---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Gus Dur, Mega, Amien, Akbar akan Bertemu di Surabaya SURABAYA, (Pikiran Rakyat).- Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wakil Presiden (Wapres) Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua DPR RI Akbar Tandjung akan bertemu dalam Muktamar I PKB yang digelar di Surabaya pada 23-30 Juli mendatang. "Gus Dur, Mbak Megawati, Pak Amien, dan Pak Akbar akan diundang pada pembukaan Muktamar I PKB yang rencananya dibuka Gus Dur di Gelora Tambaksari, Surabaya," kata Wakil Sekretaris Panitia Daerah Muktamar I PKB, M Firdaus, SH kepada Antara di Surabaya, Senin (17/7). Firdaus menjelaskan, panitia pusat dan daerah memang mengundang sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk sejumlah menteri seperti Khofifah IP, Rozy Munir, Alwi Shihab, KHM Tholhah Hasan. Sedangkan peserta dari unsur pengurus PKB se-Indonesia yang diundang sekitar 2.000 orang. "Tapi dalam pembukaan akan ada show of force, karena massa PKB akan datang dari seluruh Jawa dan sebagian luar Jawa. Untuk Jatim sendiri tidak dibatasi jumlahnya. Tapi yang sudah kontak ke panitia sekitar 5.000 orang dari Jateng yang akan melakukan konvoi ke Surabaya sehari sebelumnya," katanya. Senada dengan itu, kader muda NU dari Rungkut Surabaya, Mualifah Arini menyatakan, dirinya berharap ke empat tokoh itu datang untuk memberi "kesejukan" di kalangan warga nahdliyyin dan masyarakat pada umumnya. Karena ada spekulasi bahwa hubungan ke empat tokoh itu hanya mesra secara simbolis tapi sesungguhnya mengkhawatirkan banyak kalangan. "Misalnya, tokoh PDIP di DPR RI Lindan Zulfan yang dalam sebuah forum di Surabaya menawarkan dua solusi untuk Gus Dur jika tak mau dijatuhkan, yakni memisahkan jabatan kepala pemerintahan dan kepala negara atau menyetujui usulan menteri utama. Solusi itu kan menggambarkan sengitnya persaingan, sepertinya kedekatan Gus Dur dan Mbak Mega hanya formal," katanya. Tentang acara pembukaan, menurut Firdaus, akan diawali dengan istighosah (doa memohon keselamatan) yang dilakukan sembilan ulama khos (khusus) NU, di antaranya KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban, Jatim), KH Idris Marzuki (Lirboyo, Kediri, Jatim). Bahkan, katanya, dalam pembukaan itu direncanakan ada pidato pembukaan "Selamat Bermuktamar" yang disampaikan lima tokoh agama dari Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Hindu. "Acara akan disemarakkan dengan atraksi seni dari marching band sebuah SMU di Jakarta, orkes gambus Balasyik Jember, penampilan solo artis Franky Sahilatua, dan parade seribu santri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo yang dipandu aranser Hj Tia Subiakto," katanya. Selain serangkaian pidato dan atraksi seni, katanya, acaranya juga diramaikan dengan pelepasan 35 burung merpati dan 35 balon hijau yang melambangkan nomer urut PKB pada Pemilu 1999. Gus Dur tak dukung seseorang Sementara itu, Menlu Alwi Shihab yang merupakan salah satu kandidat ketua umum PKB menyatakan, deklarator PKB Abdurrahman Wahid tidak mendukung siapa-siapa pada Muktamar I PKB, karena Gus Dur menyerahkannya kepada mekanisme demokrasi. "Presiden tidak mendukung siapa-siapa. Dia melepaskannya kepada mekanisme demokrasi. Siapa saja yang terpilih oleh muktamar bagi Presiden itu yang terbaik," kata Alwi di Istana Negara, Jakarta, Senin ketika ditanya sinyalemen yang beredar bahwa Gus Dur mendukung Matori Abdul Djalil untuk kembali memimpin PKB. Menurut Alwi, soal dukung-mendukung bertentangan dengan semangat Gus Dur yang menginginkan terciptanya demokrasi di negara ini. "Masa di tingkat negara, demokrasi dipromosikan (Gus Dur), di PKB tidak. Satu hal yang justru bertentangan," kata Alwi. Alwi berpendapat tidak ada preferensi dari Presiden. "Jika ada berarti demokrasi tidak berjalan," katanya. Ketika ditanya kesiapannya, Alwi menyatakan kalau ada yang mencalonkannya maka dia akan maju. "Tetapi saya tidak akan berinisiatif untuk mencalonkan diri," katanya. Kalau muktamar menghendakinya, maka Alwi akan menjalaninya, sedangkan kalau muktamar menghendaki orang lain maka dia akan menghormatinya. Alwi juga menyatakan tidak akan melakukan konsolidasi pada muktamar mendatang. Penting, pertemuan empat tokoh Di tempat terpisah kemarin, Ketua DPR Akbar Tandjung tetap menganggap penting diadakannya pertemuan empat tokoh yakni Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais dan dirinya. Namun ia menyarankan agar pemrakarsanya adalah Gus Dur atau Amien Rais. Akbar Tandjung mengatakan hal itu kepada pers di Balai Sidang Senayan Jakarta, Senin malam, ketika menyaksikan gladi bersih pagelaran seni dalam rangka Rapat Pimpinan (Rapim) Partai Golkar. Akbar mengatakan dirinya siap kapan saja dan mendukung sepenuhnya gagasan mempertemukan empat tokoh itu. Ia menilai pertemuan empat tokoh itu penting untuk mendorong agenda reformasi dan menyatukan persepsi agar berbagai persoalan bangsa bisa diatasi, karena itu perlu segera diselenggarakan. Dia mengakui sejumlah agenda reformasi belum terwujud, dan ada beberapa agenda belum terlihat perkembangannya, untuk itu persamaan persepsi perlu segera diwujudkan melalui pertemuan dimaksud. Selaku pimpinan Partai Golkar, dia mengatakan Sidang Umum Tahunan MPR tidak akan berubah menjadi Sidang Istimewa, namun pihaknya akan memberi catatan khusus atas laporan kemajuan Presiden. Rapim Partai Golkar yang berlangsung 18 hingga 20 Juli itu juga akan menilai bagaimana kinerja pemerintah termasuk menyikapi persoalan aktual yang kini terjadi. Ia juga mengatakan bisa saja Partai Golkar menjadi oposisi jika rapim menghendakinya, namun dalam pertemuan pimpinan fraksi MPR Minggu (16/7) malam soal oposisi parpol tidak dibicarakan. Sementara itu, Ketua Pelaksana Rapim Partai Golkar, Enggartiarso Lukito mengatakan, pembukaan rapim di Balai Sidang Jakarta ini dipenuhi dengan nuansa seni dan budaya bangsa yang melibatkan sekitar 1.000 orang. Mereka akan menampilkan atraksi seni dan budaya serta melibatkan 35 artis ibukota antara lain Titik Puspa dan Nia Daniati. Takkan jadi sidang istimewa Pada kesempatan berbeda Senin kemarin, Ketua DPR Akbar Tandjung kembali menegaskan, Sidang Tahunan MPR 7 sampai 18 Agustus 2000 tidak akan berubah menjadi Sidang Istimewa MPR, apalagi telah diperkuat dengan kesepakatan bersama fraksi-fraksi MPR. "Karena itu, kepada semua pihak agar tidak perlu khawatir menghadapi Sidang Tahunan MPR mendatang," katanya kepada pers seusai mengikuti rapat paripurna DPR, di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Sebelumnya, seluruh fraksi di MPR (sebelas fraksi) di Jakarta, Minggu malam, menyatakan seruan bersama untuk tetap komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan meredakan ketegangan politik menjelang dan selama berlangsungnya Sidang Tahunan MPR. Akbar Tandjung mengatakan, dalam Sidang Tahunan MPR mendatang, DPR tidak dalam posisi untuk menjatuhkan Presiden, namun demikian DPR dapat saja setiap saat meminta MPR untuk menggelar Sidang Istimewa di luar Sidang Tahunan dengan terlebih dahulu membuat memorandum kepada Presiden. Tetapi, lanjutnya, hal itu pun hanya dapat dilakukan jika Presiden dinilai benar-benar telah melanggar konstitusi (UUD '45) atau GBHN. Ditambahkannya, prosedur untuk dilakukannya Sidang Istimewa MPR tidak mudah, yaitu apabila Presiden terbukti melanggar konstitusi atau GBHN, kemudian DPR menyampaikan memorandum kepada Presiden sebanyak tiga kali. "Pada memorandum pertama diberi waktu tiga bulan, apabila tidak ada jawaban, dibuatlah memorandum kedua. Jika dalam waktu satu bulan juga tidak ada jawaban Presiden, maka pada memorandum ketiga barulah DPR dapat meminta Sidang Istimewa," ujarnya. Dalam Sidang Tahunan MPR mendatang, ungkap Akbar, ada tiga hal yang diagendakan yaitu Amandemen UUD '45, Tap MPR, dan evaluasi terhadap kinerja lembaga penyelenggara negara, termasuk Presiden. Penilaian oleh fraksi-fraksi MPR itu nantinya tergantung pada progress report yang disampaikan Presiden. "Penilaian fraksi cukup kritis, paling tidak untuk mengingatkan Presiden terhadap hal-hal yang jadi perhatian fraksi," ujarnya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Jul 2000 jam 04:34:23 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
