---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Sekjen ICMI, Adi Sasono: Gus Dur tak Layak Teruskan Jabatan Presiden Rabu, 5 Juli 2000 Canberra, Buana Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Adi Sasono mendukung Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dinilai tidak layak untuk meneruskan jabatannya. Seperti dikutip surat kabar The Australian, Adi Sasono menilai, selama tujuh bulan terakhir, pemerintahan Gus Dur membuktikan bahwa "dia tidak cocok untuk tugas (Presiden) tersebut". "Jika orang ini tidak dapat membuktikan bahwa dia mampu mengatur negara, kami sebaiknya memberi kesempatan kepada orang lain," kata Adi Sasono, seperti dilansir surat kabar tersebut, Selasa (4/7). Ia mengatakan, harga kemanusiaan yang harus dibayar dalam tujuh bulan terakhir pemerintahan Gus Dur sudah lebih besar dibanding waktu Soeharto berkuasa. Ditanya siapa yang layak untuk menggantikan Abdurrahman Wahid, Adi Sasono menjawab bahwa sesuai dengan pasal 8 UUD kemungkinannya hanya Megawati. Adi Sasono, mantan menteri pada pemerintahan BJ Habibie, mengusulkan pergantian Presiden Gus Dur pada waktu Sidang Umum MPR pertengahan Agustus, saat Presiden akan memberikan laporan pertanggungjawaban. Beralihnya dukungan kepada Wapres Megawati, setelah menyoroti keprihatinan mendalam atas kinerja Presiden Wahid. Tetapi SU MPR nanti nampaknya belum cukup mengancam kepemimpinannya. Megawati sendiri pernah ditentang oleh kebanyakan kaum muslim pada pemilihan presiden tahun lalu, tulis The Australian. Meski begitu analis politik percaya, merebaknya ketidakpuasan atas kinerja Gus Dur berarti ada risiko besar presiden tidak akan mampu bertahan hingga akhir masa jabatan tahun 2004. Gus Dur mendapat serangan tajam ketika menyatakan telah menandatangani izin pemeriksaan oleh polisi atas beberapa anggota legislatif atas dugaan-dugaan yang belum dirinci. Gus Dur Membantah Menanggapi reaksi yang timbul akibat pernyataannya bahwa biang kerok kerusuhan di berbagai tempat adalah anggota DPR, Presiden Abdurrahman menega skan bahwa dirinya tidak pernah menyebutkan demikian. Menurut Gus Dur, pernyataannya itu telah diplintir dan hal ini merupakan bagian dari permainan politik yang dimaksudkan untuk mengaburkan suasana. "Yang bilang biang kerok itu adalah DPR, itu siapa? Saya nggak pernah bilang begitu. Terus terang saya minta jangan diplintirlah," kata Gus Dur dalam kesempatan jumpa pers di Bina Graha, Selasa siang. Presiden mengungkapkan bahwa yang dikatakannya saat itu adalah yang menjadi biang keroknya sudah diketahui, dan bukan DPR tetapi orang-orang lapangan. Hal ini, kata Gus Dur, masih terus diselidiki. Mengenai adanya sejumlah anggota DPR/MPR yang akan diperiksa berkaitan dengan pengusutan sejumlah kasus, Presiden mengakui telah memberikan persetujuan. Tetapi sebetulnya mereka hanya akan ditanyai sebagai saksi saja oleh pihak penegak keamanan, dan bukan diperiksa sebagai tersangka. "Ini yang suka diplintir orang.Mengertilah, ini merupakan bagian dari permainan politik yang dimaksudkan untuk mengaburkan suasana. Lebih baik tidak usah diteruskan. Dihentikan saja," tandas Presiden. Pada kesempatan tersebut, Presiden juga membantah telah memrintahkan Kapolri atau panglima TNI untuk menangkap anggota DPR terlepas dari mereka bersalah atau tiedak sampai Sidang Umum MPR Agustus mendatang selesai. Ia meluruskan bahwa dirinya tidak pernah mengatakan bersalah atau tidak, maupun menunjuk bahwa mereka adalah anggota DPR. "Tidak ada anggota DPR kok. Siapa sih yang bilang begitu itu. Jadi tidak ada. Tapi siapapun yang dianggap bersalah oleh Polri silakan ditangkap. Jadi begitu itu, karena itu cara terbaik untuk mengatasi keadaan yang kacau balau," kata Gus Dur, kembali menuding bahwa kata-kata itu hasil plintiran saja.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Jul 2000 jam 05:09:45 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
