----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Tanpa Megawati tak Mungkin Jatuhkan Presiden Gus Dur

Rabu, 5 Juli 2000
Jakarta, Buana

Jatuh atau tidaknya Presiden Gus Dur sangat tergantung pada Megawati
Sokarnoputri. Kalau Megawati tidak mau bergabung dengan kelompok-kelompok
yang ingin mendorong Gus Dur jatuh, maka kelompok-kelompok itu akan pusing.
Hal ini tersimpul dalam diskusi antara wartawan dengan budayawan Setiawan
Djodi di Jakarta Selasa (4/7).

Tetapi apakah Mega mau bersama-sama mereka yang ingin menjatuhkan Gus Dur
itu? "Saya tidak yakin," ujar Djodi. "Mega juga punya daya ingat, daya
pikir, daya rasa," tambah Djodi. Djodi sengaja mengundang wartawan untuk
bersilaturahmi. Dia mengatakan, sekarang ada tiga kekuatan yang sedang tarik
menarik satu sama lain. Ketiga kekuatan itu pertama, Gus Dur, NU, dan PKB.
Kedua, Mega, PDIP dan kelompok nasionalis lainnya. Dan ketiga adalah
kelompokIslam, Poros Tengah, dan kaum moderat. "Ketiga kekuatan ini sekarang
sedang tarik menarik," analisis Djodi.

Dalam tarik menarik antara ketiga kekuatan ini, menurut Djodi kuncinya ada
pada Megawati Soekarnoputri. "Kalau saya melihatnya, sekarang ini, kuncinya
ada di Mbak Mega," ujarnya. Sekarang, demikian Djodi, andaikanlah ada
kelompok yang ingin mendorong Gus Dur jatuh, maka persoalannya tingga pada
Megawati. Apakah Mega mau bersama-sama dengan mereka? Dalam pandangan Djodi,
Megawati Soekarnoputri tidak akan mau. "Saya enggak yakin ini. Saya enggak
yakin Mega mau," ujar Djodi. Mengapa Mega tidak mau? Menurut Djodi karena
Mega punya daya ingat, punya daya pikir dan punya daya rasa.

Selain itu, menurut Djodi, Mega juga tahu bahwa sekarang ini sangat besar
risikonya menjadi presiden. Posisi seperti Mega sekarang ini, menurut Djodi,
justru paling enak. "Paling enak sekarang ini adalah Mbak Mega. Karena ada
barrier front-nya, yaitu Gus Dur untuk menghadapi satu transisi kultur yang
dahsyat," kata Djodi. Menurut Djodi, kelompok-kelompok yang tidak
menginginkan Gus Dur, dan yang sekarang menginginkan Mega saja yang jadi
Presiden, akan pusing jika Mega tidak mau bergabung bersama-sama mereka
alias tidak mau menjadi presiden. "Kalau misalkan Mbak Mega enggak mau,
misalnya bilang dirinya tidak mau jadi presiden, mau jadi ketua partai saja,
apa enggak pusing orang-orang yang mendorong kejatuhan Gus Dur," ujar Djodi.
Militer sendiri, kata Djodi, jenderal-jenderalnya sekarang ini kesal
terhadap siapa saja. Sementara di tingkat kolonel ke bawah menurutnya,
memihak pada kekuatan arus bawah yang paling kuat adalah arus bawah PDIP dan
Nahdlatul Ulama.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Jul 2000 jam 06:01:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke