----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur didesak copot Gubernur Maluku

Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid diminta mencopot Gubernur Maluku,
Saleh Latuconsina.

Latuconsina oleh Gus Dur pernah disebutsebagai salah satu "biang kerok"
berkelanjutan kerusuhan bernuansa SARA di daerah ini sejak 10 Januari 2000.

Sejumlah korban pembumihangusan Poka dan Rumahtiga, Kecamatan Baguala (Kodya
Ambon), mengatakan, Gus Dur hendaknya tegas dan tidak perlu mengulur waktu
karena berdasarkan kenyataan Gubernur Latuconsina pun tidak bisa mengatasi
"tragedi kemanusiaan".

"Bahkan, ditunjuk selaku Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku sejak 27 Juni
, ternyata Gubernur Latuconsina juga tidak bisa mengarahkan Pangdam
XVI/Pattimura, Brigjen TNI I Made Yassa sebagai Dansat Danmil untuk
mengerahkan pengamanan yang dilakukan personil TNI di lapangan sehingga para
penyerang semakin brutal," kata mereka seperti dikutip Antara.

Sebagian besar warga Poka dan Rumahtiga yang hanya keluar dari rumah dengan
pakaian melekat di badan itu mengakui, tidak kebijakan Gubernur Latuconsina
maupun program-program rekonsiliasi tidak berhasil karena lebih banyak
dimainkan para elit lokal.

"Jadi Gus Dur melalui Panglima TNI telah merealisasi pergantian Mayjen TNI,
Max Tamaela selaku Pangdam XVI/Pattimura sebagai bagian yang dinilai
termasuk "biang kerok" kerusuhan Maluku. Dengan demikian, Gubernur
Latuconsina pun harus dicopot," tutur Ir. John.

Lebih lanjut, warga Poka dan Rumahtiga melihat, pembumihangusan dua kawasan
pusat pendidikan, termasuk kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon saat
penyerangan, 3 dan 4 Juli menunjukkan salah satu kekurangtegasan dan
kemampuan Gubernur Latuconsina menekan Pangdam XVI melakukan pengamanan.

"Apalagi Gubernur sendiri telah menyatakan penyesalannya terhadap
pembumihangusan Poka, Rumahtiga dan Desa Wani, Kecamatan Salahutu (Pulau
Ambon), 6 Juli karena Pangdam mengubah strategi pengamanan, termasuk menarik
personil TNI dari titik-titik rawan pertikaian," tandas John.

Sementara itu, Gubernur Latuconsina kepada wartawan mengatakan pada
prinsipnya telah menyerahkan masalah pergantiannya terhadap DPRD Maluku,
menyusul pernyataan Presiden Gus Dur beberapa waktu lalu.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Jul 2000 jam 08:15:27 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke