---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kamis, 8 Juni 2000 Papuanisasi Segera Dimulai di Papua Jayapura, Kompas Papuanisasi akan diterapkan segera bagi seluruh rakyat Papua untuk mengurus diri sendiri. Sosialisasi papuanisasi tidak hanya bagi orang Papua, tetapi juga semua orang yang tinggal di propinsi itu. Dalam rangka ini, rakyat Papua diberi kebebasan luas menguasai dan membangun daerah sendiri, melalui apa yang disebut otonomi khusus. Wakil Gubernur Papua JRG Djopari hari Rabu (7/6) menegaskan, istilah otonomi khusus sangat abstrak bagi masyarakat Papua. Apalagi, kata otonomi itu pernah bergulir sejak tahun 1962 oleh Presiden Soekarno waktu itu, namun tidak pernah direalisasikan selama masa Orde Baru. "Dalam sosialisasi otonomi khusus di Papua, semua pihak tidak menggunakan kata itu. Kata tersebut sangat abstrak dan bermuatan politis. Masyarakat menafsirkan arti otonomi bermacam-macam. Karena itu, dengan tidak bermaksud menghilangkan arti sebenarnya otonomi, kita pakai kata papuanisasi dalam arti mengurus diri sendiri," kata Djopari. Papuanisasi jangan dipahami seperti istilah jawanisasi selama ini, yang lebih banyak bermuatan politis. Papuanisasi harus dimengerti dalam kerangka otonomi khusus bagi Papua. Siapa saja yang berdiam di Papua harus memahami program papuanisasi ini, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Orang Papua diwajibkan memberi andil dan peran serta membangun daerah ini. Siapa rajin dan pandai memanfaatkan kesempatan dalam program Papuanisasi ini dapat membangun hidup secara lebih sejahtera dari sebelumnya. "Di mana-mana di dunia semua orang perlu kerja agar bisa membangun kesejahteraan. Di negara apa pun, semangat kerja, disiplin, tanggung jawab, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan syarat membangun diri. Karena itu, kesempatan yang diberikan pemerintah pusat yakni mengurus diri sendiri jangan disia-siakan," kata Djopari. Membangun hidup yang lebih sejahtera dan bertanggung jawab, juga adalah isi dari kemerdekaan itu. Merdeka harus dipahami dari sisi kesejahteraan, keadilan, penegakan hukum, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Persoalan kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan yang tengah menimpa rakyat Papua harus menjadi kepedulian semua bangsa Indonesia terutama warga pendatang yang ada di Papua. Jangan memanfaatkan kebodohan dan kekurangan warga Papua untuk semakin mengejar kekayaan dan harta benda di Papua. "Warga pendatang yang sudah maju dan berinvestasi di Papua harus bersedia membangun orang Papua sesuai kemampuan masing-masing. Lebih baik berkorban daripada harus mengorbankan kepentingan bangsa dan negara yang jauh lebih sulit diatasi. Belanda tak campuri Sementara itu, Dubes Belanda untuk Indonesia, Baron Schelto van Heemstra, menegaskan pemerintahnya sangat menghormati integritas teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keinginan sebagian rakyat Papua untuk melepaskan diri dari Indonesia yang tercetus dalam hasil Kongres Rakyat Papua, bagi Belanda adalah merupakan urusan dalam negeri Indonesia. Ini ditegaskannya menjawab wartawan di Makassar, Selasa (6/6) malam mengenai sikap Pemerintah Belanda atas perjuangan sebagian rakyat Papua untuk memisahkan diri dari Indonesia. Kunjungan Dubes Belanda bersama Misi Dagang Belanda selama dua hari di Makassar untuk melihat potensi ekonomi dan peluang kerja sama dengan Pemda Sulsel. "Sikap kami jelas, yaitu tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Sikap kami ini juga telah disampaikan kepada Pemerintah Indonesia melalui komisi legislatif Belanda, Menteri Hankam Belanda, dan Menteri Luar Negeri Belanda, saat berkunjung ke Indonesia," kata Schelto van Heemstra. (kor/lam/yul) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Jun 2000 jam 08:17:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
