---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Harian Analisa Online, Senin, 3 Juli 2000 Belum Ada Rencana Kirim Pasukan PBB ke Maluku New York, (Analisa) Meskipun Sekjen PBB Kofi Annan telah menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya kekerasan di Maluku, namun sampai saat ini belum ada rencana maupun pembicaraan di Majelis Umum atau Dewan Keamanan PBB untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke propinsi yang kini berada dalam darurat sipil itu. Dari Markas Besar PBB New York, Sabtu, dilaporkan sejumlah diplomat di badan dunia itu memang mulai menyimak perkembangan di Maluku setelah koran-koran di Amerika Serikat beberapa hari ini menurunkan laporan kasus kekerasan di Maluku dalam berita utama mereka. "Di lorong-lorong gedung PBB sudah ada diplomat yang mempertanyakan perkembangan kasus Maluku, namun tidak sampai pada forum resmi di Majelis Umum atau Dewan Keamanan," kata seorang diplomat. Dengan demikian, katanya, kemungkinan PBB mengirim pasukan internasional ke Maluku masih jauh karena banyak tahap-tahap dan prosedur yang harus dilalui. "Kecuali kalau situasi terus memburuk, korban makin banyak dan penduduk ramai-ramai mengungsi, bisa saja PBB campur tangan, minimal lewat badan-badannya semacam UNHCR untuk mengurusi pengungsi," katanya. Sekjen PBB Kofi Annan sendiri mengeluarkan pernyataan resmi yang mengemukakan keprihatinannya atas kekerasan yang meningkat di Maluku dan Maluku Utara. "Annan juga prihatin dengan terus merosotnya situasi kemanusiaan dan laporan mengenai terbunuhnya orang-orang dalam jumlah besar serta meningkatnya jumlah pengungsi," kata Wakil Jubir PBB Manoel Almeida da Silva. Secara khusus, Annan mengaku sangat sedih dengan tenggelamnya kapal yang dipenuhi pengungsi yang berusaha menghindarkan diri dari pertikaian dan kekerasan di Maluku Utara. Nasib kapal yang mengangkut 492 pengungsi itu masih belum jelas dan kemungkinan hilang diterjang badai Kamis (29/6) lalu dalam perjalanan menuju Sulawesi Utara. "Annan menyampaikan rasa belasungkawa kepada pemerintah Indonesia dan keluarga para korban," tulis pernyataan itu lagi. Annan mendesak kepada pihak-pihak yang mengobarkan kekerasan agar menghormati hukum dan prinsip kemanusiaan serta menjamin dilindunginya keselamatan warga sipil. Sementara kepada pihak yang berwenang, Annan meminta agar mereka memberikan akses yang aman dan tanpa halangan untuk memungkinkan pekerja kemanusiaan memberikan bantuan pada warga yang membutuhkan. Berkaitan dengan itu, pejabat Koordinator Bantuan Darurat PBB, Carolyn McAskie, berharap agar pemberlakuan situasi darurat sipil oleh pemerintah Indonesia di Maluku dan Maluku Utara dapat "menenangkan ketegangan sehingga bisa memungkinkan warga yang mengungsi akibat pertikaian bisa kembali ke rumah masing- masing". (Ant) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Jul 2000 jam 07:20:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
