----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 4 Juli 2000

Polisi Tahan 13 Tersangka Kasus Kerusuhan di Poso

PALU (Media): Setelah lebih sebulan bekerja ekstrakeras, polisi
akhirnya menahan 13 dari puluhan tersangka kasus tragedi
pertikaian berdarah di Kota Poso dan sekitarnya yang pecah sejak
17 April lalu.

"Ke-13 dari 19 tersangka itu, kini sedang menjalani proses
penyidikan," kata Kapolres Poso Superintendant (Letkol) Drs
Djasman Baso Opu, yang dihubungi per telepon di Poso, Senin.

Para tersangka--anggota kedua kelompok yang bertikai di Poso-
ditahan karena terlibat berbagai tindak pidana selama periode
April, Mei, dan Juni, seperti memprovokasi massa, penganiayaan,
pembunuhan, serta penjarahan.

Polisi juga berhasil menemukan bukti-bukti perbuatan mereka,
antara lain adanya keterangan banyak saksi, pengakuan dari pihak
tersangka sendiri, serta barang bukti senjata tajam dan senjata
api rakitan serta amunisinya.

``Kini kami tengah merampungkan bekas pemeriksaan mereka.
Diharapkan dalam waktu dekat dapat dilimpahkan ke kejaksaan
untuk proses penuntutannya," ujarnya seperti dikutip {Antara].

Kapolres juga menegaskan untuk menuntaskan kasus pertikaian Poso
yang telah memakan ratusan korban jiwa serta ribuan bangunan
terbakar, pihaknya terus berusaha mencari informasi guna
menemukan oknum-oknum yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Pokoknya semua yang terlibat, baik pelaku di lapangan maupun
aktor intelektualnya akan kami cari guna dimintai
pertanggungjawaban secara hukum," ujarnya.

Dalam operasi penyisiran akhir pekan lalu, katanya, pihaknya
juga berhasil menemukan 19 mayat yang dikubur secara massal
dalam tiga lubang di Desa Tagolu, ibu kota Kecamatan Lage.

``Mayat-mayat itu diduga kuat merupakan korban tindak kekerasan
beberapa hari setelah terjadi penyerangan mendadak oleh kelompok
perusuh bersenjata api di Poso pada 23 Mei,`` katanya.

Opu mengakui kesulitan mengenali para korban, apakah anggota
Kelompok Merah atau Kelompok Putih, sebab kondisi fisik mereka
umumnya sudah membusuk. Bahkan sebagian ada pula yang tinggal
tulang-belulang akibat terbakar.

"Kami sudah meminta pihak RSU Poso untuk melakukan otopsi
terhadap mayat-mayat tersebut. Namun hingga penguburan kembali
Minggu (2/7) lalu, hanya sebagian kecil saja yang berhasil
dikenali identitasnya," katanya.

Terus dicari

Polisi setempat menyatakan mereka masih terus mencari korban
pertikaian berdarah yang membesar sejak 23 Mei itu. Sebab,
menurut laporan berbagai pihak, banyak lokasi di Kecamatan Poso
Pesisir, Lage, dan Pamona Utara dijadikan sebagai kuburan massal
oleh pasukan kelompok perusuh.

TNI yang bertugas melaksanakan operasi pemulihan keamanan di
Poso, Jumat lalu (30/6) juga telah menemukan tiga kuburan massal
berisi sekitar 39 mayat korban kerusuhan di Desa Tagolu,
Kecamatan Lage, sekitar 7 km arah selatan Kota Poso.

Mayat-mayat tersebut ditemukan dalam kedaan sudah membusuk di
dalam tiga lubang terdiri atas orang tua dan anak-anak.
Disinyalir mayat-mayat itu adalah sebagian dari santri Pondok
Pesantren Wali Songo dan warga Desa Sintuwu, Lembah Kecamatan
Lage, Kabupaten Poso yang dibantai Kelompok Merah saat pecah
kerusuhan babak ketiga di Poso.

Pertikaian berkepanjangan bernuansa SARA di Kabupaten Poso
sedikitnya telah mengakibatkan 200 orang tewas dan lebih dari
3.000 bangunan milik penduduk musnah dibakar oleh kedua kelompok
yang bertikai.

Sebelumnya, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen Slamet Kirbiantoro juga
mengatakan telah memerintahkan Komandan Kodim Poso mengusut
tuntas dugaan pembantaian massal tersebut menyusul aksi
penyerangan mendadak kelompok perusuh di dalam dan pinggiran
kota Poso sejak 23 Mei lalu.

"Saya sudah instruksikan Dandim Poso mengusut masalah ini, dan
meminta segera melaporkan hasil penyelidikannya," kata
Kirbiantoro usai menyerahkan dua batalyon pasukan TNI asal Kodam
VII kepada Komandan Operasi Pemulihan Poso Senior
Superinterndant (Kol) Pol Drs Zainal Abidin Ishak, pertengahan
Juni lalu. (N-2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Jul 2000 jam 07:20:35 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke