---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- MASYARAKAT PAPUA TAK MARAH YORRIES DITAHAN JAKARTA, (SiaR, 26/4/2000). Masyarakat Papua menyatakan tidak akan marah hanya karena ditahannya Ketua Harian Pemuda Pancasila Yorries Raweyai, yang diduga terlibat peristiwa penyerbuan kantor DPP PDI tanggal 27 Juli 1996. Masyarakat Papua juga tidak akan membuat kerusuhan berkaitan dengan hal itu. Demikian ditegaskan gabungan sejumlah organisasi masyarakat di Papua yang punya akar kuat dalam masyarakat. Organisasi itu antara adalah Ketua Dewan Adat DK LA-KKB Biak), BP Am Sinode GKI Wilayah II Biak, Paroki St Maria Biak, Solidaritas Perempuan Papua Cinta Kedamaian, ELS-HAM (lembaga advokasi HAM di Biak). Pernyataan tokoh masyarakat Papua tersebut merupakan reaksi atas ancaman dari Forum Generasi Muda Irian Jaya (FK-GMIJ) Jakarta, John Menanti yang menuntut kepada Kapolri supaya membebaskan Yorries yang ditahan oleh Polri. "Bila tidak, akan terjadi kerusuhan di Papua menuntut pembebasan Yorries," kata John ketika demonstrasi di Polri waktu itu. Mereka juga mengatakan, penahanan Yorries justru akan mempercepat kemerdekaan Papua. Bahkan pada saat yang sama, Pemuda Pancasila (PP) juga mengancam akan mengerahkan massanya di seluruh propinsi di Indonesia. Forum Generasi Muda Irian Jaya tersebut tidak populer di kalangan muda Papua di Papua. Mereka tak lebih sekedar perkumpulan sejumlah pemuda Papua yang dekat dengan Yorries maupun Pemuda Pancasila. Sedangkan menurut para pimpinan organisasi Papua yang membuat pernyataan bersama itu, segenap masyarakat Papua saat ini sedang berjuang untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan perdamaian dengan jalan dialog damai dalam segala bidang. Terutama untuk meluruskan sejarah penjajahan Papua. Jadi, sejalan dengan itu, mereka percaya, kebenaran dan keadilanlah yang akan membebaskan Yorries Raweyai dari proses hukum. Maka mereka mendukung penuh proses penegakan keadilan, kebenaran dan perdamaian oleh aparat penegak hukum. Sementara itu dari sejumlah saksi yang telah diperiksa oleh Polri mengatakan ada keterlibatan kuat Pemuda Pancasila dalam penyerbuan markas PDI di Jl Diponegoro 27 Juli 1996. Pemuda Pancasila waktu itu, menurut para saksi, mendapat order dari Pangdam Jaya Mayjen Sutiyoso untuk membantu pengambilalihan (istilah mereka) kantor PDI. Namun menurut pengacara Yorries, order itu hanya untuk mengamankan sejumlah bangunan yang berada di sekitar Jl Diponegoro. Menurut sebuah sumber, kemungkinan dilepaskan Yorries dari tahanan sangat kecil. Bahkan sumber ini menyebutkan, justru akan membahayakan dirinya sendiri jika ketua Pemuda Pancasila (PP) itu dibebaskan. Sebab menurut sumber ini, jika dibebaskan Yorries bisa dibunuh oleh Yapto Suryosumarno, ketua Presedium PP. Yapto khawatir Yorries akan membeberkan semua tindakan kriminal yang pernah didalangi oleh Yapto, sebab menurut berita yg diterima Yapto, Yorries telah terperangkap pancingan pertanyaan Polri sehingga mengungkapkan beberapa tindakan kriminal yang pernah dilakukan bersama Yapto. *** - -------------------------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Apr 2000 jam 09:18:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
