---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 17 Juli 2000 15:10 UTC ** AMIEN RAIS YAKIN TIDAK ADA PENCOPOTAN GUS DUR ** AMERIKA SERIKAT SERUKAN PERHATIAN BAGI KONFLIK MALUKU ** OPEC TINGKATKAN PRODUKSI ** DUA PENGIKUT SEKTE JEPANG DIHUKUM MATI ** TOPIK GEMA WARTA: MENURUT FRAKSI-FRAKSI SIDANG TAHUNAN MPR TIDAK AKAN JATUHKAN GUS DUR ** TOPIK GEMA WARTA: PBB DAN PASUKAN INTERNASIONAL HARUS SEGERA MASUK MALUKU * AMIEN RAIS YAKIN TIDAK ADA PENCOPOTAN TERHADAP GUS DUR Ketua MPR, Amien Rais menyatakan yakin 90% bahwa Sidang tahunan MPR, 7 dan 8 Agustus mendatang tidak akan mencopot Presiden Abdurrahman Wahid. Menurut Amien Rais, nilai apapun yang akan diberikan MPR bersifat memberi koreksi dan untuk perbaikan. Hal itu untuk membangun wacana demokrasi. Dalam penandatanganan bersama Ahad malam kemarin, fraksi-fraksi MPR menyerukan tetap komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan meredakan ketegangan menjelang sidang MPR. Dalam sidang tahunan ini MPR akan membahas amandemen UUD 45, TAP MPR dan evaluasi kinerja lembaga negara termasuk presiden. * AMERIKA SERIKAT SERUKAN PERHATIAN BAGI KONFLIK MALUKU Pertumpahan darah di kepulauan Maluku membutuhkan perhatian lebih besar, namun Amerika Serikat tidak memperoleh imbauan resmi, demikian Menteri Pertahanan Amerika William Cohen, hari Senin ini. Apabila dilaksanakan pengiriman pasukan perdamaian internasional ke Maluku, sebaiknya dikoordinasi oleh Australia, seperti halnya di Timor Loro Sae tahun lalu, demikian Cohen seusai berbicara dengan Menteri Pertahanan Australia John Moore di Sydney. Hal itu harus dibicarakan matang terutama mengenai tugas dan tanggungjawab, dan Australia harus sangat hati-hati. Sejak Maluku dilanda bentrokan SARA antara kaum Muslim dan Kristen Januari tahun silam, ribuan orang tewas terbantai, kebanyakan para korban warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak. Bentrokan Maluku empat hari terakhir menewaskan sedikitnya 28 orang. * OPEC TINGKATKAN PRODUKSI Apabila harga minyak mentah di pasaran dunia tetap tinggi, maka organisasi negara-negara pengekpor minyak, OPEC akan menaikan produksinya dengan 500 ribu barel per hari. Harga minyak mentah saat ini 30 dolar per barel, sementara OPEC ingin menaikan produksi sehingga harga per barel menjadi 25 dolar. Peningkatan produksi merupakan gagasan Arab Saudi. Tingginya harga minyak dunia dua tahun terakhir memicu inflasi dunia. * DUA PENGIKUT SEKTE JEPANG DIHUKUM MATI Di Jepang, dua pengikut sekte Aum Shinri Kyo dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan dan upaya pembunuhan. Dua pengikut sekte tersebut lima tahun silam menyebar gas beracun sarin disejumlah kereta bawah tanah Tokyo, pada jam-jam sibuk. Aksi tersebut menewaskan 12 orang dan melukai ribuan lain. Keduanya mengakui tindakannya namun dalam pembelaan mereka menyatakan diindoktrinaso pemimpin sekte Shoko Asahara. Sementara itu Asahara saat ini juga tengah diperiksa pengadilan mengenai keterlibatannya dalam kasus ini. * 57 TEWAS AKIBAT KECELAKAAN PESAWAT BOEING INDIA Pesawat jenis Boeing 737, milik maskapai penerbangan Alliance Air India, jatuh di sebuah perumahan tidak jauh dari kota Patna, India Timur Laut. Berita terbaru melaporkan 51 penumpang dan enam orang penduduk tewas. Masih belum diketahui berapa besar jumlah korban di perumahan yang kejatuhan puing-puing pesawat. Tujuh orang penumpang yang ditemukan hidup, kini dalam kondisi kritis. Menurut para saksi mata, beberapa saat menjelang pesawat jatuh, salah satu motor terbakar di udara. Pesawat yang nahas itu dalam penerbangan dari Calcutta menuju New Delhi. Ketika pilot hendak mengadakan pendaratan darurat, pesawat Boeing tersebut sudah terlebih dahulu terbakar dan meledak . * ABU SAYYAF LEPAS SANDERA PEREMPUAN JERMAN Pemberontak muslim pulau Jolo Pilipina, Abu Sayyaf melepas seorang sandera perempuan Jerman. Setelah 12 pekan disekap, perempuan Jerman tersebut diserahkan kepada pemimpin juru runding, Roberto Aventajado. Perempuan yang mulai sakit awal penyekapan itu, kini dirawat tim dokter. Sementara itu suami dan anak lelakinya bersama 15 sandera lain masih disekap pemberontak Abu Sayyaf. Beberapa pekan silam pemberontak muslim pulau Jolo ini juga telah melepas sandera asal Malaysia. * 14 TEWAS AKIBAT KECELAKAAN BUS DI VIETNAM Kecelakaan bus di Vietnam, Senin ini menewasakan 14 penumpang dan melukai parah 14 orang lain. Menurut pemerintah setempat, bus yang nahas itu mendadak terbakar ketika sedang melaju. Belum diketahui bagaimana bus itu tiba-tiba bisa dilalap api. Kebakaran diperkirakan berhubungan dengan sejumlah bahan kimia yang terdapat di bagasi muatan. * GEMPA KUAT GUNCANG FILIPINA UTARA Gempa bumi berkekuatan 6,9 pada skala Richter menggoncang Filipina Utara. Gempa berepisentrum di lepas laut 30 kilometer dari pulau Batan itu melukai enam orang penduduk. Kerugian harta diperkirakan cukup besar, banyak rumah-rumah tua ambruk. Sarana listrik di kawasan terputus dan jalan-jalan rusak. * PRESIDEN CLINTON LAPORKAN KEMAJUAN DI CAMP DAVID Presiden Amerika Serikat Bill Clinton melaporkan kemajuan pada perundingan Israel-Palestina di Camp David, dekat ibukota Washington. Di samping itu Clinton mengingatkan agar tidak terlalu optimis karena masih belum pasti apakah itu bakal membuahkan kesepakatan definitif. Inilah pertama kali sejak Selasa silam, Presiden Clinton juru tengah perundingan ini, secara gamblang mengumumkan kondisi perundingan. Sementara itu di Israel sendiri sepuluhan ribu massa turun ke jalan di Tel Aviv. Mereka khawatir Perdana Menteri Ehud Barak memberikan konsesi terlalu besar kepada Palestina. Demonstrasi yang diprakarsai kelompok agama Yahudi itu cemas Israel harus menyerahkan terlalu banyak tanah kepada Palestina. * SANAK SAUDARA WARGA SERBIA KORBAN PEMBOMAN NATO TUNTUT KE PENGADILAN Sanak saudara warga Serbia korban pemboman NATO mengajukan negara-negara pakta pertahanan Atlantik Utara itu ke pengadilan. Mereka menghendaki agar Mahkamah Eropa urusan HAM membahas pemboman NATO di pemancar televisi Beograd Serbia, yang menewaskan 16 karyawan April tahun lalu. Apabila pengadilan menyatakan NATO bersalah melanggar hak asasi manusia, maka para sanak saudara berhak memperoleh kompensasi. 17 negara NATO yang diajukan kepengadilan itu termasuk Belanda. Organisasi peduli HAM Amnesty Internasional menilai pemboman NATO terhadap kantor televisi Beograd tahun lalu, sebuah kejahatan perang. * PRESIDEN BARU SURIAH INGIN CEPAT DAMAI DENGAN ISRAEL Presiden baru Suriah, Bashar al-Assad ingin secepatnya berdamai dengan Israel, namun tetap menuntut pengembalian dataran tinggi Golan. Demikian Bashar seusai disumpah sebagai presiden Suriah menggantikan ayahnya Hafez yang meninggal bulan silam. Bashar mengimbau Amerika agar mendesak Israel mengakhiri konflik dataran Golan. Sejak perang tahun 1967, Israel menduduki dataran tinggi Golan dan menolak mengembalikan dengan alasan keamanan. Dalam pidatonya Presiden Bashar juga menyerukan reformasi ekonomi dan demokrasi di Suriah. Ia menggarisbawahi bahwa demokrasi model barat, tidak cocok bagi sejarah dan budaya Suriah. * MENURUT FRAKSI-FRAKSI SIDANG TAHUNAN MPR TIDAK AKAN JATUHKAN GUS DUR Fraksi-fraksi di MPR bersepakat meredakan ketegangan politik yang akan muncul dalam Sidang Tahunan MPR Agustus mendatang. Dengan antara lain menyerukan bahwa Sidang Tahunan MPR dimaksudkan untuk konsolidasi penyelenggara negara mengatasi krisis secepatnya, mencegah anarki dan menghindari politik halalkan cara. Ini berarti 11 tadi fraksi sudah sepakat meloloskan Gus Dur. Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Meningkatnya kurs dolar terhadap rupiah kemarin akhirnya terhenti juga. Bahkan kemarin itu, rupiah kemarin sedikit menguat terhadap dolar. Pertanyaan yang selama ini menghantui para pelaku pasar "apakah pemerintahan Abdurrahman Wahid bakal jatuh atau bertahan," untuk sementara telah terjawab. MPR tak akan menjatuhkan Presiden. Demikian inti kesepakatan semua fraksi di MPR. Semula, dari hitung-hitungan kasar, nampak bahwa Gus Dur akan jatuh. Karena jelas ia sangat tergantung pada belas kasih para wakil rakyat di DPR dan MPR. Sebagaimana dikatakan Ekkie Syahruddin dari Golkar pada forum KAHMI di Surabaya pekan lalu. Kalau bertanding pada fora konstitusional, Gus Dur kalah. Karena Gus Dur hanya didukung 61 suara. Sedangkan Ekky dan kawan-kawannya punya 360 suara di DPR. Di lembaga MPR perbandingannya pun kira-kira sama. Karena itu kepada Matori Abdul Djalil, Ketua Umum PKB, partainya NU, Ekky sempat menganjurkan agar berdamai saja. "Kalau kita bertentangan you yang rugi", kata Ekky yang merasa di atas angin terhadap Matori. Tetapi harian Duta yang merupakan "terompet resmi" NU melaporkan bagaimana Ekky Syahruddin, bekas pendukung Soeharto itu, mengeluh bahwa DPR dan MPRlah yang konstitusional. Dan, membawa-bawa massa di bawah itu berarti tidak konstitusional. Jika pertentangan itu berlanjut dengan gerakan pendukung Gus Dur di luar DPR/MPR, berarti melawan kenegaraan. "Itu berarti", demikian Ekky, "keluar dari kebersamaan dan keluar dari jamaah Indonesia". Pernyataan Ekky itu terlontar menangggapi pidato Ketua Umum Pengurus Besar NU, sehari sebelumnya di kota yang sama, yang menandakan NU sudah siap melakukan gerakan massa. Kyai Hasyim Muzadi meminta kepada 30 juta warga NU di seluruh Indonesia untuk tidak melakukan gerakan fisik kecuali ada komando dari PBNU. "Kalau NU mau melakukan gerakan-gerakan di bawah, apalagi sampai mau nglurup ke Jakarta, maka itu menjadi extra konstitusional. Suatu gerakan illegal dan melawan kebersamaan, melawan ketertiban dan melawan negara," ujar Ekky. Lebih lanjut ia mengatakan, "gertakan itu seharusnya datang dari kita yang besar". Datang dari yang menang dan bukannya dari yang sudah mau kalah. "Sudah mau kalah gertak lagi," tukas Ekky. Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini juga mengemukakan bahwa Gus Dur sampai bisa menjadi presiden itu karena DPR dan MPR. Bukan karena massa. Alumni HMI ini juga mengatakan, mana mungkin Gus Dur bisa jadi presiden kalau tidak didukung oleh status quo dan poros tengah. Sehubungan dengan keterangan Ekky Syahruddin ini pelbagai kalangan dalam NU mengatakan, dalam menghadapi konspirasi sisa-sisa status quo memang perlu digunakan cara-cara extra konstitusional. Semuanya tergantung pada rakyat. Soeharto sebagai pemimpin kelompok status quo pun dijatuhkan dengan cara extra konstitusional. Kesalahan kita adalah ketika membiarkan sisa-sisa kelompok status quo masuk partai-partai dan mengikuti pemilu. Sedangkan Gus Wahid, Ketua Umum PBNU Jakarta mengatakan, momentum sekarang ini harus digunakan untuk menyingkirkan semua sisa kekuatan Orde Baru, termasuk yang ada di kalangan TNI. "Jangan sekali-kali memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkuasa kembali," ujarnya. Berbeda dengan Ekky Syahruddin, Ketua Fraksi Golkar MPR Fahmi Idris menyatakan "agenda Sidang Tahunan tidak merekomendasikan penggantian atau pelengseran presiden. Agenda Sidang Tahunan sudah jelas," katanya, kepada pers di Jakarta. Agenda tersebut, antara lain merampungkan amandemen yang telah ditetapkan dalam tap-tap MPR serta mensahkan rantap yang sudah dirancang oleh panita Adhoc II. "Jadi bagaimana pun itu bukan bagian agenda untuk mengganti atau tidak," katanya. Dikatakan, jika saat ini ada anggapan di masyarakat bahwa jalannya Sidang Tahunan akan dikacaukan, maka hal itu mengkristal setelah ada pernyataan-pernyataan di tingkat elit. Padahal di tingkat anggota hal itu belum tentu ada, ujarnya. Keterangan yang hampir sama pun dikemukakan oleh Soetjipto. Ketua Fraksi PDIP di MPR tersebut mengatakan, masyarakat tidak perlu takut. Keadaannya sekarang nampak mencemaskan karena berita-berita media massa. Pemberitaan pers akhir-akhir lebih mengarah pada gambaran bahwa pada Sidang Tahunan MPR mendatang ini bakal ada ketegangan bahkan kerusuhan. Hal yang sama pun dikemukakan pers menjelang pemilu tahun lalu. Tetapi ternyata segala sesuatu berlangsung aman. Tidak terjadi apa-apa, kata Soetjipto. Memang diakuinya, jika tidak diarahkan, maka Sidang Tahunan bisa menuju ke anarki. Kalau begitu mengapa media massa bersikap demikian? Bagi Soetjipto ini disebabkan pada waktu lampau media massa terlalu ditekan. Itulah sebabnya mereka sekarang muncul sangat terbuka. Tetapi ditekankannya bahwa di kalangan fraksi-fraksi di MPR masih ada semangat persaudaraan. "Kami pun menyadari bahwa kami seolah-olah mau dijadikan biang kerok atas kerusuhan-kerusuhan saat ini", jelasnya. Ditanya soal keterangan Ketua MPR Amien Rais yang menuduh Gus Dur tidak punya visi dan program yang jelas, Soetjipto mengatakan, maksud Amien barangkali bukannya tidak ada visi tetapi tidak ada sinkronisasi visi. Meski fraksi-fraksi di MPR sudah sepakat untuk tidak menjatuhkan Gus Dur namun itu tidak berarti bahwa hujatan terhadap Gus Dur akan berhenti. Buktinya dari Padang diberitakan bahwa Presiden Partai Keadilan Hidayat Nur Wahid menilai, banyak pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid yang kurang sesuai dengan jabatannya sebagai kepala negara, serta posisinya sebagai salah seorang negarawan dan bangsawan Jawa. "Karena Gus Dur berasal keluarga bangsawan Jawa, maka seharusnya setiap penyataannya disampaikan dengan bijaksana dan mengandung kebenaran, bukan pernyataan yang mudah diralat, karena tidak sesuai dengan budaya bangsawan Jawa," kata Nur Wahid. Kalau tadinya Gus Dur mengesankan dirinya seorang 'raja di raja,' namun setelah diralat timbul kesan sebagai 'raja-rajaan'. "Mana ada seorang raja yang ucapan dan prilakunya plin-plan," ujar Presiden Partai Keadilan yang juga masuk dalam kelompok Poros Tengah. Karena pernyataan tadi hanya keluar dari pemimpin partai kecil, maka yang tetap lebih penting diperhatikan adalah ulah empat tokoh politik yang hingga kini belum bisa bertemu secara bersamaan. Namun dari Surabaya terbetik berita bahwa Gus Dur, Megawati, Amien Rais, dan Akbar Tandjung diharapkan akan bertemu dalam Muktamar I PKB yang digelar di Surabaya pada 23 sampai 30 Juli mendatang. Keempat pemimpin itu akan diundang pada pembukaan Muktamar tersebut di Gelora Tambaksari, Surabaya. Hal itu diumumkan panitia mukatamar di Surabaya kemarin. Beberapa menteri pun diundang bersama 2000 pengurus PKB se-Indonesia. Pada pembukaan tersebut akan ada semacam unjuk kekuatan massa PKB. Mereka datang dari seluruh Jawa dan sebagian luar Jawa. Kalau pada kesempatan itu, keempat tokoh itu benar-benar bertemu maka nampaknya Sidang Tahunan MPR akan sunggug-sungguh berlangsung tanpa kerusuhan. Rakyat kini masih menunggu pernyataan resmi Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. Benarkah ia akan mendukung Gus Dur jika tidak ada "dinamika terbalik" pada Sidang Tahunan MPR, tiga minggu mendatang? * PBB DAN PASUKAN INTERNASIONAL HARUS SEGERA MASUK MALUKU Semakin kuat desakan agar dunia internasioanl turun tangan di Maluku. Intinya, dunia internasional yang dianggap netral, harus segera di kirim ke sana. Sekjen Komnas HAM, Asmara Nababan, mendesak agar segera dikirim pasukan misi perdamaian, peace keeping mission. Asmara Nababan [AN] : Latar belakangnya adalah sekarang sebenarnya kredibilitas aparat sipil dan militer di mata masyarakat Maluku itu tidak ada. Oleh karena itu walaupun status Maluku darurat sipil bahkan di tingkat darurat militer sekalipun. Aparat sipil dan militer tidak akan dapat melakukan pekerjaannya secara tepat karena memang kedua belah pihak yang berseteru tidak lagi mempercayai aparat sipil dan militer Indonesia. Untuk mengatasi persoalan ini saya merasa bahwa sudah waktunya pemerintah Indonesia meminta kerjasama internasional untuk menjaga perdamaian di Maluku. Radio Nederland [RN] : Kenapa Komnas HAM tidak secara langsung menganjurkan kepada pemerintah supaya meminta PBB atau pasukan internasioanal untuk turun tangan segera di Maluku? AN : Sebagai institusi kita belum mempunyai sikap, ini baru pendapat saya pribadi ya, walaupun dalam posisi Sekjen Komnas HAM. RN : Beberapa hari terakhir disuarakan di tingkat internasional baik itu oleh kalangan gereja maupun oleh kalangan swasta dari Indonesia, supaya PBB dan pasukan internasional segera turun tangan di Maluku. Karena darurat sipil sekarang tidak efektif. AN : Betul sekali, saya mengharapkan dalam waktu yang tidak terlampau lama Komnas HAM secara institusional dapat mengambil posisi untuk issue ini. RN : Mengapa bukan peace keeping force sekaligus ? AN : Saya fikir kita harus melihat usaha yang bertingkat dalam pengertian, kalau peace keeping mission sudah bisa efektif bisa mencegah berlangsungnya terus menerus pertumpahan darah, tentu tidak diperlukan peace keeping forces. Dan alasan yang ke dua pengenalan terhadap peace keeping forces itu menjadi dekat dengan international forces for East Timor atau INTERFET. Itu bagi banyak kalangan di Indonesia dianggap sebagai suatu intervensi militer. Nah untuk mencegah salah pengertian tersebut menurut pendapat saya, untuk tahap pertama dapat dibentuk terlebih dahulu peace keeping mission, tanpa menutup kemungkinan peace keeping forces. RN : Tetapi yang jelas intinya ialah supaya dunia internasioanl turuntangan di Maluku. AN : Ya betul itu yang menjadi pendapat saya untuk mengatasi krisis kredibilitas dari aparat sipil-militer Indonesia di Maluku, yang sudah boleh dikatakan sampai pada titik nadir. Demikian wawancara dengan Sekjen Kmnas HAM, Asmara Nababan. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Jul 2000 jam 17:19:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
