----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 16/III/15-21 Mei 2000
- ----------------------------------------

DAFTAR SERANGAN MASSA TERHADAP PERS JULI 1999-MEI 2000

=======================================================

PENYERANG:
Komando Jihad
KORBAN:
Harian Kompas, Harian Rakyat Merdeka dan Majalah D&R
KETERANGAN:
- -Sekitar 50 orang berdemo di depan kantor Redaksi Kompas, Jl. Palmerah
Selatan, Jakarta, Selasa (20/7/99). Mereka menuduh Kompas telah
menyudutkan umat Islam. Massa merasa Kompas selama ini memberitakan
besar-besaran apabila ada daerah-daerah yang mayoritas penduduknya
Islam sedang bermasalah dengan pemerintah. Sementara untuk kasus
Timtim, Maluku dan Irian pemberitaannya tidak besar. Kompas sudah
berkali-kali harus merogoh kantongnya setelah ditekan oleh KISDI.
- -Massa yang sama juga demonstrasi ke harian Rakyat Merdeka dan D&R
karena dinilai terlalu membela Megawati. Peristiwa terjadi 19 Juli
1999.

PENYERANG:
Massa
KORBAN:
Radio Duta Musik Serasi (DMS) Masohi
KETERANGAN:
Massa yang mengamuk di kota itu juga membakar studio hingga hancur tak
bisa dipakai. Peristiwa ini terjadi 1 Januari 2000. Tidak jelas latar
belakangnya.

PENYERANG:
Satgas Papua
KORBAN:
RRI Fakfak
KETERANGAN:
Kelompok Satgas Papua itu meminta agar RRI menyiarkan kemerdekaan
Papua. Karena pihak RRI menolak penyiaran itu, mereka mengamuk dan
merusak peralatan dan Gedung RRI. Peristiwa terjadi 28 Januari.

PENYERANG:
Massa
KORBAN:
RRI Merauke
KETERANGAN:
Sekitar 400 pemuda Merauke merusak kantor RRI Merauke. Massa kecewa
karena kampanye otonomi khusus yang sering dilakukan RRI. Terjadi 16
Februari.

PENYERANG:
Forum Komunikasi Umat Islam Surakarta (FKUIS)
KORBAN:
Harian Pos Kita
KETERANGAN:
Puluhan aktifis FKUIS mendemo harian Pos Kita tanggal 20 Januari.
Mereka mendesak Pos Kita meminta maaf kepada FKUIS di lima media cetak
selama seminggu karena dianggap telah tendensius dan menyudutkan pihak
FKUIS berkaitan dengan rencana rusuh di Solo. Permintaan maaf akhirnya
dituruti.

PENYERANG:
Front Pembela Islam Surakarta
KORBAN:
Radio PTPN Rasitania FM 100,2 MHz
KETERANGAN:
Harus berhenti siaran karena digeruduk ratusan anggota FPIS. Massa
protes atas siaran interaktif radio tersebut yang dinilai telah
menyinggung umat Islam. Selain memaksa Radio PTPN menyiarkan langsung
tuntutan, FPIS, peralatan siarannya pun diangkut polisi. Peristiwa itu
terjadi 2 Maret.

PENYERANG:
Satgas PDI-P
KORBAN:
Harian Radar Bogor
KETERANGAN:
Radar Bogor dalam pemberitaannya dinilai telah menyudutkan PDI-P.

PENYERANG:
Sopir Angkota
KORBAN:
Harian Metro, Bandung
KETERANGAN:
Massa memprotes pemberitaan yang dirasakan menyudutkan para sopir.
Peristiwa terjadi 3 Maret.

PENYERANG:
Laskar Jihad Alhussunah Wal Jamaah
KORBAN:
Tabloid Semanggi
KETERANGAN:
Dalam pemasangan foto liputan tentang NII pada edisi 19, dirasakan
telah membuat laskar tersudut. Mereka mengancam akan membakar kantor
redaksi jika tidak minta maaf. Walaupun ancaman melalui telepon,
akhirnya Semanggi mamasang iklan permintaan maaf pada edisi No 21.

PENYERANG:
Laskar Jihad Alhussunah Wal Jamaah
KORBAN:
Harian Radar Bogor
KETERANGAN:
Koran milik Jawa Pos Grup itu Minggu (9/4) juga didatangi satu truk
anggota Laskar Jihad yang lengkap membawa senjata pedang dan pisau
komando. Mereka marah karena Radar Bogor dinilai telah menyebarkan
berita yang mengadu domba antara laskar jihad dengan masyarakat
Kayumanis (lokasi latihan) dan aparat keamanan setempat.

PENYERANG:
Mahasiswa
KORBAN:
Harian Irja Pos
KETERANGAN:
Puluhan mahasiswa Jayapura itu mencorat-coret kantor redaksi karena
kesal atas pemberitaan penyelewengan dana di kampusnya.

PENYERANG:
Satgas PDI-P
KORBAN:
Harian Pos Metro, Batam
KETERANGAN:
Di bulan April, Satgas PDI-P merusak kantor harian Pos Metro di Batam.
Kantor dan peralatan kerja mereka rusak dihancurkan Pasalnya, koran
jaringan Grup Jawa Pos yang terbit di Jakarta ini dalam satu
pemberitaannya dirasa menohok PDI-P. Dengan judul "60 Satgas PDI
Perjuangan Peras Pengusaha Batam, untuk Biaya ke Kongres di Semarang",
Pos Metro membeberkan perlakuan mereka memeras Ahwa, pemilik Mutiara
Karaoke.

PENYERANG:
Banser Jatim
KORBAN:
Harian Jawa Pos
KETERANGAN:
Pemberitaan Jawa Pos dinilai telah menyudutkan NU. Mereka minta supaya
Jawa Pos memuat iklan permintaan maaf seminggu berturut-turut sebesar
seperempat halaman depan. Namun Jawa Pos akhirnya memutuskan untuk
tidak terbit sehari. Dan pemuatan permintaan maaf hanya tiga kali.
Kejadiannya 5 Mei 2000.

=======================================================
(Sumber: dari berbagai sumber diolah Xpos, Mei 2000)

- -------------------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- --------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 May 2000 jam 09:12:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke