---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 10 Juli 2000 15:00 UTC ** SAHETAPY: JANGAN SAMPAI MALUKU MENJADI KILLING FIELDS ** WARTAWAN ASING TINGGALKAN PULAU JOLO ** CLINTON: ISRAEL DAN PALESTINA JANGAN ABAIKAN KESEMPATAN CAMP DAVID ** TOPIK GEMA WARTA: MALUKU SEBAGAI KILLING FIELD DAN PENGUNGSI KRISTEN YANG TERTINDAS ** TOPIK GEMA WARTA: PERLUKAH MEROBAH SIDANG EVALUASI TAHUNAN MPR, SEHINGGA TIDAK MENJADI AJANG KONFLIK? * SAHETAPY: JANGAN SAMPAI MALUKU MENJADI KILLING FIELDS Dua anggota Fraksi PDIP DPR RI menginterupsi Sidang Paripurna DPR di Jakarta, Senin, untuk mendesak Dewan agar memberikan perhatian penuh kepada penyelesaian konflik Ambon dan menentang keterlibatan militer yang memihak dalam konflik tersebut. Anggota Dewan yang menginterupsi sidang paripurna dengan agenda jawaban pemerintah terhadap Pemandangan Umum DPR atas RUU tentang Pembinaan dan Perlindungan Ketenagakerjaan tersebut adalah Prof JE Sahetapy dan Engelina Pattiasina. Dalam interupsinya, Sahetapy mengingatkan para anggota Dewan agar "killing field" di Kamboja jangan berpindah ke Ambon dan Maluku karena pertikaian di sana sudah demikian berlarut dan melibatkan aparat keamanan yang seharusnya netral. "Kejadian akhir-akhir ini sudah demikian parah sekali. Tentara tidak mengambil sikap untuk tidak berpihak dan bahkan diketahui ada oknum-oknum tentara yang menggunakan senjata-senjata standar dan menembaki rakyat yang tidak bersalah," kata pakar hukum pidana Unair itu menggambarkan, seperti dikutip Kompas Online. Pembumihangusan seluruh lembaga pendidikan yang nota bene tidak membedakan golongan masyarakat yang tengah bertikai oleh aparat, katanya, telah membuat semua itu tidak masuk akal lagi. Sedangkan Patiasina dalam interupsinya mengkritik Dewan agar mau melihat penderitaan jutaan kaum pengungsi yang sebagian besar di antaranya adalah kaum wanita, anak-anak dan para manula. Pattiasina juga meminta semua kalangan elit dan politisi agar tidak menjadikan Maluku sebagai pentas permainan politik. Menurut Sahetapy, kerusuhan dan konflik di Maluku itu semuanya bersumber dari Jakarta. Sahetapy mengatakan pula bahwa solusi konkrit yang harus segera dilaksanakan adalah menarik keluar semua orang yang bukan berdomisili dan berasal dari Maluku. Demikian pula dengan aparat keamanan dari unsur TNI-AD, katanya, harus ditarik semua dari propinsi berjuluk "seribu pulau" itu dan biarkan polisi atau Marinir yang masih dianggap netral bertugas di sana. "Mereka masih dianggap cukup obyektif," demikian Sahetapy. * WARTAWAN ASING TINGGALKAN PULAU JOLO Para wartawan asing meninggalkan pulau Jolo menyusul berita bahwa gerakan gerilya Abu Sayyaf menyandera tiga orang sejawat mereka. Para wartawan itu dikawal oleh pasukan keamanan menuju pelabuhan Jolo. Tiga orang wartawan yang disandera, yaitu kru televisi Prancis, konon ingin mewawancarai pemimpin pemberontak. Dengan disanderanya para wartawan ini, maka jumlah sandera kelompok Abu Sayaf menjadi empat puluh orang. Di antara mereka terdapat sepuluh orang wisatawan asing yang diculik di sebuah pulau tempat liburan di Malaysia April lalu. Bulan lalu Abu Sayyaf membebaskan sekelompok wartawan, setelah menerima uang tebusan senilai 25 ribu dolar. * CLINTON: ISRAEL DAN PALESTINA JANGAN ABAIKAN KESEMPATAN CAMP DAVID Presiden Amerika, Bill Clinton, mendesak Israel dan Palestina agar memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan pada KTT di Camp David nanti. Kalau kedua pihak ini tidak mencapai kesepakatan, maka kekerasan bisa menggebu-gebu lagi, tulis Clinton di mingguan Newsweek. Menjelang KTT ini, perdana menteri Israel Ehud Barak justru menghadapi kesulitan di dalam negeri. Setelah pemerintahan Israel bubar kemarin, akibat keluarnya sejumlah menteri dari partai kanan, hari ini parlemen memungut suara tentang mosi tidak percaya terhadap Barak. Namun, meski ada krisis pemerintahan, Barak menyatakan tetap akan bertolak ke Camp David. Tujuan utama KTT Camp David ini adalah untuk menetapkan garis-garis besar persetujuan perdamaian. Penandatanganan persetujuan perdamaian itu dijadwalkan bulan September, namun, karena masih banyak perbedaan pendapat, penandatanganan itu belum pasti bisa dilaksanakan. * PENELITI DAN RELAWAN AIDS MARAH KEPADA PRESIDEN AFRIKA SELATAN Para peneliti Aids dan para relawan Aids marah menanggapi pidato pembukaan presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki pada Konferensi Aids Sedunia di Durban, Afrika Selatan. Ratusan hadirin marah meninggalkan ruang pertemuan ketika Mbeki kembali menyatakan pendapatnya bahwa HIV bukan satu-satunya penyebab epidemi Aids. Mbeki mempertahankan pendapatnya berdasarkan advis para peneliti yang membangkang yang beranggapan bahwa kemiskinanlah yang menjadi penyebab Aids. Para ilmuwan menilai pendapat Mbeki tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Lima ribu peneliti internasional telah menandatangani sebuah pernyataan, yang menegaskan bahwa krisis Aids hanya bisa diselesaikan dengan penelitian ilmiah dan bukan dengan membentuk mitos tentang penyakit itu. Konferensi Aids yang berlangsung enam hari itu membahas cara bagaimana dunia Barat dan industri farmasi bisa meredam epidemi aids. * KEDUBES PAKISTAN DI KABUL DIBOM Kedubes Pakistan di Kabul, ibu kota Aganistan, mengalami kerusakan berat akibat ledakan bom. Ketika terjadi pemboman, kantor kedubes sedang tutup sehingga tidak ada yang terluka. Rejim Taliban yang menguasai mayoritas wilayah Afganistan, mencari pelakunya di kalangan oposisi. Pakistan adalah salah satu negara yang mengakui Taliban dan satu-satunya bangsa yang mempunyai kedutaan di Kabul. Oposisi Afganistan menuduh Pakistan memberi bantuan keuangan kepada Taliban. Sementara itu di utara Kabul satu setengah minggu lalu sempat terjadi pertempuran sengit antara para pengikut dan penentang rejim. * PRESIDEN IRAN KHATAMI TIBA DI JERMAN Presiden Iran Mohammad Khatami tiba di Jerman dalam rangka kunjungan tiga hari. Selama kunjungan presiden Iran pemerintah Jerman mengambil tindakan keamanan yang sangat ketat. Hari ini polisi Berlin telah menangkap sepuluh orang penentang presiden Iran yang moderat ini. Dewan Perlawanan Iran Nasional (DPIN) menyerukan demonstrasi di dekat Branderburger Tor (Gerbang Branderburg). Menurut DPIN sekitar 25 ribu demonstran akan berkumpul di sana. Hari-hari belakangan otoritas Jerman berhasil menghalangi enam ribu penentang Khatami untuk datang ke Berlin. Mereka antara lain berdatangan dari Belanda dan Belgia. Untuk menghindari para demonstran presiden Khatami akan diangkut dengan helikopter. Agenda hari pertama kunjungan presiden Iran ini adalah mengadakan pertemuan dengan presiden Jerman Johannes Rau dan kanselir Gerard Schroder. * SURIAH ADAKAN REFERENDUM TENTANG PENGGANTI HAFEZ AL-ASSAD Hari ini Suriah mengadakan referendum tentang penggantian almarhum presiden Hafez al-Assad oleh puteranya Bashar. Partai berkuasa Ba,ath dan parlemen Suriah mencalonkan Bashar untuk menjadi presiden. Tidak ada calon saingan. Menurut seorang pejabat senior pemerintah, Bashar akan berangsur-angsur menerapkan sistem ekonomi pasar. Kebijakan luar negeri Suriah kemungkinan besar akan mengalami perubahan. Bashar sudah menegaskan tetap akan menuntut kembali dataran tinggi Golan yang diduduki oleh Israel. Bagaimana cara sekitar sembilan juta elektorat Suriah itu mengeluarkan suaranya, mungkin baru akan diumumkan besok * MALUKU SEBAGAI KILLING FIELD DAN PENGUNGSI KRISTEN YANG TERTINDAS Intro: Dalam sidang paripurna DPR siang tadi, anggota DPR dari PDIP, JE Sahetapy mengadakan interupsi membela Maluku. Radio Nederland (RN) menghubunginya seusai rapat paripurna, dan berikut penjelasannya: Titel: Betul. Saya mengadakan intrupsi yang cukup keras dan tegas, karena saya tidak ingin Maluku dijadikan seperti Kamboja, suatu 'killing fields' (medan pembunuhan-red) oleh tentara terhadap penduduk yang sama sekali tidak berdaya menghadapi lawan yang memiliki senjata sedangkan mereka tidak memiliki senjata. Radio Nenderlanda (RN): Pak Sahetapy menyatakan secara terus terang sampai sekarang bahwa militer itu terlibat di konflik Maluku dalam 'killing fields' itu? Sahetapy (S): Betul. Kalau bicara bukti secara yuridis, saya tidak punya, tetapi kalau mendapat laporan rakyat di sana, itu merupakan suatu bukti nyata itu. Ya, saya harus percaya apa yang dikatakan oleh rakyat di sana. Dan dari berita-berita di surat kabar apa yang saya ungkapkan itu dengan sendirinya adalah benar. RN: Bagaimana reaksi anggota Dewan? S: Semua anggota Dewan diam itu, bisu itu. Tidak ada satu pun yang bersuara, kecuali ketua yang kemudian mengatakan bahwa dia akan membicarakan materi itu dengan pimpinan DPR untuk kemudian diambil langkah-langkah lebih lanjut. RN: Sebab bagaimana pun Maluku sebagai 'killing field' itu suatu unsur yang baru dan menjadi berita besar justru karena itu disuarakan oleh Indonesia sendiri? S: itu jelas itu. Saya katakan tadi itu merupakan seperti di Kamboja, seperti killing field. Bayangkan universitas, suatu lembaga yang sama sekali tidak berpihak ke sana ke mari, dihancurkan! Universitas Pattimura. Kalau UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) dihancurkan, masih dapat saya fahami, karena ada label kristen itu. Tapi universitas Pattimura, milik pemerintah, kemudian itu dihancurkan rata dengan tanah, saya kira itu suatu perbuatan yang paling biadab. RN: Karena anda menyebutkan keterlibatan militer, ada reaksi dari militer sejauh ini? S: Saya belum tahu itu. Yang saya tahu, yang tidak berpihak adalah Polri, Brimob dan KKO atau marinir. Kalau tentara angkatan darat itu di dalam berita-berita koran sudah jelas sekali mereka berpihak. Paling tidak secara apologia dikatakan oknum-oknum. Kalau oknum satu masih lumayan. Kalau sudah lebih dari sepuluh, masa kita tetap bicarakan oknum. Jelas itu. Kalau dibicarakan senjata berat, mortir dan sebagainya, nah itu jelas itu. Kalau tidak diijinkan empat kontainer senjata itu oleh mantan pangdam Pattimura, yang saya anggap penghianat itu, yaitu Tamaela itu, masa dibiarkan dijarah. Itu kan sudah tidak masuk akal. Dan kemudian asrama polisi dibakar habis dan dijarah tempat senjata, itu pasti tidak dilakukan oleh orang-orang sipil yang hanya dilatih dan yang berkedok datang ke Maluku untuk membantu, jelas itu tidak betul. Demikian JE Sahetapy, anggota DPR dari PDIP. Mengenai pengungsi kristen yang semakin menderita, Thamrin Thomagola, sosiolog UI asal Maluku, mendesak tekanan dunia internasional dan PBB untuk segera turun tangan. Thamrin Tomagola (TT): Hampir seratus persen pengungsi Kristen, karena yang sedang ofensif ini kan Laskar Jihad Islam. Sehingga yang terdesak sekarang memang kelompok Kristen. RN: Mengapa sampai masih ada itu Laskar Jihad Islam itu, padahal sebelumnya presiden Gus Dur suda melarang supaya jangan ada kelompok itu ke sana? TT: Ya, saya kira itu pengakuan sendiri dari Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono bahwa sebenarnya dalam militer sendiri baru setengah-setengah gitu. Yang setengah itu reformis dan setengah itu status quo dan keadaan di lapangan juga saya kira begitu. Jadi, tidak seluruh kebijakan Gus Dur itu diterjemahkan secara operasional di lapangan. Itu masalah di situ. Hingga yang diinginkan Gus Dur itu belum tentu terjadi di lapangan. Dan itu yang sekarang kita lihat bagaimana Laskar Jihad lolos dari Surabaya, tidak diusir dari Ambon. Semua itu karena keadaan militer kita yang setengah reformis dan setengah status quo. RN: Karena begitu banyak pengungsi ksisten yang sangat menderita, langkah apa kira-kira yang paling dekat ini akan diambil? Khususnya baik yang bersifat skala nasional maupun internasional? TT: Saya kira yang pertama ini, karena kita sadari terbelahnya militer yang seperti itu di lapangan, jadi yang penting sekarang saya kira DPRD di daerah maupun DPR pusat, seperti pak Prof. Sahetapy, saya kira harus bersuara seperti itu, supaya kita memperlihatkan bahwa kita mengikuti keadaan lapangan. Dan memang kita setiap jam itu mendapat laporan langsung dari lapangan dan kemudian bersuara sehingga militer ini merasa benar-benar diawasi secara ketat. Saya kira itu yang bisa dilakukan sekarang. Kemudian untuk darurat itu, memang kita masih bicara menggunakan jalur tertentu untuk langsung ke Gus Dur dan meminta supaya langsung dikirim kapal untuk evakuasi pengungsi itu. Tapi berikutnya, saya kira yang ketiga, barangkali sudah saatnya Sekjen PBB mengirim satu 'rapporteur" (pelapor khusus dari Sekjen PBB) untuk kurang lebih membuat militer ini agak sadar, begitu. RN: Dengan kata lain PBB harus turun tangan mengatasi konflik Maluku? TT: Saya kira ini untuk Ambon sudah sangat mengkhawatirkan, karena betul-betul itu yang disebut 'killing field' yang sedang terjadi. Demi kemanusiaan PBB, saya kira, harus bertindak. Saya kria mengirimkan pelapor khusus itu sudah paling minimal. RN: Kalau untuk tingkat internasional kira-kira langkah apa yang perlu diambil untuk mengatasi masalah pengungsi yang sekarang sudah tak terkendali lagi? TT: LSM-LSM internasional, satu dari Prancis yang penah mendapat hadiah Nobel yang sekarang sudah lari dari Ambon, saya kira mereka dengan segala risiko harus masuk lagi itu. Karena memang organisasi yang mencoba untuk membantu pengungsi ini juga agak sedikit amburadul gitu, cara pengorganisasiannya itu. LSM-LSM internasional yang sudah berpengalama saya kira sekarang harus masuk lagi ke dalam. Dan kemudian itu untuk bantuan kemanusiaan. Kemudian berikutnya saya kira sekarang politik seperti yang sudahb dilakukan oleh Parlemen Eropa, saya kira itu perlu dilakukan. Tapi memang untuk bantuan pasukan internasional itu sekarang saya kira masih sangat tertutup. Demikian Thamrin Tomagola. * PERLUKAH MEROBAH SIDANG EVALUASI TAHUNAN MPR, SEHINGGA TIDAK MENJADI AJANG KONFLIK? Di Jakarta kemarin ada tokoh-tokoh Islam yang meminta Gus Dur mundur. Sebaliknya kelompok pemuda mahasiswa Non Islam bersama PMII mengecam Megawati. Ratusan demonstran lainnya kemarin bergerak ke kedutaan Amerika, Australia dan Inggris. Mereka menuntut ketiga negara itu mendesak PBB supaya melakukan intervensi dengan mengirim pasukan ke Maluku mengingat TNI sudah tidak mampu dan enggan menjaga keamanan di sana. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Dua mantan menteri dalam suatu diskusi di Jakarta kemarin mengusulkan agar Gus Dur mengundurkan diri saja, karena tidak berhasil menuntaskan pelbagai masalah nasional. Pemulihan ekonomi, misalnya, semakin jauh dari harapan," kata Adi Sasono, mantan menteri Habibie. Ia juga menunjuk pada dukungan Gus Dur di MPR yang tinggal 10%. Adi Sasono khawatir Sidang Umum MPR tersebut akan berubah menjadi Sidang Istimewa untuk menjatuhkan Gus Dur. Daripada kehilangan muka sebaiknya Gus Dur mengundurkan diri saja, kata Adi. Ia mengusulkan Megawati menggantikan Gus Dur. Mantan menteri yang lain, Fuad Bawazier yang hingga kini masih dekat dengan keluarga Cendana, menyatakan yakin bahwa kalangan yang menentang Megawati tidak akan sebanyak Sidang Umum MPR tahun lalu. Ia menanggapi keterangan Eggi Sudjana yang heran melihat sikap Fuad Bawazier. Dahulu Fuad giat memperjuangkan Gus Dur sebagai Presiden tetapi sekarang berbalik menentang Gus Dur. Adi Sasono mengakui bahwa ia dahulu menentang Megawati tetapi sekarang ia mendukungnya, karena secara konstitusional Megalah yang harus menggantikan Gus Dur. Eggi Sudjana, dalam diskusi di Jakarta yang disiarkan radio lokal, melihat belum semua kekuatan Islam bersepakat mendukung Megawati. Karena itu tampaknya Eggi Sudjana dan kawan-kawannya yang bergerak di bawah akan tetap mendukung Gus Dur. Namun Gus Dur tetap yakin dirinya didukung oleh 80% anggota MPR dalam menghadapi Sidang Umum MPR tahunan, bulan depan. Hal itu dikemukakan Kamaruzzama, mahasiswa Kalsel juru bicara Forum Pemuda dan Mahasiwa Indonesia Timur (FPMI), usai bertemu Presiden di Bina Graha, Senin. Menurut Kamaruzzama, 80% anggota MPR yang akan mendukung Gus Dur tersebut adalah mereka yang lebih obyektif dan tidak memiliki kepentingan tertentu. "Merekalah yang nanti akan memback-up Gus Dur," katanya. Delegasi pemuda ini mempertanyakan apakah memang perlu dilakukan evaluasi tahunan MPR, karena jika dilihat akhir-akhir ini, sidang umum MPR justru dimanfaatkan elit politik untuk mempengaruhi ketidakstabilan ekonomi. Pada pertemuan tersebut, delegasi ini juga mempertanyakan akses pembangunan Indonesia bagian Timur. Menurut mereka, untuk mempercepat pembangunannya perlu diangkat menteri khusus. Hal itu akan dilakukan jika presiden nanti mengganti kabinet. Sementara itu AM Fatwa, Wakil Ketua DPR mengatakan terkejut dengan jawaban Presiden KH Abdurrahman Wahid yang akan ke Jombang untuk berziarah. Sehingga jika diajukan sampai tanggal 20 juli sesuai dengan permintaan presiden, maka DPR tidak mempunyai waktu untuk menilai jawaban presiden. Fatwa menilai kepergian presiden ke Jombang untuk berziarah pada 13 Juli bertepatan dengan jadwal interpelasi merupakan akal-akalan untuk mengulur waktu. Sebagai pemimpin sidang Bamus DPR Fatwa menetapkan 13 Juli sebagai hari pemanggilan Gus Dur. Dikatakannya, kalau ada kompromi, mestinya bisa diundur antara tanggal 14-17 Juli, sehingga DPR setidaknya memiliki waktu tiga hari, sebelum reses, untuk mempertimbangkan jawaban presiden tersebut. Fatwa khawatir akan berkembang kesan bahwa Presiden mempermainkan para anggota DPR. Tetapi ternyata bukan cuma Gus Dur yang dianggap gagal. Wakil Presiden Megawati kemarin di demo sejumlah massa yang menggapnya gagal menangani kasus Maluku. Mereka menganggap rakyat Maluku dan Maluku Utara hanya menjadi korban elit politik Jakarta yang sengaja mengadudomba mereka, baik yang yang beragama Islam maupun Kristen. Sekitar 200 orang yang tergabung dalam Aksi Bersama Peduli Bangsa, menuntut Wapres Megawati secepatnya menunjukkan keseriusannya menyelesaikan kasus Ambon. Aksi bersama yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa dari berbagai agama, seperti PMKRI, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan Mahasiwa Hindu Dharma Indonesia, dan Ikatan Mahasiswa Buddha Indonesia, menilai bahwa Megawati telah gagal mengurus Ambon. Mereka juga menuntut agar Megawati mendesak TNI agar segera ditempatkan dalam posisi yang netral dan menindak tegas aparat TNI yang terbukti terlibat dalam pertikaian dalam bentuk apapun. Megawati dinilai sampai saat ini belum memperlihatkan hasil kerja signifikan untuk menyelesaikan kasus Ambon. Padahal itu adalah pekerjaan rumah Mega. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 10 Jul 2000 jam 17:34:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
