----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

TENTANG BRIGJEN TNI AMIRUL ISNAENI

        JAKARTA, (TNI Watch! 21/6/2000). Brigjen TNI Amirul Isnaini, Wakil
Asisten Pengamanan (Waaspam) KSAD, dipromosikan jadi Komandan Jendral
(Danjen) Kopassus menggantikan Mayjen TNI Syahrir MS yang naik jabatan
jadi Asisten Operasi KSAD. Sebentar lagi, bintang di pundak Amir,
demikian ia biasa dipanggil, akan bertambah satu lagi. Menantu Letjen
TNI (Purn) Soeprapto, mantan Gubernur DKI Jakarta (mantan Gubernur DKI
1982-1987) ini memang orang Kopassus. Tampaknya, bintangnya akan terus
bersinar.

        Namun, bagaimana rapor Amir sebagai tentara? Karir militer Amir,
bagaimanapun membuat tangannya banyak bersimbah darah. Sebagai
Komandan Jaring Merah II, Amir yang masih berpangkat Letnan Kolonel
(jabatan resminya kala itu Asistel Kopassus), ia tak bisa melepaskan
diri dari tanggungjawab terhadap pembantaian warga sipil di Aceh.
Kendati, seorang perwira Kopassus lainnya dengan bangga menulis
"Tepatnya tanggal 16 Desember 1992, pukul 11.00 WIB, Dan Kolakops,
Kolonel Inf Syarwan Hamid, beserta Dan Satgas Jaring Merah II Letkol
Inf Amirul Isnaeni dengan menggunakan Helly Bolco,  turun ke tempat
kejadian sambil memberi selamat dan membawa serta mayat Panglima Wakil
Wali Negara Islam Aceh Merdeka." Petikan informasi ini dicuplik dari
tulisan Kapten Inf Handy Geniardi, seorang komandan tim Kopassus yang
pernah berdinas di Aceh.

        Tulisan Handy berjudul: "Pengalaman Operasi Intelijen di Aceh" dimuat
di
majalah internal Markas Komando Kopassus, BARET MERAH, Februari 1998.
Handy
Geniardi adalah salah satu dari sekian banyak perwira Kopassus yang
diterjunkan ke Aceh sejak Operasi Jaring Merah I untuk melakukan
operasi
intelijen membasmi Gerakan Aceh Merdeka. Tulisan itu adalah pengalaman
Handy
menyergap dan akhirnya membunuh Keucik Umar Ibrahim, Panglima Wakil
Wali
Negara Islam Aceh Merdeka.

        Keterlibatan Amir di Aceh ini, menurut Koordinator Kontras, Munir SH,
membuat perwira Kopassus itu layak diperiksa dan diajukan ke
pengadilan karena kasus-kasus kejahatan terhadap kemanusiaan di Aceh
semasa wilayah itu menjadi daerah operasi militer.

        Amir, lulusan Akmil 1975, namanya kemudian dikenal luas sebagai
Wakil Panglima Daerah Darurat Militer Timor Timur berpangkat brigjen.
Amir memang perwira intelijen, jadi wajar kalau tidak dikenal. Namun,
warga Purwokerto, Jawa Tengah, sebagaimana warga Lhokseumawe, pernah
mengenal perwira ini karena ia pernah menjadi Komandan Korem
Purwokerto. Namun, sebelum itu, Amir dikenal warga Dili dan Timor
Timur pada umumnya karena ia sempat menjabat Komandan Satgas Intelijen
(SGI) Kopassus di wilayah itu pada 1995. Amir menggantikan seorang
perwira Kopassus lainnya, Kolonel Inf Sugiarto. SGI di Timtim di masa
pendudukan Indonesia dikenal kejam, tukang siksa dan tukang bunuh.

        Dengan pengalaman di dua wilayah operasi itu, di mana TNI banyak
melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, layakkah Brigjen TNI Amirul
Isnaeni menjadi Komandan Kopassus? ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku
TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia
yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya.
Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi
bersama-sama.

- ----------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Jun 2000 jam 19:44:36 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke