----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Soal Presiden Akan Periksa Beberapa Tokoh DPR
Amien Tak Yakin Pemerintah Berani

Senin, 3 Juli 2000
SURABAYA - Jawa Pos

Ketua MPR Prof Dr H M. Amien Rais tidak yakin pemerintah memiliki keberanian
untuk menangkap anggota DPR/MPR. Sebab, Presiden Abdurrahman Wahid berbeda
dengan Soeharto.''Gus Dur tidak akan berani melakukan itu karena dia tidak
sekuat Soeharto," kata Amien saat dicegat wartawan di Bandara Juanda sebelum
melakukan perjalanan ke Malang, kemarin.
Seperti diberitakan kemarin, di depan peserta Forum Rembuk Nasional yang
berlangsung di Hotel Kartika Plaza, Kuta, Bali, presiden mengaku telah
menandatangani izin untuk memeriksa anggota DPR/MPR. Mereka adalah
orang-orang yang diduga telah melakukan tindakan melanggar hukum.

Berkaitan dengan pernyataan Presiden Wahid tersebut, Menlu Alwi Shihab yang
mendampinginya buru-buru menjelaskan bahwa izin tersebut bukan untuk
penangkapan. ''Izin itu semata-mata untuk pemeriksaan,'' jelas Alwi.
Amien menanggapi, sepanjang orang tersebut melanggar hukum, misalnya
terlibat kerusuhan, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi pemeriksaan.
''Jangankan anggota DPR, siapa saja -dari abang becak sampai presiden- bila
melanggar hukum, harus ditangkap, diadili, dan dipenjara," ujarnya.

Lebih lanjut, ketua umum DPP PAN tersebut juga merasa yakin bahwa presiden
tidak akan sampai menyebut nama anggota DPR yang dimaksud telah melanggar
hukum itu. Sebab, tindakan seperti itu merupakan langkah yang tidak
strategis. ''Gus Dur terlalu gegabah bila sampai menyebut nama tanpa
bukti-bukti," tambahnya.
Sampai di situ, Amien tidak mau lagi berkomentar tentang langkah pemerintah
tersebut. Dia, tampaknya, sedang mengurangi komentar tentang presiden.
Buktinya, ketika terus ditanya masalah ini, Amien justru mengalihkannya ke
masalah Papua.

Mantan ketua PP Muhammadiyah itu mengingatkan agar pemerintah tidak
menganggap remeh masalah Papua. ''Sebab, ini merupakan masalah kritis dan
krusial," katanya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 06:31:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke