---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- GINANJAR-ADI SASONO AKAN GULINGKAN GUS DUR JAKARTA, (SiaR, 17/5/2000). Eks Menteri Pertambangan dan Energi, Ginanjar Kartasasmita berduet dengan eks Menteri Koperasi dan Pembinaan Usaha Kecil, Adi Sasono menghadang Gus Dur, di Sidang Umum MPR, Agustus mendatang. Komplotan Ginanjar memulai lewat demo 'gaji guru', sedangkan Adi Sasono akan menggabungkan kekuatan 17 partai-partai kecil dengan Partai Daulat Rakyat (PDR). Agaknya tudingan Presiden Gus Dur bahwa "ada komplotan yang ingin menggulingkannya" dialamatkan pada duet Ginanjar-Adi Sasono ini. Menurut sumber SiaR, Ginanjar berada di belakang demonstrasi guru belakangan ini. Lewat Cici Kartasasmita yang masih kerabatnya, para operator Ginanjar masuk dalam organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Daerah Jawa Barat. Sumber SiaR menyebutkan, Ginanjar mengeluarkan dana sekitar Rp 4 miliar untuk transportasi demo guru tersebut. Muchyar Yarra, Wakil Sekjen DPP Golkar, diduga kuat adalah operator lapangan yang memainkan skenario tersebut. Mantan aktivis Gerakan Nasional Mahasiswa Indonesia (GMNI) ini dikenal sebagai GMNI faksi Golkar. Yarri, panggilan akrab Muchyar Yarra, menggunakan jalur Golkar untuk memobilisasi demo guru dari pelosok daerah se-Jawa Barat. Dana yang dikeluarkan Ginanjar untuk Yarri amat banyak. Untuk honorarium proyek ini saja, Yarri memperoleh Rp 2 miliar dari Ginandjar. Sumber SiaR juga menyebutkan ada kepentingan Cendana di balik manuver Ginanjar ini. Sumber itu mengatakan, Ginanjar takut dengan terbongkarnya kasus korupsi keluarga Cendana, karena akan menyeret para kroninya termasuk bisnis keluarga Ginanjar. Belakangan Ginanjar juga merangkul Adi Sasono. Mantan menteri yang sempat dianugerahi gelar "The Most Dangerous Man" oleh majalah Far Eastern Economic Review, ini mulai giat berpolitik kembali, setelah kegagalan Partai Daulat Rakyat (PDR) yang sempat membuat Adi "collapse", hingga berobat ke Singapura. Sumber SiaR yang dekat dengan Adi mengatakan, ia akan menggalang kekuatan stembus accord dari sekitar 18 partai kecil. Kekuatan politik itu digunakan untuk menghadang Gus Dur di Sidang Umum MPR Agustus nanti. Operator yang melaksanakan kegiatan itu adalah Mochamad Jumhur Hidayat (mantan Sekjen PDR). Jumhur yang selalu memperkenalkan diri sebagai mantan narapidana politik kasus 5 Agustus ITB, mulai melakukan gerilya politik untuk melakukan stembus accord 18 partai kecil tersebut. Sampai berita ini diturunkan SiaR belum berhasil mendapatkan data lengkap tentang nama-nama partai tersebut. *** - ------------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 May 2000 jam 11:22:23 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
