---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Polisi Periksa Pegawai Goro Belum Diketahui Kaitannya Dengan Tommy Kepolisian menemukan data baru sehubungan kasus peledakan bom di Kejaksaan Agung, sekaligus membantah pemberitaan yang menyebutkan kepolisian telah menahan empat mantan pegawai Tommy Soeharto. Dari enam saksi yang diambil dari mobil hard top putih yang berada di Kejakgung saat terjadi ledakan, ternyata empat orang yang dicurigai adalah karyawan PT Goro Batara Sakti milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy -- putra bungsu mantan Presiden Soeharto. Polisi belum bisa memastikan apakah yang dilakukan empat pegawai itu atas suruhan Tommy atau bukan. "Mereka itu tadinya kerja di Goro. Goro itu miliknya Tommy. Mungkin saja mereka temannya Tommy. Belum jelas motif mereka ke situ. Apakah disuruh langsung atau tidak oleh Tommy. Yang jelas keberadaan mereka di situ tetap akan kita periksa," kata Kaditserse Polda Metro Jaya Senior Superintendent Harry Montolalu, Senin. Saat ini, polisi masih mengembangkan keterangan dari para saksi tentang relevansi keberadaan pegawai Goro itu dengan ledakan bom di Kejakgung dua minggu lalu. Juga masih diselidiki apakah empat pegawai itu datang ke Kejakgung atas perintah Tommy atau bukan. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nurfaizy mengatakan, keempat orang tersebut hanya dimintai keterangan, belum dijadikan tersangka. Ia membantah Polri telah melakukan penahanan terhadap mantan pegawai Tommy yang dicurigai. "Mereka hanya diperiksa dalam pemeriksaan yang biasa, bukan sebagai tersangka pelaku peledakan. Jadi mereka hanya dimintai keterangan, soal lamanya diperiksa kan itu relatif," katanya. Keempat lelaki itu, Fr, Fn, Ww dan Bo. Mereka ditangkap dalam operasi lalu lintas di Cileusi, Bogor bersama mobil Kijang putih Nopol F 1080 AG milik Bo. "Polisi menangkap mereka karena mereka berada di TKP gedung Kejakgung, sebelum terjadi peledakan. Ingat ya, enggak ada yang ditahan dan sampai kini tersangka peledakan belum ada," tambah Kapolda serius. Sementara itu, dari sidik jari yang ditemukan di bom yang tak meledak yang awalnya diperkirakan dari delapan orang, ternyata setelah diteliti hanya berasal dari dua orang. Tetapi, menurut BPO lagi-lagi polisi belum bisa memastikan milik siapa sidik jari tersebut. "Saat ini kita sedang mencoba memanggil orang-orang yang bertanggung jawab tentang pengeboman tersebut. Sambil kerja, kita juga menunggu hasil pemeriksaan Angkatan Darat," kata Harry sambil menambahkan, penyidikan bom Kejakgung dibagi dalam dua tim yakni dari Polri dan TNI-AD. Seperti diketahui, satu jam setelah Tommy diperiksa sebagai saksi, bom meledak di Kejakgung Selasa (4/7) lalu. Sehari setelah ledakan itu, Gegana kembali menemukan dua bom dengan berat masing-masing dua kilogram di Kejakgung. Sumber serse Polres Metro Jakarta Selatan mengatakan masih mengejar dua saksi lainnya, Ag dan KA di Bogor, karena mereka berdua ikut dalam mobil Hardtop ke Kejakgung sehari sebelum peledakan terjadi, persis Selasa (4/7) lalu. Sementara sketsa wajah pelaku yang dibuat tim identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan 'dibatalkan' karena salah seorang yang wajahnya mirip gambar sketsa itu, saksi Bo, telah datang ke Mapolres Jakarta Selatan.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Jul 2000 jam 08:44:53 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
