----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Ketua PBNU Hasyim Muzadi:
DPR Juga Harus Berani Usut Orba-gate

Jum'at, 14 Juli 2000
Surabaya, Buana

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi meminta Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR) RI tidak hanya bisa mengusut kasus Buloggate dan
Brunei-gate tapi juga harus bisa mengusut kasus "Orde Baru Gate"
(Orba-gate). "Saya sudah tanya Gus Dur soal kasus Buloggate, ternyata itu
urusan Suwondo yang mencatut namanya. Soal Brunei-gate pun, Gus Dur bilang
itu terserah Sultan Bolkiah yang ngasih uang," kata Hasyim ketika
menyampaikan sambutan pada Istighosah Kubro IV PWNU Jatim di Masjid Agung,
Surabaya, Kamis (13/7).

Oleh karena itu, kata Hasyim Muzadi yang juga mantan Ketua PWNU Jatim itu,
PBNU meminta kepada DPR agar mengusut Orba-gate yang nilainya mencapai
triliunan dan sudah jelas merugikan rakyat. "PBNU tidak keberatan siapa pun
mengoreksi presiden, sekalipun sepeser pun uang negara yang dimakan, apalagi
skandal Bulog-gate yang makan uang negara Rp35 miliar dan skandal
Brunei-gate yang dua juta dolar AS atau sekitar Rp18 miliar. Tapi DPR juga
harus mengusut yang ratusan miliar atau bahkan triliunan," katanya seperti
dikutip Antara. Di hadapan puluhan ulama dan ratusan ribu warga NU se-Jatim
yang ber-istighosah, ia mengharapkan DPR RI berani mengusut Orba-gate karena
mengusut Bulog-gate dan Brunei-gate saja berani.

"Jangan hanya berani mengusut yang Rp35 miliar, tapi giliran Rp1triliun yang
diduga melibatkan Syahril Sabirin saja kok justru antri membesuk. Jadi,
jangan mengalihkan sesuatu yang meresahkan masyarakat ke jurusan lain. DPR
'kan wakil rakyat," katanya disambut 'applaus' hadirin. Menurut Hasyim, jika
DPR tak mampu mewakili rakyat tentu akan memancing sikap emosional dari
rakyat itu sendiri. "Beberapa waktu terakhir ini, rakyat gelisah karena blow
up para wakil rakyat dan media massa. Kalau ini tak ada kejelasan, mereka
bisa marah," katanya

Komando PBNU

Dalam kesempatan itu, KH Hasyim Muzadi selaku Ketua Umum PBNU mengimbau agar
warga NU dan masyarakat pada umumnya tidak bergerak sendiri-sendiri, karena
PBNU akan mengambil sikap dalam Rakernas PBNU se-Indonesia di Jakarta pada
31 Juli hingga 3 Agustus mendatang. "Tunggu saja, ulama khos dan para
pengurus NU se-Indonesia akan menentukan sikap, jangan bergerak
sendiri-sendiri. PBNU akan memberi komando, jangan emosional karena kita
menginginkan kemaslahatan, bukan kehancuran," katanya. Oleh karena itu,
katanya, istighosah merupakan doa keselamatan yang penting untuk
menyelamatkan bangsa dan negara, bukan kepentingan tertentu, karena
keselamatan bangsa dan negara lebih penting dari segalanya. "Kalau me ngadu
kepada yang kuasa tak bisa, ya sebaiknya mengadu kepada Yang Maha Kuasa,"
katanya.

Istighosah Kubro di Masjid Agung Surabaya (MAS) Jalan PagesanganSurabaya
diawali dengan tilawatil qur'an pada pukul 05:00 WIB, kemudian narasi dari
Ketua Umum PBNUHasyim Muzadi dan diakhiri dengan istighosah mulai pukul
14:00 WIB yang dipimpin KH Achmad Subadar (Pasuruan). Sebagian dari 52 ulama
yang hadir antara lain KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban), KH Muslim
Imampuro atau Mbah Liem (Klaten), KH Idris Marzuki (Lirboyo, Kediri), KH
Abdul Muchit Muzadi (Jember), KH Fawaid As'ad (Situbondo), Gus KH Ali
Masyhuri (Tulangan, Sidoarjo), KH Bashori Alwi (Malang), dan KH Masduqi
Mahfudh (Rois Syuriah PWNU Jatim). Berdasarkan pengamatan, warga NU yang
menghadiri istighosah IV tidak sebanyak pada istighosah sebelumnya karena
persiapannya diduga kurang lama dilakukan dan hanya untuk "mengejar" waktu
Jumat legi sesuai hasil istikhoroh para ulama khos NU. Namun, ruangan dalam
Masjid Agung Surabaya tampak penuh massa, sedang halaman luar masjid tidak
dipenuhi massa karena banyak ruas-ruas halaman yang longgar. Sementara itu,
gereja katholik "Sakramen Maha Kudus" yang terletak tak jauh dari masjid
tampak dijaga ketat Banser.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jul 2000 jam 10:48:58 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke