---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- EMPAT FORMULA KEPEMIMPINAN NASIONAL FORMULA I: GUS DUR-MEGA DUET Gus Dur-Mega tetap dipertahankan. Tapi kabinet harus dirombak. Persyaratan: Gus Dur harus melobi kekuatan lain, seperti PDIP, Golkar dan Poros Tengah, untuk mendapatkan dukungan minimal 50 persen plus satu di MPR. Kekuatan: Dengan mempertahankan Gus Dur, krisis politik lanjutan kemungkinan bisa dihindari. Kelemahan: Gus Dur kemungkinan sulit mendapatkan dukungan, kecuali kalau mau mengisi kabinetnya dengan tokoh partai sebagai bayaran atas dukungan mereka. Akibatnya, masalah koordinasi di kabinet tetap sulit dipecahkan. FORMULA 2: MEGA, YES DUET Gur Dur-Mega tetap dipertahankan. Tapi kewenangan Gus Dur dipreteli. Mega jadi kepala pemerintahan. Persyaratan: Gus Dur harus mau menjadi presiden simbolis saja. Kekuatan: Didukung kekuatan pemenang pemilu, PDIP. Kelemahan: Kemampuan manajerial Megawati mengelola pemerintahan diragukan banyak kalangan. FORMULA 3: MENTERI UTAMA GUS DUR-Mega dipertahankan. Roda pemerintahan sehari-hari kendalikan oleh menteri utama. Persyaratan: Gus Dur mesti mau menyerahkan kewenangannya kepada menteri utama. Megawati harus rela "dipotong" menteri utama. Kekuatan mayoritas di MPR harus mendukung. Kekuatan: Asal mendapat figur yang pas, masalah koordinasi kabinet bisa diatasi. Roda pemerintahan bisa berputar sebagaimana semestinya. Kelemahan: Tidak didukung konstitusi. Sulit menentukan figur utama yang bisa diterima semua kekuatan politik. FORMULA 4. MEGA-AKBAR Gus Dur jatuh atau dipaksa mundur, naik duet Mega-Akbar. Sebagai bayaran atas dukungan PPP, Hamzah Haz diberi kursi ketua DPR, Amien Rais tetap ketua MPR. Persyaratan: PDIP, Golkar dan Poros Tengah solid. Kekuatan: Presiden akan mendapatkan dukungan mayoritas di DPR maupun MPR. Ini bisa menjinakkan keganasan parlemen. Kelemahan: Ancaman krisis politik akan berlanjut. Konflik elit bakal merembes ke konflik massa. Jadi preseden buruk bagi pemerintahan sipil. * Diolah dari keterangan berbagai sumber.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Jul 2000 jam 06:14:03 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
