----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Jumat, 9 Juni 2000

Tak Satu pun Negara Dukung Kongres Papua

Jakarta, Kompas
Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shihab mengatakan, sampai Rabu
(7/6) kemarin, tak satu pun negara mengakui Kongres Rakyat Papua
(KRP). Harapan elite politik Papua bahwa masyarakat internasional
bakal mendukung sikap KRP, dengan sendirinya pupus.

"Hampir semua negara sudah menyatakan dukungannya terhadap
Indonesia, dan tak satu pun negara mendukung kongres Papua,"
tandasnya, usai menemui para duta besar negara-negara Arab dan
Timur Tengah, Rabu sore.

"Kepada mereka saya jelaskan mengenai joint understanding dengan
Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Saya juga menjelaskan mengenai sikap
tegas Indonesia terhadap pernyataan kongres Papua yang baru lalu.
Saya tegaskan, Indonesia tidak akan membiarkan persoalan ini
berlanjut," tuturnya.

KRP, yang berlangsung tanggal 29 Mei - 4 Juni lalu, hari Minggu
menyatakan, menolak penyatuan Papua ke dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Mereka menolak dengan alasan, proses
penyatuan Papua yang dilakukan Pemerintah Belanda dan Pemerintah
Indonesia, yang selanjutnya dikukuhkan Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB), dinilai cacat hukum. Sebab itu, kongres meminta dukungan
internasional untuk kemerdekaan Papua.

Menurut Shihab, negara-negara Arab dan Timur Tengah menyatakan
dukungan mereka terhadap integritas teritorial Indonesia tidak
berubah, baik dalam soal Aceh maupun dalam soal Papua.

Pada hari itu Menlu juga menerima bantuan kemanusiaan dari Uni
Emirat Arab (UEA) dan Qatar untuk Aceh dan Ambon. UEA mengirim
bantuan berupa beras, minyak, dan mi instan senilai 100.000
dollar AS di samping 300 juta kilogram buah kurma senilai satu
juta dollar AS. Qatar menyalurkan bantuan serupa senilai 500.000
dollar AS. Kuwait sepulang Menlu dari luar negeri tanggal 23-24
Juni juga akan menyalurkan bantuan. Kuasa Usaha Qatar Yousef
Hassan mengatakan, Pemerintah Qatar mendukung Papua tetap menjadi
bagian dari Indonesia. "Kami berharap kondisi di sana segera
pulih kembali," ujarnya.

Tanggung jawab

Sementara itu, menanggapi hasil Kongres Rakyat Papua, Ketua
Komisi A DPRD Papua Adolf Gim Perangin di Jayapura, mengatakan,
elite politik Papua harus bertanggung jawab kepada rakyat Papua,
karena mereka telah membangun harapan-harapan semu bagi rakyat
dengan sejumlah janji.

Ia menambahkan, saat ini, beberapa daerah di pedalaman Papua
seperti Timika, Biak, Puncak Jaya, dan Waena, elite politik Papua
sedang mensosialisasikan hasil Kongres Papua. Situasi ini akan
menimbulkan benturan-benturan antara kelompok masyarakat di
lapangan.

Menurut Perangin, hanya segelintir orang yang mengambil
keuntungan dari proses-proses perjuangan aspirasi itu. Masyarakat
kecil tidak mendapatkan apa-apa, bahkan semakin menderita.

Perjuangan elite politik, kata Perangin, merupakan proses
pembodohan masyarakat. Proses pembodohan seperti itu juga
dilakukan oleh partai-partai politik saat kampanye partai peserta
pemilu di Papua.

"Mereka menggiring rakyat yang sedang dalam kondisi kemiskinan
dan keterbelakangan, dengan memberi harapan-harapan dan janji-
janji semu. Mereka membangun sikap militan dari rakyat bawah,
yang pada akhirnya harus berhadapan dengan kekuatan pemerintah,"
tuturnya.

Mengatasi kondisi seperti ini, pemerintah pusat, tingkat I dan
tingkat II harus menyamakan persepsi dan mulai membangun di
kalangan rakyat paling bawah. Memperhatikan elite politik bukan
cara terbaik mengatasi kondisi kemiskinan dan keterbelakangan di
Papua. Karena cara itu hanya menguntungkan elite politik
sedangkan rakyat bawah tetap miskin. (win/kor)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jun 2000 jam 08:17:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke