----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

RSU TERNATE DAN RS BETHESDA TOBELO PENUH KORBAN KERUSUHAN

        TERNATE, (SiaR, 21/6/2000). Ribuan orang bentrok di Halmahera, Maluku
Utara menyebabkan korban sementara adalah 117 orang tewas, 50 orang
luka berat, 20 orang luka ringan, 292 rumah penduduk dan satu tempat
ibadah rusak terbakar. Kebanyakan korban adalah pengungsi di desa
Duma, Galela, Halmahera Utara. Ribuan orang, sebagian besar diduga
keras adalah anggota Laskar Jihad Ahlus Sunah Waljamaah dari
Yogyakarta dan Jawa Tengah, bertikai dengan kelompok Kristen yang
merupakan warga minoritas di Halmahera Utara.

        Rumah Sakit Umum (RSU) Ternate dan Rumah Sakit (RS) Bethesda milik
Sinode Gereja Tobelo, Pulau Halmahera, Kabupaten Maluku Utara, kembali
dipenuhi korban kerusuhan. Sedikitnya 70 korban luka berat dan ringan
sementara dirawat di RS Bethesda, sedangkan 48 lainnya dievakuasi ke
RSU Ternate.

        Perwira Operasi Satgas Operasi Pemulihan Keamanan Maluku Utara, Mayor
Inf Puguh menyatakan, pasukan dari Batalyon 512/Brawijaya yang
bertugas mengamankan kawasan Halmahera Utara, khususnya Kecamatan
Tobelo dan Galela, kewalahan akibat jumlah kelompok yang bertikai
mencapai ribuan orang. Ini juga dikemukakan Dan Satgas Operasi
Pemulihan Keamanan Maluku Utara, Kol Inf Sutrisno yang bersama-sama
Bupati Maluku Utara M. Said dan anggota DPRD setempat meninjau
langsung lokasi pertikaian. Menurut Said, kalau konflik tidak segera
diakhiri, korban akan terus berjatuhan, sekaligus menghambat rencana
pemulangan pengungsi yang telah diumumkan Gubernur Maluku Utara, Muhyi
Effendie, Mei lalu.

        Situasi keamanan di kawasan Halmahera Utara, terutama di Tobelo dan
Galela hingga saat ini dilaporkan masih mencekam, aktivitas
pemerintahan dan perekonomian macet total, termasuk terganggunya
kegiatan belajar-mengajar di kedua kecamatan tersebut.

        Sekretaris Majelis Pekerja Sinode Gereja Injili Halmahera di Tobelo,
Pdt S.S. Duan mendesak pemerintah pusat, KPP HAM Maluku dan Maluku
Utara, serta Pangdam/XVI Pattimura secepat mungkin mempertemukan
tokoh-tokoh agama kedua pihak, sehingga pertikaian bisa segera
dihentikan. "Biarlah umat Islam dan Kristen di Tobelo, Kao, Galela,
dan Morotai dibantu pemerintah dan TNI, menyelesaikan masalahnya
sendiri tanpa melibatkan orang luar," ujarnya. ***

- ----------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Jun 2000 jam 19:25:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke