---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KOLONEL IRWAN KUSNADI CEDERA BERAT DI AMBON AMBON, (TNI Watch! 20/5/2000). Komandan Sektor A Kol Inf Irwan Kusnadi, yang membawahi Kota Ambon dan sekitarnya, kemarin (18/5) harus dievakuasi ke Jakarta, karena cedera berat di bagian kepala, saat melerai kerusuhan di Ambon, yang kembali meledak beberapa hari terakhir ini. Kerusuhan di Ambon benar-benar mencemaskan, karena tidak ada kejelasan kapan konflik itu akan berakhir. Gawatnya kerusuhan kali ini bisa terlihat, ketika seorang Komandan Sektor, sampai terkena oleh "peluru nyasar". Jabatan sehari-hari Kol Inf Irwan Kusnadi adalah Komandan Brigif Linud 3/Tri Budi Maha Sakti Kostrad, yang bermarkas di Makasar. Kol Irwan mulai bertugas sebagai Komandan Sektor di Ambon sejak Desember 1999, guna menjaga wilayah tersebut, dari kerusuhan yang berlarut-larut. Kol Inf Irwan Kusnadi dipercaya sebagai Komandan Sektor di Ambon, karena sudah berpengalaman sebagai Komandan Sektor di Timtim. Kol Irwan menjadi Komandan Sektor selama paska jajak pendapat, ketika kerusuhan di Timtim sedang hebat-hebatnya. Saat di Timtim, Kol Irwan menjaga wilayah di luar Dili, sedang Kota Dili merupakan sektor tersendiri, dengan Komandan Sektornya Kol Inf Geerhan Lantara (Komandan Brigif Linud 17/Sakti Budi Bakti Kostrad). Saat bertugas di Timtim selama bulan Agustus dan September 1999, Kol Inf Irwan Kusnadi dan Kol Inf Geerhan Lantara berada di bawah komando Mayjen TNI Kiki Syahnakri, selaku Panglima Wilayah Darurat Militer. Kemampuan mereka dalam meredam kerusuhan di Timtim, diakui kalangan internasional, seperti Komandan Kontingen Pasukan PBB Mayjen Peter Cosgrove. Itu sebabnya nama mereka bertiga, tidak masuk dalam daftar rekomendasi KPP HAM Timtim untuk disidik lebih lanjut oleh Kejaksaan Agung. Jika melihat track record Kol Irwan Kusnadi selama bertugas di Timtim, peristiwa yang menimpa dirinya saat bertugas di Ambon kemarin, merupakan hari naas baginya. Kol Irwan Kusnadi kabarnya akan dipromosikan sebagai Danrem 161/Wira Sakti di Kupang. Kerusuhan di Ambon memang rumit. Sudah banyak kesatuan dikirim ke Ambon, baik dari Angkatan Darat, Marinir, maupun Brimob, namun tetap saja tak mampu meredam kerusuhan. Seperti kerusuhan yang terakhir ini, anggota Yonif 303/Setia Sampai Mati Kostrad (Garut, Jabar), Yonif 509 Kostrad (Jember, Jatim) dan Yonif 405 dari Kodam IV/Diponegoro, tampak kuwalahan menghalau gerakan massa yang sedang bentrok. Kesatuan dari Angkatan Darat juga kesulitan meredam kerusuhan di wilayah Jailolo, Ternate. Kesatuan yang menjaga kawasan ini, adalah Yonif 401/Banteng Raider, satuan organik dari Kodam IV/Diponegoro. Dikabarkan Yonif 401/Banteng Raider sempat bentrok dengan Laskar Jihad, pada hari Rabu lalu. Namun hal itu dibantah May Inf Dudung, Wakil Danyon 401. "Peristiwa penembakan yang terjadi di desa Tedeng itu, bukan kami pelakunya. Kami datang ke tempat kejadian 15 menit sesudah terjadi penembakan," jelas Mayor Dudung. Saat ini terdapat sekitar 2000 anggota Laskar Jihad di Maluku. Tampaknya kedatangan mereka tak bisa dibendung aparat keamanan setempat, padahal Panglima TNI sendiri yang melarang keberangkatan Laskar Jihad ke Maluku. Menurut Ketua Umum Forum Komunikasi Ahlul Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) Ayip Syarifudin, konflik di Maluku itu sengaja direkayasa untuk memojokkan Laskar Jihad. Forum Aswaja merupakan induk dari Laskar Jihad. Beberapa waktu lalu Panglima Laskar Jihad Aswaja Ustad Jafar Umar Thalib, pernah mengklaim bahwa KASAD Jenderal Tyasno Sudarto dan Pangdam IV/Diponegoro mengijinkan keberangkatan Laskar Jihad ke Ambon. Klaim itu langsung dibantah Pangdam IV/Diponegoro, melalui Kapendam Letkol CAJ A Musyafir. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - ------------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 May 2000 jam 20:41:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
