----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Jatuh tidaknya Presiden Tergantung ''Performance''

Senin, 3 Juli 2000
Jakarta (Bali Post) -

Jatuh atau tidaknya seorang presiden tergantung pada performance yang
dibangunnya, bukan karena kritikan atau pendongkelan. Oleh karena itu,
presiden harus menanggapi kritik dari DPR secara proporsional, tidak secara
emosional. Demikian rangkuman pendapat Presiden Partai Keadilan (PK) M.
Nurhidayat Nur Wahid, anggota MPR yang juga tokoh Poros Tengah Fuad
Bawazier, dan anggota Komisi I DPR-RI Ahmad Sumargono saat dihubungi Minggu
(2/7) kemarin. Mereka diminta tanggapanya atas pernyataan Presiden Gus Dur
bahwa belakangan makin menguat upaya beberapa anggota MPR dan DPR untuk
mendongkel dirinya di SU MPR tahunan Agustus mendatang.

M. Nurhidayat Nur Wahid -- di sela-sela peringatan Milad II (hari kelahiran)
Partai Keadilan -- menilai kritikan DPR kepada presiden merupakan hak Dewan
yang dibenarkan konstitusi. Oleh karena itu, presiden seyogianya
menanggapinya secara proporsional, tidak emosional.

Fuad Bawazier menegaskan, statemen bernada ''paranoid'' merupakan hak Gus
Dur. Yang penting, menurut Fuad, semuanya berjalan sesuai aturan main
konstitusi. Gus Dur sebaiknya tenang-tenang saja, bila memang selama ini
telah bekerja penuh confidence dan mampu membangun performance dengan baik.
''Tetapi kalau memang performance pemerintah masih belum bagus, ya... enggak
tahu. Artinya, tidak mungkin ada orang menjatuhkan pemerintah. Dari dulu
sejarahnya pemerintah itu kalau berakhir karena performance-nya sendiri,''
kata Fuad.

Takkan Kesulitan

Ahmad Sumargono menganggap tuduhan bahwa ada anggota DPR yang ingin
menjatuhkan Gus Dur sebagai hal wajar. Di dalam politik, realitas tersebut
bukan persoalan besar. ''Namanya saja politik, ada yang ingin menjatuhkan
Gus Dur. Tetapi ingat, ada juga yang bersikeras mempertahankan. Itu
politik,'' kata Wakil Ketua DPP Partai Bulan Bintang ini. Ketua Umum PBNU
Hazim Muzadi mengelak berkomentar saat ditanya makin kuatnya kekhawatiran
Gus Dur terhadap pihak-pihak yang hendak menjatuhkan dirinya. Namun, ia
menilai Gus Dur tidak akan mengalami kesulitan menghadapi SU MPR tahunan.
Ulama intelektual ini bahkan menilai situasi politik menjelang SU tahunan
biasa-biasa saja. Disetujuinya penggunaan hak interpelasi, katanya, bukan
indikasi bahwa situasi politik memanas. ''Interpelasi itu wajar, dan memang
Gus Dur harus menjawab karena itu kewajiban konstitusional. Tentang Gus Dur
datang atau tidak, itu urusan dia (Gus Dur),'' ujar Hazim.

Ia menambahkan, PBNU tidak mempunyai usulan agar Gus Dur perlu datang atau
tidak. Sebab, NU tidak mencampuri politik yang bersifat praktis.

Sementara itu, Ketua Umum KNPI Adhyaksa meminta para elite politik
menghenti kan pertikaian menjelang SU MPR tahunan, karena hal itu berimbas
buruk pada rakyat yang selama ini masih bingung dengan persoalan perut
mereka. Elite-elite politik, katanya, semestinya cepat-cepat menyelesaikan
tuntutan rakyat, tidak hanya sibuk mengurus kekuasaan. ''Jangan gampang
membuat pernyataan yang membingungkan. Ada pepatah 'karena mulut badan
binasa', tetapi kalau ini bisa-bisa 'karena mulut bangsa binasa'.
Berhentilah berstatemen,'' katanya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 06:47:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke