----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 29 Juni 2000

Pengibaran Bendera Papua bukan Berarti Merdeka.

Puluhan Senjata Organik Disita di Sorong.

JAYAPURA (Media): Aparat kepolisian di Sorong, Irian Jaya,
berhasil menyita puluhan senjata rakitan dan senjata organik
yang dibawa para pengungsi yang berasal dari Ambon.

Sukses aparat kepolisian itu, diakui oleh Kapolda Irian Jaya
Brigjen SY Wenas. "Polres Sorong berhasil menyita senjata-
senjata tersebut. Saat ini kasusnya masih terus diselidiki,"
jelas Kapolda kepada wartawan di Jayapura, kemarin.

Senjata-senjata tersebut, lanjutnya, disita dari para pengungsi
asal Ambon. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah mereka
benar-benar pengungsi, atau provokator.

"Perlu diselidiki lebih dulu untuk membuktikan apakah mereka itu
provokator atau bukan," kata Wenas seraya menambahkan pihaknya
saat ini belum memperoleh laporan lebih lanjut tentang
penyelidikan tersebut dari Kapolres Sorong.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada laporan lebih lanjut
mengenai kasus tersebut," ungkap Kapolda. Tetapi, lanjutnya,
kasus yang terjadi di Sorong itu hingga kini belum meluas ke
wilayah lainnya di Irian Jaya.

Di bagian lain Kepala Kepolisian Irja itu menegaskan bahwa
rencana pengibaran bendera Papua, Bintang Kejora, pada 1 Juli
2000 di bumi Cenderawasih bukan berarti wilayah tersebut sudah
merdeka dan lepas dari Negara Kesatuan RI.

Oleh karenanya, pihaknya tidak akan melarang apabila masyarakat
ingin mengibarkan bendera tersebut. "Walaupun kami membiarkan
pengibaran bendera Papua, Polri akan melarang jika hal itu
dilakukan di instansi milik pemerintah," tegasnya seperti
dikutip Antara.

Menurut Wenas, rencana pengibaran bendera Bintang Kejora secara
serentak di seluruh Irja itu tidak dilarang karena Presiden
Abdurrahman Wahid sendiri sudah mengizinkannya. Asalkan,
pengibaran bendera tersebut tidak lebih tinggi dan tidak lebih
besar dari bendera Merah-Putih.

Meski aparat keamanan tidak akan melarang pengibaran bendera
Papua, namun dia meminta agar masyarakat tidak mudah
terprovokasi. Sebab, saat ini ada orang-orang yang mencoba
memanas-manasi aparat agar mereka terpancing kemarahannya dan
melakukan pelanggaran HAM.

"Ada yang mencoba agar aparat bertindak keras dan akhirnya
melanggar HAM. Itu yang mereka tunggu," kata Kapolda.

Menurut Kapolda, berdasarkan laporan yang dia peroleh, keinginan
untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora secara serentak pada 1
Juli mendatang bukan murni keinginan masyarakat, tetapi karena
ada orang yang memprovokasi. Antara lain, salah satu tokoh elite
Papua, Don Flassy. "Karena itu, kami berharap agar masyarakat
tidak mudah terprovokasi," ujarnya.

Ketika Kapolda ditanya tentang situasi kamtibmas di Irja,
Kapolda mengatakan saat ini situasi di provinsi tersebut relatif
masih aman dan terkendali.

"Anda bisa melihat dan merasakan sendiri bagaimana situasi
kamtibmas di Kota Jayapura dan sekitarnya," ujarnya. Situasi
yang aman dan kondusif itu, lanjutnya, tercipta berkat peran
serta seluruh masyarakat. (N-2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 10:38:36 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke