---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 22/III/26 Juni-2 Juli 2000 ================================================ POLITIK PENAHANAN SYAHRIL (PERISTIWA): Setelah Syahril ditahan, rupiah melemah, tapi harga saham malah naik. Ada indikasi AS dukung apapun putusan Gus Dur. Berita terbesar pekan lalu: Syahril Sabirin ditahan. Tak ada yang menyangka prosesnya akan secepat itu. Keruan saja, peristiwa ini mengundang sikap pro dan kontra di berbagai kalangan masyarakat. Ketua MPR Amien Rais, yang belakangan sering mengeluarkan pernyataan keras pada pemerintah, langsung mengecam. "Sekali lagi, supremasi hukum telah menjadi subordinasi permainan politik," ujar Amien pada pers. Menurut Amien, ada orang-orang lain yang lebih pantas ditahan ketimbang Syahril. "Syahril mungkin saja bertanggungjawab sebesar 1% terhadap kasus ini. Tapi, jika mereka yang mencuri uang rakyat bebas berkeliaran, itu artinya hukum tak berguna." Kecaman senada juga datang dari Ketua DPR Akbar Tanjung yang sejak awal mendukung Syahril Sabirin sebagai Gubernur BI. Bagi Akbar, alasan penahanan Syahril, karena kekhawatiran ia bisa kabur, menghapuskan barang bukti atau melakukan kejahatan lainnya, terlalu berlebihan dan tak tepat. Akbar menunjuk fakta bahwa Syahril bersedia bekerja sama dengan pihak penyidik ketika ia diinterogasi. Jaksa Agung Marzuki Darusman, sebaliknya, merasa bahwa bukti-bukti untuk menyeret Syahril ke ruang tahanan Kejaksaan Agung sudah cukup kuat. Menurut Marzuki, para penyidik telah menemukan bukti terjadinya kejahatan korupsi yang dilakukan Syahril. Keputusan Syahril memerintahkan pembayaran dana Bank Bali --untuk kepentingan PT Era Giat Prima yang punya hubungan erat dengan kegiatan Golkar-- tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu, adalah salah satu bukti. Kendati demikian, penahanan Syahril Sabirin, bukan rahasia lagi, adalah cermin pertarungan politik tingkat tinggi. Beberapa waktu lalu, misalnya, Syahril terang-terangan mengungkap tawaran yang dilakukan Gus Dur padanya, yaitu mundur dari jabatan Gubernur BI dan menjadi duta besar atau dijadikan tersangka kasus Bank Bali. Syahril sendiri bukanlah malaikat. Mantan wakil dirut Bank Bali Firman Soetjahya, dalam keterangannya sebagai saksi di pengadilan, mengakui Syahril Sabirin ikut hadir dalam rapat untuk mengucurkan dana Bank Bali di Hotel Mulia, Senayan. Sejumlah sumber juga pernah mengungkap keterlibatan Syahril dalam pemalsuan uang rupiah di masa kepemimpinan BJ Habibie. Meskipun begitu, tetap saja jadi kejanggalan, bila dalam kasus Bank Bali, hanya Syahril yang ditahan, sementara para pelaku utamanya bebas berkeliaran. Itu mengapa kasus ini disebut sarat muatan politik. Siaran pers BI yang ditandatangani Deputi Senior Anwar Nasution menyebut penahanan Syahril akan mempengaruhi pasar. Sebelumnya, Dewan Gubernur BI pun telah mengeluarkan pernyataan bahwa penahanan tersebut bisa mempengaruhi ketenangan moneter, ekonomi dan masyarakat. Hal ini dibantah oleh Menko Ekuin Kwik Kian Gie. Kinerja BI tidak akan terganggu, menurut Kwik, karena kebijakan dan keputusan yang diambil BI bisa dilanjutkan para deputinya. Ia juga menolak prediksi para pelaku pasar uang yang menyatakan rupiah bisa merosot menjadi Rp9.000 per dolar AS, jika penahanan Syahril dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas. "Dimanapun juga, pada sistem devisa bebas, pasti ada naik turun mata uang." Malah menurut Kwik indikator ekonomi makro saat ini cukup bagus. Investasi naik 11,7%, ekspor non-migas naik, impor bahan baku dan penolong juga naik. "Kalau tanya pada lima ekonom, pasti jawabannya akan sama," tambahnya lagi. Lantas bagaimana reaksi pasar? Sulit menilainya. Di pasar uang spot antar bank Jakarta, pada Kamis (21/6) lalu, rupiah melemah menembus level Rp8.700-an per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya yang berkisar antara Rp8.650-Rp8.660 per dolar AS. Sebuah rekor terendah dalam 13 bulan terakhir. Anehnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta pada transaksi hari yang sama naik menembus batas psikis 500 --hal yang tadinya diragukan bisa dicapai dalam beberapa bulan mendatang. IHSG sempat menyentuh level tertinggi hari itu pada posisi 504,408 sebelum ditutup pada 501,809. Sepertinya tak ada hubungan antara penahanan Syahril dengan reaksi pasar. Namun, muncul kecurigaan adanya campur tangan secara langsung maupun secara "pasif" yang berusaha mempengaruhi pasar. BI misalnya, dicurigai sengaja membiarkan rupiah terjun bebas --bukannya mencegahnya jatuh-- karena sakit hati terhadap pemerintah. Di lain pihak, ada indikasi investor tertentu sengaja mem-back up kebijakan yang diambil pemerintah. Kepergian Gus Dur ke negeri Paman Sam untuk bertemu Presiden Bill Clinton beberapa waktu lalu, diyakini seorang sumber sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan pada keputusan yang diambilnya ini. Clinton memang dengan mudah bisa mempengaruhi para investor di negaranya untuk menopang keputusan politik Gus Dur. Lihat saja, pada hari Kamis itu, Dubes AS untuk Indonesia Robert Gelbard memberi pernyataan bahwa apa yang dilakukan Gus Dur sudah benar. Pada saat yang sama pula, koran raksasa hasil kongsi The Washington Post dan The New York Times, yaitu International Herald Tribune menurunkan artikel bernada sangat membela Gus Dur, "Pessimism Over Indonesia's Wahid Is Exaggerated" (lihat artikel "Pesimisme Pada Gus Dur Berlebihan"). Ini memang pertarungan tingkat tinggi. Tak usah dinilai dari segi etis. Barangkali, ada baiknya juga Syahril ditahan. Ini jadi petaka bila pelaku KKN dibiarkan bebas berkeliaran. Hukum kok pilih kasih. (*) ========================================================= Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - -------------------------------- SiaR WEBSITE: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Jun 2000 jam 05:32:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
