---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- George J Aditjondro: Wiranto-Fuad Biang Kerok di Maluku Jakarta--George Junus Aditjondro kembali menggebrak setelah "bertapa" semenjak mantan Presiden Soeharto lengser. Lewat tulisan berjudul "Wiranto fans Ambon's flames" di harian The Sydney Morning Herald staf pengajar sebuah perguruan tinggi di Australia itu menuding mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto dan mantan Menkeu Fuad Bawazier berada di belakang kerusuhan Maluku. George memaparkan konflik berbau SARA di Maluku yang meletus sejak 18 bulan lalu itu telah direncanakan dengan cermat oleh pasukan TNI yang loyal kepada bekas Presiden RI kedua, Soeharto. Tudingan kepada Wiranto didasarkan pada analisanya sebagai berikut: Pertama, kelompok ini ingin menggoyang kekuatan Megawati Soekarnoputri. Saat itu Mega dianggap pesaing kuat BJ Habibie. Kedua, kelompok ini sengaja menciptakan kerusuhan di daerah-daerah di mana Wiranto ingin menghidupkan kembali kekuatan Kodam-kodam. Dua perwira intelijen dari Kodam XVI Pattimura yakni Kolonel Budiatmo dan Kolonel Nono, masih menurut Aditjondro berusaha memelihara konflik tersebut. "Kolonel Budiatmo, tetap menjalin hubungan dengan milisi Kristen di Ambon, sedangkan Kolonel Nono dengan milisi Muslim yang belakangan diperkuat dari Jawa dan Sulawesi Selatan," tulis dia seperti dilaporkan ulang kantor Berita Antara. Sejatinya, menurut dia, para pemimpin agama Islam maupun Kristen di Ambon sudah lama berkeinginan menyudahi konflik kemanusiaan di sana dengan jalan damai. Tapi, dua intelejen itu seakan-akan mengompori situasi. Sedangkan tudingan kepada Fuad, Aditjondro mendasarkan pada temuan bahwa ada kelompok radikal Muslim yang beroposisi dengan Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid. Nah, tudingan paling kuat mengarah pada Fuad Bawazier. Tapi, dia tidak menyebutkan kenapa kesimpulannya mengarah pada mantan Menkeu ini. Soal penyandang dana lain, Aditjondro membeberkan kemungkinan keterlibatan beberapa konglomerat. Kelompok ini dia menengarai bermaksud memetik keuntungan dari kerusuhan di Maluku. "Mereka berharap bisa lari dari kewajiban membayar utang triliunan rupiah," tulisnya. Konglomerat yang dimaksud adalah mereka yang dekat dengan keluarga Soeharto yang mengibarkan perusahaan Jayanti, Barito Pacific, Sinar Mas dan Artha Graha. Yang terang, Gus Dur telah memberikan indikasi bahwa pelaku kerusuhan di Maluku berada di Jakarta. Merekalah yang mendanai kelompok-kelompok yang bertikai di Maluku. Menhan Juwono juga telah mengisyaratkan bahwa kerusuhan di pelbagai daerah dibiayai oleh kroni Cendana. Fuad telah membantah keras tudingan bahwa dialah yang mendanai pengiriman laskar jihad ke Ambon. Lantas bagaimana Wiranto?***(sku) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Jul 2000 jam 05:29:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
