----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

MAYJEN ALBERT INKIRIWANG CALON PANGKOSTRAD

        JAKARTA, (TNI Watch! 16/6/2000). Dalam mutasi TNI kali ini, jabatan
yang paling banyak disorot adalah posisi Pangkostrad. Selain jabatan
yang strategis, Pangkostrad saat ini kebetulan juga seorang perwira
yang sedang jadi sorotan, yaitu Letjen TNI Agus Wirahadikusumah.
Pertanyaan yang kerap diajukan: apakah Letjen Agus WK akan dicopot
sebagai Pangkostrad?

        Sebenarnya kemungkinan penggantian Letjen Agus WK sebagai
Pangkostrad, kecil sekali. Namun bisa dipahami kalau perhatian
masyarakat mengarah ke pertanyaan tersebut. Itu bisa dihubungkan
dengan perjalanan karir Letjen Agus WK yang melesat bak meteor.

        Guna mengantisipasi segala kemungkinan, kini di kalangan Mabes
TNI-AD, ada perwira tinggi yang sedang disebut-sebut, untuk menjadi
Pangkostrad kelak. Perwira dimaksud adalah Mayjen TNI Albert
Inkiriwang, yang kini masih menjabat Pangdam VIII/Trikora,
berkedudukan di Jayapura.

        Mayjen Albert Inkiriwang ini sejak lama dijagokan sebagai
Pangkostrad, jauh sebelum nama Letjen Agus WK muncul. Nama Mayjen
Albert sempat naik-turun, karena faktor agama. Kebetulan Mayjen Albert
Inkiriwang beragama Kristen Protestan. Promosi yang selalu
tertunda-tunda bagi Mayjen Albert Inkiriwang, disebabkan adanya
tenggang rasa dengan kekuatan Islam, terutama "Poros Tengah".

        Namun kalau untuk membentuk postur Angkatan Darat yang profesional
dan tangguh, sebaiknya pertimbangannya pada kecapakan perwira
bersangkutan, bukan karena faktor agamanya. Karena agama adalah urusan
pribadi masing-masing perwira. Kalau agama jadi pertimbangan, tentu
saja itu kurang fair. Karena nanti akan terjadi, kepemimpinan TNI
senantiasa diisi perwira beragama tertentu, sedang perwira yang
menganut agama tertentu, kurang mendapat kesempatan.

        Meski sudah disebut-sebut sebagai calon kuat, penempatan Mayjen
Albert Inkiriwang sebagai Pangkostrad bukanlah untuk waktu sekarang,
namun untuk mutasi sekitar setahun mendatang. Untuk saat-saat ini
Pangkostrad tetap dijabat oleh Letjen Agus WK, dan Mayjen Albert
Inkiriwang tetap di posnya di Jayapura.

        Dalam rangkaian mutasi kali ini, Letjen TNI Agus WK memang tidak
digeser. Namun sahabat dekatnya, yang namanya selalu dihubungkan
dengan "Dokumen Bulak Rantai", yakni Mayjen TNI Saurip Kadi, harus
lengser dari jabatannya selaku Aster KASAD. Posisinya digantikan
Mayjen TNI Sang Nyoman Suwisma, yang kini masih menjabat Kas Kostrad.

        Digusurnya Mayjen TNI Saurip Kadi, tak bisa dilepaskan dari kasus
"Dokumen Bulak Rantai" yang menghebohkan itu. Digusurnya Mayjen TNI
Saurip Kadi merupakan "kompensasi" atas tidak digesernya Letjen Agus
WK. Dengan kata lain, Saurip Kadi "pasang badan" untuk Agus WK.

        Ada dua hipotesa menyangkut tidak digusurnya Letjen TNI Agus WK, dan
pada saat yang sama digusurnya Mayjen TNI Saurip Kadi. Kedua hipotesa
tersebut berdasar pada asumsi yang sama, bahwa "Dokumen Bulak Rantai"
adalah palsu, atau sebut saja selebaran gelap.

        Hipotesa pertama, karena dokumen itu palsu adanya, maka pimpinan TNI
masih percaya pada integritas Letjen Agus WK. Oleh karenanya Letjen
Agus WK tetap pada posisinya sebagai Pangkostrad. Hipotesa pertama ini
berdasar perkiraan, dokumen itu direkayasa oleh sebuah "konspirasi"
yang tidak jelas.

        Hipotesa kedua, Mayjen TNI Saurip Kadi sengaja digusur, untuk memberi
"pelajaran" pada "Kelompok Agus WK", agar jangan terlalu kencang dalam
berpolitik. Karena ada perkiraan begini, dokumen itu memang rekayasa
"Kelompok Agus WK". Dokumen itu dibuat sedemikian rupa, agar
seolah-olah "Kelompok Agus WK" terpojok. Dengan cara begitu, mereka
justru akan meraih simpati publik, sebagaimana yang sekarang terjadi.
***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku
TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia
yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya.
Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi
bersama-sama.

- --------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Jun 2000 jam 07:08:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke