menyebutkan,
keluarga Cendana mengucurkan duit Rp 4 miliar untuk
Laskar Jihad.
Operatornya, masih menurut kabar, tak lain adalah
mantan Pangkostrad, Letjen Djaja Soeparman, dan mantan
Kapolda Metro, Mayjen Pol Noegroho Djajoesman. Kedua
tokoh ini lengket dengan kelompok Islam yang kerap
dicap "radikal". Sumber lain menambahkan, "pemain
lapangan" itu termasuk seorang perwira bekas
sekretaris pribadi Jenderal Wiranto ketika menjadi
pangab.
Kecuali dengan para jenderal, Laskar Jihad dicurigai
menjadi alat penekan dari kelompok Poros Tengah.
Kaukus politik ini, belakangan, ingin menyingkirkan
Gus Dur. Mereka bahkan siap menerima Megawati --wanita
yang didulu dilawannya habis-habisan-- untuk
menggantikan Gus Dur sebagai presiden.
Kecurigaan tadi berkembang pula di kalangan elit
politik, tak terkecuali dari NU dan PKB. Cuma saja,
mereka tak berani menyebut nama. "Informasi seperti
itu sudah lalulalang kita terima," kata Effendi
Choirie, anggota Komisi I DPR dari PKB.
Menurut Effendi, mungkin saja ada skenario besar untuk
menghabisi Gus Dur. Skenario itu dua. Satu, secara
sistematis mengembangkan citra tidak aman, sehingga
investor kabur, Gus Dur gagal. Kedua, ini yang parah.
Gus Dur dipaksa turun dari kursi presiden melalui SU
MPR tahunan, Agustus nanti, atau melalui Sidang
Istimewa (SI) MPR. Berbagai kesan ketidakpuasan
rakyat, katanya, bisa menjadi amunisi bagi Amien Rais
cs untuk mendorong pelaksanaan SI.
KH Fuad Amien Imron senada dengan Effendi. Laskar
Jihad, menurut tokoh Madura yang kerap menggalang
massa NU ini, cuma alat elit politik. "Sebenarnya,
sasaran mereka bukan Maluku. Mereka mau meronrong
pemerintah ini. Tentu ada yang me�MDBR�remote�MDNM�.
Saya tahu siapa pimpinannya," ucap Fuad. Ia
mewanti-wanti agar tak menyebut tokoh untuk
menghindari "kesalahpahaman".
Ia menambahkan begini. "Saya curiga, uang mereka
terlalu banyak. Itu kan orang bayaran semua.
Habaib-habaib itu kok jadi orang bayaran politik,"
kata Fuad. Dari Kuba, Gus Dur juga mengungkapkan telah
mengetahui siapa di balik Laskar Jihad. Cuma, kali
ini, Kiai Dur ogah membeberkannya.

***

ANEKA rumor tadi, termasuk yang memojokkan sejumlah
tokoh, masuk pula ke kuping para pimpinan Laskar
Jihad. Ayip Syafruddin ketika ditanya Bangkit hanya
tertawa mendengarnya. "Mungkin mereka kebingungan
karena Laskar Jihad tiba-tiba muncul," tukas Ayip
kepada Bangkit. Ia yakin, Gus Dur pun --yang dikenal
memiliki jaringan "intel swasta" yang kuat-- belum
memiliki file yang cukup tentang kelompok keagaaman
yang berbasis di Yogyakarta ini.
Secara tangkas, ia menjawab seluruh isu yang
menghantam Laskar Jihad. Perihal duit Cendana, Ayip
menganggapnya sebagai lelucon tanpa dasar. "Kami tak
memiliki hubungan dan akses ke keluarga Cendana,"
tukasnya. Dana Laskar Jihad, katanya, diperoleh dari
sumbangan, termasuk dari jaringannya di luar negeri,
seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara Timur
Tengah. Sumbangan dari Amerika, misalnya, datang dari
Kongres Umat Islam New Jersey.
Dana yang terkumpul sekarang sekitar Rp 500 juta untuk
memberangkatkan anggota Laskar Jihad ke Maluku, 30
April. Rutenya, dari Yogyakarta ke Surabaya. Melalui
kapal laut, mereka bertolak menuju Ambon.
Peran Wiranto cs? "Tidak benar juga. Kita tidak pernah
mengadakan kontak dengan Pak Wiranto, tidak pernah
mengadakan kontak Pak Djaja Suparman, Pak Noegroho
Djajoesman dan lainnya. Kami betul-betul murni dari
swadaya kaum muslimin," jelas Ayip.
Hubungannya dengan Poros Tengah diakuinya baru
belakangan ini saja membaik. Dulu, katanya, mereka
mengecam Poros Tengah. "Sejak kemunculan kami di
Senayan, kami baru bertemu dengan Pak Amien Rais. Itu
satu kali di MPR. Kami baru bertemu dengan Pak Akbar
Tandjung. Itu satu kali di DPR. Jadi, sama sekali
tidak ada kaitannya dengan permainan elit politik,"
tambahnya. Ia mengakui "baikkan" dengan Amien Rais,
karena tokoh puncak Poros Tengah itu telah mendukung
Laskar Jihad.
Sejak kemunculannya yang menggemparkan, Laskar Jihad
juga dituduh gerakan bawah tanah untuk melanjutkan
cita-cita pendirian Negara Islam Indonesia (NII).
Padahal, kata dia, "Justru kami banyak membantah
tentang pemahaman-pemahaman NII."
Terhadap pemerintahan Gus Dur, sikap Laskar Jihad
tegas. Menurut Ayip, Gus Dur banyak melakukan manuver
yang kontraproduktif. Bahkan sebagian merugikan umat
Islam. Karena itu, FKAWJ akan terus memonitor kinerja
Gus Dur. Kalau toh Gus Dur jatuh, menurut Ayip, itu
bukan karena Laskar Jihad. Tapi karena ulah Gus Dur
sendiri.
Sebagai kelompok Ahlusunnah, sepintas memang, Laskar
Jihad harus manut kepada Gus Dur dan kiai NU lainnya.
Tapi tidak bagi Ahlusunnah yang satu ini. Menurut
Ayip, tak ada satu pun ulama panutan FKAWJ di
Indonesia. Ulama yang jadi rujukan mereka ada di Timur
Tengah. Yakni, Syech Muqbil Hadi (Yaman) dan Syech
Robii (Mekkah).

***

TIDAK semua pihak menonjok Laskar Jihad. Eggi Sudjana,
misalnya. Tokoh muda yang sering dituduh berada di
belakang aksi kelompok Islam "radikal" itu menilai,
justru Gus Dur-lah yang "memancing" reaksi keras. Itu
dapat dilihat dari berbagai manuvernya yang kerap
berbahaya. Jadi, "Apa istilahnya, Gus Dur menggali
lubang kuburannya sendiri," kata Eggi.
Pius Lustrilanang, bekas korban penculikan oknum
militer, enggan mengomentari Laskar Jihad. Pius, yang
kini memimpin "milisi" PDIP, Brigade Siaga Satu
(Brigass), menilai, demonstrasi wajar-wajar saja.
Bagaimanapun, kata Pius, demonstrasi merupakan
cerminan dari aspirasi masyarakat. Tetapi Ketua DPP
PDIP, Gunawan Wirosaroyo, menyesalkan demo yang
membawa-bawa senjata tajam.
Keterlibatan Wiranto cs, kata pengamat militer, MT
Arifin, agak sulit dibuktikan. "Tapi kita mendengar
ada jaringan-jaringan yang menggerakkan, dari
kekuatan-kekuatan dan kelompok-kelompok mereka yang
dekat dengan tentara," ucapnya. �MDNM�Bram Zakir,
pengamat dan aktivis LSM, curiga, kok pedang anggota
Laskar Jihad seragam semua.
Sedangkan pengamat NU, Laode Ida, mencurigai label.
Nama Ahlusunnah wal Jamaah yang menempel pada Laskar
Jihad disebutnya sebagai trik yang cerdas. Sebab,
dengan nama itu, akan tercipta kesan bahwa perlawanan
pun datang dari orang-orang NU, basis utamanya Gus
Dur. Laode, seperti juga MT, mencurigai keterlibatan
oknum tentara.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Apr 2000 jam 14:52:41 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke