----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 21/III/19-25 Juni 2000
================================================

ZAKEN KABINET ATAU KOMPROMI

(POLITIK): Gus Dur berjanji susun kabinet yang solid. Sayangnya, jalan
kompromi masih tak terhindarkan.

Seperti sudah menjadi ritual, setiap kali Gus Dur ke luar negeri,
pasti terjadi perombakan kabinet. Setelah Hamzah Haz, Jusuf Kalla,
Laksamana Sukardi, Jenderal Wiranto, Ali Rahman dan Bondan Gunawan,
kini sejumlah nama segera menyusul masuk daftar ganti pos Kabinet
Persatuan Nasional. Kali ini, pergantian kabinet, kabarnya, bakal
lebih besar-besaran. Gus Dur sendiri yang menyampaikan rencana itu
dalam lawatannya ke Teheran, Iran (15/6) lalu. Presiden bahkan mengaku
telah mendapatkan "mandat" dari tiga partai besar pemenang pemilu,
yaitu PDI-P, Partai Golkar dan PKB untuk melakukan perombakan tanpa
harus mempertimbangkan asal partai dari para menteri baru nanti.
"Mereka sepakat, bahwa urusan ganti-mengganti menteri sepenuhnya
adalah urusan presiden. Dan mereka mempersilakan presiden melakukan
reshuffle kabinet," ungkap Gus Dur pada sejumlah pengusaha Iran.

Kendati Gus Dur tak mengumumkan ke publik, namun sudah bukan rahasia
lagi bahwa keputusan perombakan kabinet ini terjadi karena desakan
PDI-P dan Golkar. Kedua partai ini memiliki posisi tawar yang lebih
baik terhadap Gus Dur sejak muncul desakan dari berbagai pihak
- --khususnya Poros Tengah-- untuk menggeser posisi presiden pada
Agustus mendatang. Tadinya, PDI-P dan Golkar yang kecewa pada berbagai
ulah kontroversial Gus Dur, sempat berpikir untuk mendongkel Gus Dur.
Namun, belakangan, dengan berbagai pertimbangan (baca juga artikel
Menyoal Kesehatan Gus Dur di media ini), mereka lebih memilih untuk
mendesak Gus Dur melakukan perombakan kabinet, ketimbang mengganti
kepala pemerintahan.

Para elit kedua partai itu, khususnya PDI-P, meminta supaya perombakan
yang dilakukan benar-benar total. Bukan sekedar perampingan atau
pergantian beberapa menteri saja. Dengan begitu, mereka berharap,
kabinet hasil reshuffle itu akan menghasilkan komposisi yang
benar-benar profesional dan tidak terjebak pada vested interest
masing-masing partai politiknya. DPP PDI-P sendiri secara sistematis
berusaha melakukan evaluasi tentang kelemahan serta kekuatan kabinet
selama ini melalui analisis SWOT. Nama-nama seperti Heri Akhmadi, Roy
BB Janis, Arifin Panigoro dan Sekjen PDI-P Soetjipto Anung, dikabarkan
rutin melakukan pertemuan di markas PDI-P di Lenteng Agung untuk
menyiapkan struktur kabinet profesional versi mereka.

Meskipun demikian, ada keraguan terhadap komitmen PDI-P untuk
menghasilkan kabinet yang profesional. Seorang pengamat misalnya,
sulit percaya PDI-P tak mau memanfaatkan posisi tawarnya yang kuat
terhadap Gus Dur untuk meminta pos tertentu dalam kabinet. "Setahu
saya, selain pos kementerian di kabinet, PDI-P berniat mengajukan nama
Laksamana Sukardi sebagai ganti Syahril Sabirin di kursi gubernur Bank
Indonesia," ujar sumber tadi. Wakil Sekjen PDI-P, Pramono Anung, juga
mengisyaratkan tentang perlunya sejumlah kursi di kabinet, khususnya
untuk pos-pos non ekonomi, untuk diserahkan pada partai politik.
"Jangan ada kesan, presiden memimpin tanpa dukungan dari realitas
politik yang ada," ujar Anung dikutip Semanggi.

Sejumlah nama, kini telah disebut-sebut akan dicopot dan digantikan
dengan yang baru. Misalnya, Jaksa Agung Marzuki Darusman, yang
kemungkinan diganti oleh koleganya semasa di Komnas HAM, Baharuddin
Lopa. Kiki, panggilan akrab Marzuki yang lebih dikenal pintar
berdiplomasi, kabarnya akan mengisi posisi Alwi Shihab yang bakal
menjadi Sekretaris Negara. Nama lain yang dijagokan mengisi posisi
Jaksa Agung adalah Marsilam Simanjuntak, yang sekarang menjabat
sebagai Sekretaris Kabinet sekaligus penasihat tak resmi Gus Dur dalam
berbagai soal hukum. Kwik Kian Gie pun kemungkinan bakal dicopot dari
jabatan Menko Ekuin dan digantikan dengan Kepala Bulog, Rizal Ramli.
Begitu pula, dengan Menkeu Bambang Sudibyo, yang belum jelas siapa
bakal penggantinya. Nama lain yang kemungkinan bakal dicopot antara
lain adalah Menkumdang Yusril Ihza Mahendra, Menaker Bomer Pasaribu,
Menristek AS Hikam serta Menperta M. Prakosa.

Sementara itu, beberapa pos kementerian kemungkinan bakal dihapuskan,
sesuai dengan keinginan untuk merampingkan kabinet menjadi antara 17
hingga 21 pos saja. Beberapa pos yang bakal hilang itu antara lain,
Meneg Urusan Perempuan yang kini dijabat oleh Khofifah Indar
Parawansa, Meneg Otonomi Daerah yang dijabat Ryaas Rasyid, Meneg
Urusan HAM yang dijabat Hasballah M. Saad serta Meneg Urusan
Kemasyarakatan yang dipegang oleh Anak Agung Gde Agung.

Yang menarik, pos-pos yang dikuasai para jenderal tak akan diutak-atik
oleh Gus Dur. Mulai dari Menko Polkam Surjadi Sudirdja, Menhub Agum
Gumelar, Mentamben Susilo Bambang Yudhoyono, Men-PAN Fredy Numberi
serta Menperindag Luhut Panjaitan. Ada yang menganggap, ini bagian
dari strategi Gus Dur untuk tetap memperoleh dukungan kuat dari
militer. Ada pula yang melihat, peran para jenderal itu cukup penting
untuk memberantas KKN di berbagai departemen basah itu. Entah mana
yang benar. Yang jelas, ide untuk menyusun zaken kabinet, tidak bisa
dipenuhi 100% dengan adanya kenyataan ini.

Dalam situasi sekarang, sudah untung bila para menteri yang ditunjuk
dapat bekerja sama sebagai satu tim yang solid. Justru tugas Gus Dur
kelak, adalah memastikan para menterinya bekerja secara profesional
untuk menghasilkan kinerja politik yang harmonis menuju kebangkitan
Indonesia dari krisis. Itu tak mungkin dilakukan bila Gus Dur masih
terus berulah kontroversial --apalagi kembali menggonta-ganti kabinet.
(*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Jun 2000 jam 06:10:53 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke