---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PENYIDIKAN KEJAKSAAN AGUNG TIDAK MENGHAMBAT KARIR PERWIRA JAKARTA, (TNI Watch! 15/5/2000). Beberapa perwira menengah yang kini sedang disidik oleh pihak Kejaksaan Agung, dalam kasus pelanggaran HAM di Timor Timur, dijamin karirnya tidak akan dihambat. Beberapa di antaranya bahkan akan dipromosikan. Perwira menengah itu antara lain adalah Kol Inf M Noer Muis (mantan Danrem 164/Wira Darma), Letkol Kav Burhanudin Siagian (mantan Dandim Bobonaro), Letkol Inf Achmad Mas Agus (mantan Dandim Kovalima), Letkol Inf Yayat Sudrajat (mantan Dan Satgas Intel), Letkol Inf Yakraman Yagus (mantan Komandan Yonif 744/Satya Yuda Bakti), Letkol Inf Jacob Joko Sarosa (mantan Komandan Yonif 745/Sampada Yuda Bakti), dan lain-lain.. Kol Inf M Noer Muis misalnya, akan mengisi jabatan posisi brigjen, itu sama artinya ia akan dipromosikan pada strata pati. Kol Inf M Nur Muis akan diangkat sebagai Kasdam V/Brawijaya. Demikian juga dengan Letkol Kav Burhanudin Siagian, yang kini menjabat Kasrem 163/Wira Satya (Denpasar), kabarnya akan menjadi Asisten Operasi di Kodam Jaya. Berarti Letkol Burhanudin Siagian akan menyandang pangkat kolonel. Demikian juga dengan yang lain. Letkol Yayat misalnya, ia tetap aman di posisinya sekarang, sebagai Wadan Grup 4/Sandi Yudha Kopassus. Sedang yang lainnya, sedang dicarikan tempat, seperti menjadi Dandim. Yang karirnya termasuk "selamat" adalah Letkol Inf Heronimus Guru (Komandan Yonif Linud 328/Dirgahayu, Akmil 1984). Sebagaimana diketahui, kesatuan yang dipimpinnya adalah pelaku penembakan terhadap Tengku Bantaqiah dan pengikutnya, bulan Juli 1999. Letkol Inf Heronimus Guru adalah perwira yang baik, jadi kecil kemungkinannya, ia akan "dikorbankan" dalam kasus penembakan Tengku Bantaqiah. Bagi perwira menengah, penyidikan oleh Kejaksaan Agung memang tidak mengganggu karirnya, namun tidak bagi yang sudah jenderal. Jadi para jenderal yang tengah disidik Kejaksaan, karirnya telah selesai. Maka bagi Mayjen TNI Adam Damiri, Mayjen TNI Zacky Anwar Makarim, dan Brigjen TNI FX Tono Suratman, bersiap-siap saja untuk "menganggur", mereka memang belum akan dipensiun, tetapi bakal tidak memiliki jabatan struktural. Zacky kemungkinan akan mengajukan pensiun dini, untuk kemudian bisa bergabung dalam PAN, sebagai wadah aspirasi politik warga Muhammadiyah, kebetulan Zacky juga warga Muhammadiyah, meski ia lulusan SMA PSKD I Jakarta. Habitat Zacky adalah dunia intelijen, kini ia dijauhkan dari dunia intelijen, bisa kita bayangkan rasa pedih yang ia tanggung. "Tahu begini, dari dulu saya pulang saja ke Pekalongan, meneruskan usaha batik," begitu kira-kira pikir Zacky. Terlebih kalau diingat, Kepala BAIS yang sekarang, yaitu Marsdya Ian Santoso Perdana Kusuma, kemampuan intelijennya jauh di bawah Zacky.*** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - ------------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 May 2000 jam 19:11:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
