----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur Harus Cari Pengganti sebelum Mundur

Jum'at, 14 Juli 2000
JAKARTA (Media Indonesia):

Forum Aliansi Partai-partai Islam minta Presiden Abdurrahman Wahid
mengumumkan calon penggantinya yang bisa diandalkan bila Gus Dur memilih
mundur secara sukarela dari jabatannya.

Sikap Forum Aliansi Partai-Partai Islam tersebut disampaikan kepada pers,
kemarin, di Jakarta. Forum parpol yang diketuai Prof Dr Deliar Noer itu
terdiri dari Partai Nahdlatul Umat, Partai Persatuan, PSII, Partai
Kebangkitan Umat, Partai Daulat Rakyat, Partai Umat Islam, Partai Islam
Demokrat, Partai Abul Yatama, Partai Indonesia Baru, Partai KAMI, Partai
Umat Muslimin Indonesia, dan PPII Masyumi.

Deliar menjelaskan sejak Gus Dur memerintah, perkembangan Indonesia lebih
banyak memperlihatkan sifat negatif dibanding positif. Akibat kondisi
tersebut, kata Deliar, pendapat masyarakat tentang Gus Dur terbagi dua yaitu
yang meminta Presiden mundur atau tetap sebagai presiden. Forum menginginkan
bila mundur maka pilihan itu diambil atas kemauan Gus Dur sendiri dan
bukannya paksaan pihak lain.

Ia menjelaskan sebelum mundur Gus Dur perlu mengajak bicara Amien Rais,
Megawati, dan tokoh lainnya untuk merundingkan siapa calon pengganti yang
bisa diandalkan. Dengan demikian, kata Deliar, belum tentu Megawati sebagai
wapres otomatis menggantikan Gus Dur karena tergantung pertemuan tersebut.
"Pertemuan antartokoh itu legal karena nantinya akan dibawa ke MPR untuk
disahkan," ungkap dosen UI ini.

Menyinggung isi Pasal 8 UUD 1945 yang mengatakan wakil presiden menggantikan
presiden jika berhalangan maka Deliar menilai pasal itu tidak relevan jika
Gus Dur mundur sukarela. "Karena dia tidak mangkat dan sebelum berhenti dia
sudah menetapkan pengganti maka Pasal 8 itu tidak relevan lagi," tegas
Deliar.

Forum juga meminta Gus Dur harus melakukan beberapa perubahan bila tetap
bertahan di kursi kepresidenan. Antara lain tidak membuat pernyataan yang
menumbuhkan kontroversi termasuk pada kalangan pendukungnya. "Gus Dur agar
mengurangi membuat pernyataan, apalagi bila dilontarkan dari luar negeri,"
ujar Deliar.

[Program]

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Ahmad Syafii
Ma`arif mengatakan bila Presiden Abdurrahman Wahid akan dipertahankan hingga
2004 maka hendaknya pemerintah segera membuat program masa depan yang lebih
jelas sehingga rakyat tetap dapat mempercayainya.

Berbicara kepada pers seusai mengikuti acara pentas polemik di Jakarta
kemarin Syafii menjelaskan kini tampaknya pemerintah masih belum memiliki
prioritas penanganan masalah. Hal ini terlihat dengan masih seringnya
pemerintah melontarkan isu soal provokator dan lainnya yang membuat rakyat
tambah bingung. Padahal kondisi ekonomi kian memburuk dengan melemahnya
rupiah yang membuat harga membubung tinggi.

Pada bagian lain dia menyayangkan kurang adanya sense of crisis dari
sejumlah elite dengan terlalu sering melempar isu kepada masyarakat yang
membuat suasana tambah kacau. Syafii menegaskan langkah paling mendesak
adalah menstabilkan rupiah kembali.

Sementara itu, Presiden Abdurrahman Wahid kemarin memberi penjelasan kepada
wartawan CNN sehubungan dengan isu dia akan melanjutkan pemerintahannya satu
periode lagi.

"Ada suara-suara yang menginginkan saya melanjutkan pemerintahan untuk
periode selanjutnya. Tetapi bagi saya satu periode sudah cukup," ucap Gus
Dur dalam wawancara yang ditayangkan CNN itu.

Sehubungan dengan interpelasi yang diajukan DPR, Gus Dur mengatakan akan
tetap menjawab pertanyaan tentang pemecatan Menperindag Yusuf Kalla dan
Menneg PBUMN Laksamana Sukardi, tetapi dia menegaskan pertanyaan itu tidak
pada tempatnya.

"Ini merupakan proses edukatif. Anda tahu parlemen tidak menyadari bahwa
mereka tidak memiliki hak sedikit pun untuk menanyakan ini kepada saya,"
katanya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jul 2000 jam 10:53:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke