----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

ISTIQLAL (16/06/2000)# "FORUM UMAT ISLAM BERSATU" DENGAN SUHARTO

Oleh: Abdi Tauhid

        Umumnya yang berdemo ke Cendana ialah untuk menuntut supaya mantan
Presiden Suharto itu diadili atas dosa-dosa yang diperbuatnya selama
32 tahun berkuasa. Umumnya demo-demo ini dikawal ketat oleh aparat
keamanan, agar jangan sampai dapat menemui Suharto di jalan Cendana.
Bentrokan antara pendewo dengan aparat keamanan sering terjadi. Tak
sedikit lagi korban yang berjatuhan di kalangan pendemo, terutama dari
kalangan mahasiswa.
        Tetapi demo kali ini yang ke Cendana lain dari yang lain. Demo yang
diikuti sekitar 500 orang ini, tidak dikawal ketat seperti ketatnya
pengawalan mahasiswa yang berdemo yang berdemo kali ini ialah dari
kalangan yang mengatasnamakan "Forum Umat Islam Bersatu" (FUIB). Demo
FUIB mendatangi Cendana, kediaman bekas Presiden Suharto ini bukan
minta supaya Suharto diadili. Tapi mereka demo untuk  menolak keras
terhadap ajaran komunis.
        "Kami menuntut tolak ajaran komunis, leninisme maupun marxisme. Kita
sama-sama mengetahui bagaimana kejamnya PKI masa lampau", kata Thoha
Syafei, pimpinan rombongan.
        Selain itu, Thoha Syafei menegaskan bahwa usulan Presiden Gus Dur
tentang pencabutan Tap MPRS No XXV/1966 tidak sesuai dengan ajaran
Islam. "Komunis itu sudah jelas tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Untuk itulah, sangat kami sesalkan gagasan Presiden Gus Dur tentang
pencabutan Tap MPRS tentang komunis itu," paparnya.
        Disebutkannya juga bahwa kondisi Indonesia yang masih dilanda krisis
dimana masalah sosial politik dan stabilisasi ekonomi yang kurang
masif, menjadi penyebab mudahnya gejolak sosial. Rakyat masih
menghadapi harga-harga yang membumbung, kok dikejutkan dengan gagasan
mengenai pencabutan Tap MPRS tsb. Ini kan mengejutkan, jelasnya.
        Bila yang hendak mereka kemukakan dalam demo ke Cendana itu,
persoalannya penolakan mereka terhadap gagasan Gus Dur tuk mencabut
Tap MPRS XXV/1966, mengapa mereka tidak berdemo langsung ke Istana
Presiden Gus Dur atau ke DPR/MPR. Mengapa ke Cendana? Apakah Suharto
masih berkuasa untuk menolak gagasan Gus Dur tsb?
        Mereka tidak berdemo ke Gus Dur, karena jawabannya sudah bisa
diperkirakan, yaitu pencabutan Tap MPRS XXV/1966 itu adalah sesuai
dengan Pembukaan UUD 1945, itu adalah untuk menegakkan keadilan dan
hak-hak asasi manusia. Mereka berdemo ke Cendana, sebenarnya lebih
banyak untuk memberitahukan, untuk "melaporkan" kepada Suharto, bahwa
FUIB adalah pendukung Suharto yang menciptakan Tap Iap MPRS XXV/1966
pada 5 Juli 1966 itu. Karena itu FUIB menolak --pencabutannya, seperti
yang menjadi gagasan Gus Dur. Dengan kata lain FUIB hendak mengatakan
kepada Suharto "kita satu".
        Dalam "laporannya" kepada Suharto itu, dikemukakannya PKI itu kejam
di masa lampau. Mereka tidak mau mengatakan siapa sesungguhnya yang
melakukan pembantaian jutaan massa anggota dan simpatisan PKI di tahun
1965/1966 itu? Mereka menuduh PKI kejam, untuk menyembunyikan
kekejamannya sendiri.
        Dalam "laporannya" kepada Suharto juga mereka kemukakan bahwa
pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ajaran
Islam yang mana dimaksud Thoha Syafei itu tidak dijelaskan. Ajaran
menurut isi Al Quran yang sesungguhnya, atau ajaran Islam menurut kaum
mustakbir para tiran angkuh dan kaya? Apakah Tap MPRS itu pengamalan
ajaran Islam?
        Menurut Masdar F. Mas'udi bahwa Al Quran sebagai petunjuk bukan
ditentukan oleh metode atau prosedur pemahamannya, tetapi oleh
komitmen kemanusiaan yang ada pada mufasirnya. Makna Al Quran bagi
Muhammad SAW yang rasul sudah pasti berbeda dengan makna Al Quran bagi
Syafii yang ahli fiqih. Berbeda bagi makna Al Quran bagi Al Farabi
yang filosof, atau Siti Jenar yang mistis, atau Sukarno yang Presiden,
juga bagi Jelan yang hanya seorang pemulung.
        Arti Al Quran bagi masyarakat kelas bawah yang sedang menginginkan
perubahan tentu berbeda dengan makna Al Quran untuk sekelompok manusia
kelas atas yang selalu berusaha mempertahankan keadaan (Kompas,
6/10/92).
        Makna Al Quran mana yang dipegang oleh FUIB ini? Jika berpegangan
kepada "laporan" "FUIB" yang disampaikannya kepada Suharto diatas,
maka diberlakukannya Tap MPES XXV/1966 selama 32 tahun Suharto
berkuasa, berarti itulah menurut ajaran Islam. Padahal
tindakan-tindakan yang dilakukan Suharto selama ia berkuasa adalah
anti demokrasi menginjak-injak hak-hak asasi manusia.
        Tentang pelaksanaan Tap MPRS XXV/1966 selama Suharto berkuasa, yang
anti demokrasi dan menginjak-injak hak-hak asasi manusia, cukup
gamblang dikemukakan Soebadio Sastrosatomo, melalui bukunya "Politik
Dosomuko rezim Orde baru Suharto", yaitu:
l. Kedaulatan rakyat Indonesia dirampas
2. Pancasila dijadikan tameng kekuasaan
3. Hukum dikangkangi
4. Parpol dan Serikat Buruh dipasung
5. Parlemen dikebiri
6. Pers dimandulkan
7. Ekonomi berwajah nepotisme: monopoli-korupsi-kolusi
8. Pendidikan dijinakkan
9. Kebudayaan diseragamkan
lO. Nilai-nilai kemanusiaan di injak-injak.

        Politik dosomuko yang dijalankan rezim Suharto berdssarkan Tap MPRS
XXV/1966 itu, pasti bukan menurut ajaran Islam yang berdasarkan Al
Quran dan Hadits. Sudah tentu itulah ajaran Islam kaum mustakbirin.
        Thoha Syafei, yang memimpin FUIB berdemo ke Cendana itu, mengatakan:
"komunis itu tidak sesuai dengan ajaran Islam". Benar, memang ada
perbedaan antara komunisme dan Islam. Komunisme hanya mempersoalkan
masalah kehidupan di dunia, hanya mempersoalkan hubungan manusia
dengan manusia, setelah manusia ada dan agar tegak keadilan. Persoalan
akhirat adalah masalah hubungan pribadi seseorang dengan Tuhan yang
menciptakannya. Apakah ia akan beriman atau kufur, menjadi tanggung
jawabnya sendiri di akhirat nanti (surat Al Kahfi ayat 29). Sedang
Islam, di samping mempermasalahkan masalah dunia, juga
mempermasalahkan masalah akhirat.
        Akan tapi mengenai ma6alah kehidupan di dunia, banyak titik temu
antara komunisme dan Islam. Thoha Syafei tampaknya tak membaca semua
isi Al Quran, atau membacanya, hanya sebagian diingkarinya. Jika ia
membaca dan tidak mengingkarinya, tentu ia akan mengakui banyak titik
temu antara komunisme dan Islam. Di antara titik temu yang pokok ialah
sama-sama melawan kapitalisme, sama-sama mau ke sosialisme, sama-sama
menuju masyarakat tanpa kelas.

Berikut titik-titik Pertemuan tsb:
a. Sama-sama Anti Kapitalisme
        Tentang komunisme anti kapitalisme tidak bersuluh batang pisang lagi,
tetapi telah bersuluh matahari. Sesungguhnya Islam juga anti
kapitalisme. bacalah surat A1 Humazah( 1-4 ), disana dengan tegas
mengutuk orang-orang yang menumpuk-numpuk harta. Dan orang-orang yang
menumpuk harta itu adalah kaum kapitalis. Harta yang diperolehnya
secara tiada sah (secara batil), misalnya melalui menghisap tenaga
kerja kaum buruh.
        Mengenai Islam menentang kapitalisme ini, dengarlah apa yang
dikatakan HOS Tjokroaminoto, melalui buku yang ditulisnya pada tahun
1924 di Mataram, yang berjudul "Islam dan sosialisme". Inilah di
antara yang dikatakan HOS Tjokroaminoto tsb:
"Menghisap keringatnya orang-orang yang bekerja, memakan hasil
pekerjaanya lain orang, tidak memberikan bahagiaan keuntungan yang
semestinya (dengan seharusnya) menjadi bahagiaan lain orang yang turut
bekerja mengeluarkan keuntungan itu, semua perbuatan yang serupa ini
(oleh Kar Marx) disebut memakan keuntungan "meerwaarde") adalah
dilarang dengar sekeras-kerasnya oleh agama Islam, karena itulah
perbuatan memakan "riba" belaka. Dengan begitu maka nyatalah, agama
Islam memerangi kapitalisme sampai pada "akarnya", membunuh
kapitalisme mulai daripada "benihnya", oleh karena pertama-tama sekali
yang menjadi dasarnya kapitalisme, yaitu memakan keuntungan
"meerwaarde" sepanjang pahamnya Karl Marx dan "memakan riba" sepanjang
pahamnya Islam"( pen. Bulan Bintang, Jkt, 1954, hal:l7). Jadi,
komunisme dan Islam sama-sama memerangi kapitalisme.

b. Sama-sama Mau ke Sosialisme
        Demikian juga tentang komunisme mau ke sosialisme, sebagai tingkat
rendah dari masyarakat komunis, juga sudah menjadi pengetahuan umum.
Islam pun demikian. Bacalah Al Qashashs ayat 5-6. Di sana dengan tegas
dikatakan janji Tuhan untuk menjadikan kaum tertindas dan miskin
(mustadafhin atau dhuafa) sebagai pemimpin di bumi dan mewarisi bumi.
Bila kaum mustadafhin telah menjadi pemimpin di bumi, itu berarti
sosialisme Islam telah tegak. Kaum mustakbirin tidak punya peluang
lagi untuk melakukan penindasan atau penghisapan atas kaum
mustadafhin.
        Tentang Islam juga mau ke sosialisme, juga telah dikemukakan oleh H.
Agusalim dalam Kongres Nasional VI SI, bulan Oktober 1921 di Surabaya.
Menurut H. Agusalim bahwa Nabi Muhammad Saw sudah mengajarkan
sosialisme sejak seribu dua ratus tahun sebelum Karl Marx (G.30-S
pemberontakan PKI, pen. Sekneg, 1994, hal: 11).
        Sedang menurut Syafruddin Prawiranegara dalam buku kecilnya "Politik
dan Revolusi Kita", Yogyakarta, 1948, bahwa "Apabila unsur-unsur
sosialisme tidak ada, revolusi Indonesia tidak ada artinya bagi kami,
karena ia tidak memberikan harapan baru kepada kami". Bersama-sama
dengan para pemimpin partai lain, ia menganggap pasal 33 UUD 45
sebagai pernyataan  sosialisme" (Asvi Warman Adam, dalam Kompas
17/4/97). Cukup jelas tentang komunisme dan Islam sama-sama mau ke
sosialisme.

c. Sama-sama Menuju Masyaraket Tanpa Kelas
        Komunisme dan Islamisme tidak saja sama-sama anti kapitalisme,
sama-sama mau ke sosialisme, tetapi juga sama-sama menuju suatu
masyarakat tanpa kelas, yang di dalam istilah marxis "masyarakat
komunis", dan dalam istilah Islam, seperti dikemukakan Mansur Fakih,
ialah "masyarakat tauhidi".
        Jelasnya apa yang dikatakan Mansur Fakih tsb ialah: "Doktrin tauhid
adalah tema pokok setiap teologi dalam Islam. Tauhid dalam perspektif
"teologi kaum tertindas" lebih ditekankan kepada keesaan umat manusia.
Dengan kata lain doktrin tauhid menolak segenap bentuk diskriminasi
dalam bentuk warna kulit, kasta ataupun kelas. Konsep masyarakat
tauhidi adalah suatu konsep penciptaan masyarakat tanpa kelas"
(Mencari teologi kaum tertindas, dalam buku refleksi pembaharuan
pemikiran Islam, 1989, hal: 175). Masyarakat tauhidi itu lah yang
dimaksud surat Al Mukninun ayat 52, disebutkan sebagai umatku yang
satu.
        Bertolak dari titik-temu komunisme dan Islam itu, sebaiknya Thoha
Syafei dengan FUIB nya membaca surat Al Baqarah ayat 85, yaitu "adakah
kamu percaya kepada sebagian Kitab dan ingkar akan sebagiannya? maka
tiadalah balasan bagi orang yang memperbuat demikian di antaramu,
melainkan kehinaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka
dimasukkan ke dalam siksaan yang keras. Allah tiada lalai dari apa-apa
yang kamu kerjakan."
        Ya, pintu untuk memeriksa diri bagi Thoha Syafei masih terbuka.
Memang umat Islam terbelah dalam menghadapi Suharto. Ada yang
mendukungnya dan ada yang menentangnya. FUIB tampaknya termasuk yang
mendukungnya. Mungkin FUIB ini dulu termasuk dalam "kelompok doa
bersama". Kelompok doa bersama itu, menurut Ridwan Saidi, tokoh
Masyumi, adalah kelompok tokoh umat yang menggiring umat Islam untuk
pejah-gesang nderek Suharto. Waktu itu dimotori oleh MUI. Dulu
kelompok itu selalu berdoa, agar Suharto tetap sehat saja. Agar
Suharto memimpin bangsa ini selama-lamanya. Setelah Suharto lengser
keprabon, kelompok doa bersama mendukung Habibie. Kekhasan mereka
selalu menggunakan label-label Islam. Tokoh-tokoh doa bersama banyak
bercokol di ICMI. Sedang Said Agil Siradj mengatakan dirinya sama
dengan Suharto, tapi bukan se iman.***

- --------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Jun 2000 jam 06:23:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke