----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 22/III/26 Juni-2 Juli 2000
================================================

SOS DI AMBON

(POLITIK): Kondisi keamanan di Ambon semakin tidak menentu. Aparat
keamanan justru gontok-gontokan sendiri.

Markas Brimob Maluku telah berhasil dibumihanguskan (22/6). Namun itu
belum memuaskan pasukan jihad. Karenanya, mereka terus menyerang
pemukiman-pemukiman Kristen seperti kompleks Universitas Kristen
Indonesia Maluku (UKIM), pemukiman di sekitar Jl. Antony Reebok serta
RS. GPM.  Dalam serangan ini massa perusuh berhasil membakar GPM Sinar
Kasih dan Gereja Katolik Paroki St. Yohanes Maria Vianey yang terletak
dalam kompleks Polres. Selain kompleks UKIM, sebagian gedung Telkom
serta sebuah Kantor Pos dan Giro berhasil dibakar massa. Selain daerah
kota, massa dari Galunggung juga menyerang daerah Hative Kecil-Galala.
Ledakan kerusuhan di wilayah Perigi Lima-Talake-Batu Gantung (22/6)
merupakan tahapan ketiga. Provokasi pertama terjadi di Tantui.

Sedangkan provokasi panggilan jihad di mesjid raya sebagai tahapan
kedua. Menurut informasi, daerah-daerah yang digempur kali ini adalah
wilayah basis warga Kristen yang selama  kerusuhan di tahun 1999
menjadi daerah blokade utama serangan muslim. Wilayah ini juga
merupakan benteng pertahanan  wilayah Kota Ambon. Sebab, ada dua
wilayah Utama Kristen yang harus ditaklukan pihak Muslim apabila ingin
menguasai sepenuhnya kota Ambon yakni: kawasan Perigi Lima-Batu
Gantung-Air Salobar, kawasan Mardika. Selama kerusuhan tahun
1999-2000, kawasan Mardika belum berhasil ditaklukan begitupun pula
kawasan Perigi Lima dan sekitarnya. Jika kawasan Mardika berhasil
dikuasai, itu  berarti jalan masuk menuju kota Ambon dari sejumlah
kantong-kantong muslim menjadi lancar.

Juga, apabila kawasan Perigi-Lima (kawasan Polisi)-Batu
Gantung-Airsalobar berhasil dikuasai, maka jalur suplai bantuan dari
pihak Kristen ke dalam Kota berhasil diputuskan. Dengan hancurnya dua
daerah pertahanan Kristen ini maka operasi genocide ataupun
marginalisasi warga Kristen di sejumlah tempat untuk keluar baik di
kawasan kota maupun pinggiran kota Ambon (bahkan pula dari pulau
Ambon) mudah dilakukan (seperti yang terjadi di pulau Buru utara dan
Banda.

Sebuah analisis mengatakan, keberhasilan pihak muslim kali ini sangat
ditentukan oleh dukungan senjata dan amunisi yang luar biasa. Sebelum
adanya suplai senjata dalam kontainer untuk laskar Jihad, upaya
penetrasi ke wilayah Perigi Lima-Talake selalu gagal. Namun setelah
adanya pelontar bom, granat senjata organik, yang disuplai dengan
sejumlah kontainer bagi Laskar Jihad, serangan mereka semakin efektif.
Tak heran bila mereka hanya membutuhkan beberapa jam untuk
membumihanguskan kompleks UKIM dari arah laut dengan pelontar bomnya
tanpa perlu memobilisasi massa.

Di sisi lain, blokade pihak warga Kristen terhadap gempuran artileri
Laskar Jihad tidak berarti apa-apa karena ketiadaaan dukungan senjata
dan amunisi. Itu berarti bahwa apabila daerah Batu Gantung dan Air
Salobar berhasil dikuasai  maka bisa diramalkan jalur Mardika akan
dilicinkan pula. Keberhasilan serangan Laskar Jihad kali ini bukan
karena kekuatan jumlah massa melainkan karena kekuatan persenjataan
mereka.

Apa yang terjadi dengan aparat keamanan? Bukan cerita baru lagi bahwa
perseteruan antara satuan keamanan di lapangan merupakan salah satu
faktor yang memicu dan mempekeruh suasana. Dengan porak-porandanya dua
wilayah Polisi, ketegangan dan perang di antara satuan keamanan
semakin kuat, apalagi peluru yang menewaskan Wadansat Brimob berhasil
diidentifikasi sebagai peluru organik. Menguatnya perseteruan ini
tentunya akan menguntungkan pihak perusuh sebab pengendalian situasi
keamanan wilayah akan jadi kacau. Dengan demikian operasi penghancuran
daerah blokade Kristen akan kian lancar. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- --------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Jun 2000 jam 07:37:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke