----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Laskar Jihad Bantah Lakukan Pembersihan Kelompok Merah

Reporter: Djoko Tjiptono
detikcom - Jakarta, Panglima Laskar Jihad Ustad Ja'far Umar Thalib
membantah bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan terhadap kelompok
merah di Maluku. Menurutnya, keberadaan Laskar Jihad justru untuk
menghentikan peperangan.

Hal itu disampaikan Ja'far dalam jumpa pers yang diselenggarakan di
kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jl. Kramat Raya, Jakarta
Pusat, Selasa (18/7/2000).

"Tidak benar. Di sana kita justru menyelamatkan wanita dan anak-anak.
Sesuai dengan syariat Islam, di dalam peperangan dilarang membunuh
wanita dan anak-anak," jelas Ja'far kepada wartawan.

Ja'far juga meragukan kemampuan pemerintah RI untuk segera menghentikan
konflik berkepanjangan di kawasan 'seribu pulau' tersebut. "Indonesia
saat ini dalam posisi dan kondisi yang lemah. Jadi tidak mungkin
menyelesaikan kasus ini secepatnya. Dan jika institusi hukum tidak dapat
lagi ditegakkan dengan benar maka yang melakukan pembelaan adalah rakyat
sendiri," papar Ja'far yang selalu mengenakan jubah putih itu.

Perang yang terjadi di Maluku saat ini, menurut Ja'far, adalah untuk
menghentikan peperangan yang selama ini terjadi. Selama ini, lanjut dia,
peperangan di sana dipicu oleh provokator-provokator. "Dan keberadaan
Laskar Jihad di sana untuk menumpas para provokator tersebut," ungkap
dia lagi.

Mengenai provokator tersebut, Ja'far menduga dilakukan orang-orang
Republik Maluku Selatan (RMS) yang selama ini menunggangi gereja-gereja
di Maluku.

Soal penyerahan senjata sejak diterapkannya darurat sipil, Ja'far
mengakui memang terjadi di sana akan tetapi hanya untuk kelompok
tertentu saja. "Jika terjadi penolakan dari suatu kelompok, TNI selalu
berada dalam posisi mengalah," jelas pria berjanggut tebal itu.

Lebih jauh, Ja'far juga membantah bahwa pihaknya mendapat dukungan
senjata dari TNI.

Mengenai kondisi terakhir, Ja'far menjelaskan masih terus menerus
terjadi peperangan. Menurutnya, sejak terjun di Maluku sudah 7 orang
anggota Laskaar Jihad tewas dan 22 orang lainnya luka-luka. (ani)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Jul 2000 jam 11:18:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke