---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- TAUFIK KIEMAS DAN ROY JANIS TERIMA SOGOKAN SOETIYOSO JAKARTA, (SiaR, 17/5/2000). Taufik Kiemas, suami Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri dan Roy Janis, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan DKI Jakarta, menerima sogokan dari Gubernur DKI Jakarta, Letjen TNI (Purn) Soetiyoso. Keduanya disogok agar pengusutan kasus penyerbuan Kantor DPD PDI pada 27 Juli 1996 tidak menyeret Soetiyoso yang ketika terjadi penyerbuan itu menjabat Pangdam Jaya. Taufik dan Janis tidak hanya menerima sogokan, namun juga, melalui bantuan Soetiyoso, mengincar jabatan Gubernur DKI Jakarta. Janis diproyeksikan Taufik untuk menduduki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurut sumber SiaR, Taufik menerima Rp16 miliar dan Janis menerima sebesar Rp 11 miliar. Sogokan tersebut dimaksudkan sebagai uang muka agar kasus 27 Juli tidak diributkan terus oleh kalangan PDI Perjuangan. "Uang itu diserahkan sekitar akhir April lalu oleh dua orang suruhan Soetiyoso," ujar sumber tersebut. Ketakutan Gubernur Soetiyoso dikaitkan pada peristiwa 27 Juli tersebut tampaknya dimanfaatkan betul oleh duet Taufik-Roy hingga mereka meminta beberapa konsesi lain. Sogokan yang diterima dua tokoh PDI Perjuangan ini antara lain konsesi pengelolaan tempat perjudian di Kepulauan Seribu. Lokasi tepatnya di Pulau Ayer dan dikelola Roy Janis mulai Mei 2000. Menurut sumber lain pengelolaaan sehari-hari tempat perjudian tersebut dilakukan Onny Harjanto, orang kepercayaan Janis. Onny adalah pengusaha, alumnus Universitas Padjadjaran Bandung. Rumahnya di Jl Tulodong, kawasan elit Kebayoran Baru. Tempat perjudian yang dikelolanya maju pesat, hingga ia harus menyetor Rp 200 juta sebulan kepada Kapolda Metro Jaya, Mayjen (Pol) Nurfaizi, sebagai uang keamanan. Dalam hal, target merebut jabatan gubernur, Taufik dan Janis berhasil menggalang hubungan dengan Fauzi Bowo, Sekwilda Pemda DKI Jaya. Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo kini memasok informasi tentang sumber-sumber penerimaan keuangan non budgeter Pemda DKI kepada Janis. "Untuk bahan Janis mengelola tambang emas di lingkungan Pemda DKI," ujar sumber tadi. Menurut informasi Foke, kebocoran dana penerimaaan daerah non budgeter di lingkungan Pemda DKI mencapai Rp 1,6 trilyun sebulan. Dana sebesar itu diperoleh dari pajak hiburan, para bandar judi, pungutan di tempat-tempat hiburan, parkir dan papan reklame. *** - ------------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 May 2000 jam 11:18:08 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
