---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- MEDECINS SANS FRONTIERS TENTANG MALUKU BRUSSEL, (SiaR, 28/6/2000). Konflik yang selama beberapa tahun terakhir ini terjadi di Maluku bukan sekadar pertentangan agama, namun ada pula unsur perbedaan mendasar di bidang ekonomi dan keseimbangan sosial, demikian laporan Medecins Sans Frontiers (MSF). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemenang Nobel Perdamaian 1999 yang berpusat di Perancis itu pada Selasa petang (27/6) melaporkan, ada ratusan korban konflik yang beberapa hari ini terjadi di Maluku sebagai lanjutan dari pertentangan sebelumnya. Mengutip keterangan relawannya di Maluku, Richard Rowat, MSF mengemukakan, krisis ekonomi di Indonesia dan semakin banyaknya pendatang ke wilayah Maluku agaknya semakin memicu pertentangan di kalangan masyarakat setempat. "Sejak pertengahan Januari 2000, MSF memiliki 10 relawan medis yang selama ini lebih mengutamakan mendirikan pos pertolongan pertama di sekitar kawasan konflik. Prioritas kami untuk memberikan perawatan segera kepada korban pertikaian, selain mengupayakan fasilitas sanitasi dan membantu pengungsi," kata Richard. Ia menyesalkan, kelompok masyarakat yang bertikai di Maluku terlihat semakin tidak dapat menghindari konflik terbuka, sehingga menambah jatuhnya korban. Bahkan, ia menilai, pihak keamanan terkesan mampu menguasai keadaan di Ambon, tetapi tidak untuk semua wilayah Maluku. MSF menilai, masyarakat dunia perlu memberikan bantuan untuk menuntaskan permasalahan di wilayah tersebut. Hingga kini, MSF memiliki jaringan relawan medis di 80 negara dan mereka menempatkan pula relawan untuk bantuan medis dalam bencana gempa bumi di Bengkulu dan Pulau Enggano. Richard dalam laporannya menyatakan, kondisi saling mencurigai di antara pihak yang bertikai di Maluku juga menyulitkan upaya pertolongan bagi korban perkelahian massal. "Sejauh ini hanya ada satu rumah sakit Islam di Ambon, sehingga kalau ada korban muslim tidak ada yang berani dan dianggap bunuh diri jika harus di rawat di rumah sakit Kristen," katanya. *** - -------------------------------------------- SiaR WEBSITE: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Jun 2000 jam 08:53:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
