----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

"TNI orde Soeharto menggunakan Laskar Jihad sbg KAMUFLASE agenda KERUSUHAN
yg dibuatnya"

Tidak singkron-nya perintah Gus Dur untuk melarang  Laskar Jihad
pergi ke Ambon dengan kenyataan dimana lapangan, dimana puluhan
ribu Laskar Jihad bisa leluasa berangkat ke Ambon dari Surabaya,
merupakan bukti bahwa TNI telah secara sengaja MENSABOTASE perintah Gus Dur.

TNI orde Soeharto yg diduga kuat masih dikendalikan oleh Wiranto
mempunyai HIDDEN AGENDA untuk merongrong pemerintahan sipil.

Tentunya TNI tidak bisa secara terang-terangan untuk melakukan
RENCANA BUSUK-nya mengadudomba ke dua kelompok rakyat sipil di Ambon.

TNI membutuhkan KAMUFLASE untuk menutupi hidden agenda mereka.

Laskar Jihad dibawah pimpinan Jafar Umar Thalib telah digunakan TNI
untuk mencapai tujuannya.

Coba dipikir dengan akal sehat, "Mungkinkah gerombolan milisi sipil
Laskar Jihad mampu menyerang markas Polisi Brimob sekaligus
membunuh wakil komandan Brimod justru di markasnya sendiri ?".

Siapa yg lebih terlatih milisi laskar Jihad ataukah pasukan komando
Polisi yaitu Brigade Mobil?

Saya rasa COMMON SENSE kita dengan mudah dapat mengatakan, bahwa
tanpa TNI sebagai fasilitator dlm memberikan dukungan personil dan
persenjataan; maka milisi Laskar Jihad bukanlah tandingan yg patut
diperhitungkan ketika mereka hrs bertempur melawan pasukan komando
Brigade Mobil.

Dan perlu dicatat bahwa milisi Laskar Jihad telah melakukan
penyerangan ke markas Brimob dan bukan sekedar menyerang sebuah
iring-iringan konvoi pasukan Brimob.

Bukankah ini membuktikan bahwa TNI telah ikut berperan, baik secara
langsung maupun tidak langsung dalam memfasilitasi Laskar Jihad
menyerang markas Brimob.

Lalu kemudian apakah TNI menindak lanjuti dengan menangkap si Jafar
Thalib dan selanjutnya anggota gerombolah Laskar Jihad yg lain
karena telah menyerang markas Brimob yg juga aparat negara.

Inilah bukti bahwa TNI kita sama sekali tidak bisa dipercaya dalam
kesungguhannya mengatasi konflik Ambon, sehingga TNI perlu
dipermalukan karena ketidak profesionalan mereka dengan kedatangan
tentara internasional ke Ambon.

Sementara itu dalam era informasi semua orang bisa saja memberikan
informasi kpd masyarakat, termasuk informasi yg bersumber dari
Laskar Jihad.

Rakyat Indonesia mungkin bisa bingung karena fakta yg sama bisa
diceritakan dengan cara yg saling bertentangan.

Tetapi tentunya kita yg telah diberikan anugrah akal sehat oleh
Tuhan, shg dapat menggunakan sel-sel otak kita untuk mengolah
informasi yg kita terima; dan kita dapat secara AKTIF menyimpulkan
mana informasi yg benar dan mana yg menyesatkan.

Kedatangan pasukan Internasional akan membantu POLRI dalam usahanya
meredam manuver-manuver busuk militer TNI AD, dibalik sepak terjang
Laskar Jihad yg bertujuan agar konflik di Ambon dapat terus
dilestarikan.

Kondisi objektif dilapangan, korban sudah sampai 3000 jiwa manusia
melayang sia-sia, bahkan ada yg mengatakan korban sudah mencapai
10.000 jiwa termasuk 500 pengungsi dari Desa Duma, Galela yang
menumpang K.M. Cahaya Bahari, yang dinyatakan tenggelam 29 Juni
lalu, tetapi kemungkinan besar disandera di sebuah pulau.

Maka kita perlu sepakat bahwa korban diantara ke 2 kelompok Islam
dan Kristen harus segera dihentikan.

Secara pribadi saya pun pernah bertemu disuatu tempat di Jakarta
dengan salah seorang pengungsi wanita yg sedang hamil 8 bulan dan
secara kebetulan bisa lolos dari konflik sipil rekayasa TNI di
Maluku, yg begitu traumatis, sehingga mendengar suara AZAN saja
sudah SANGAT KETAKUTAN.

Dalam kondisi hamil tua dan telanjang kaki, dia hanya bisa lari
menumpang perahu milik saudaranya sementara rumah yang baru
dibangun beberapa hari dibakar habis oleh Laskar Jihad.

Bisakah kita membayangkan jika kejadian itu justru terjadi pada
keluarga kita sendiri.

Apa yg bisa saya lakukan adalah membantu sekedarnya kepada keluarga
wanita ini dan selanjutnya menulis di Internet untuk membentuk
opini bahwa kedatangan pasukan Internasional sudah sangat mendesak
di Ambon.

TNI kita memang IMPOTEN sekali, karena jendral-jendral TNI yg masih
tersisa tidak punya kesungguhan melaksanakan prioritas untuk
menjaga keutuhan bangsa dan negara dari ancaman disintegrasi
bangsa, bahkan sebalik TNI ikut berperan agar eskalasi konflik
menjadi lebih besar.

Di Ibu Kota Jakarta saja, aparat militer kita begitu TIDAK BERDAYA
untuk mengatasi kerusuhan antara warga Berland dan penduduk
sekitarnya di kawasan Matraman. Peristiwa itu terjadi justru di Ibu
Kota negara, sehingga kemampuan aparat dalam menyelesaikan konflik
yg jauh di Ambon adalah SANGAT DIRAGUKAN.

"Saya rasa kita harus sepakat bahwa Nasionalisme bangsa bukanlah
kedaulatan yg mengijinkan Tentara membantai rakyatnya sendiri di
Ambon, apalagi hanya sekedar demi kepentingan kelompok militer orde
Soeharto".

Sekalipun ada ITIKAD BAIK dari POLRI untuk bersikap netral dan
sungguh-sungguh menghentikan konflik Ambon; tetapi jika TNI AD,
khususnya Kostrad, mempunyai hidden agenda yg secara kasat mata
mensabotase usaha-usaha perdamaian, maka perdamaian tidak pernah
akan terwujud di Ambon.

Hampir 2 tahun kita sudah menyerahkan penyelesaian konflik kepada
aparatur negara, tetapi kenyataanya konflik masih terus berlanjut
dengan korban rakyat sipil termasuk wanita dan anak-anak, sementara
pada saat yg sama tidak ada kepastian bahwa konflik dapat segera
dituntaskan.

Kedatangan pasukan Internasional sudah begitu MENDESAK, agar KORBAN
dari ke dua belah pihak dapat segera dihentikan.

Hati nurani kita tentunya dapat secara jujur menimbang ketika harus
memilih antara Nasionalisme dan Hak hidup warganya untuk bebas dari
ancaman bahaya, yg notabene dinegaranya sendiri.

Mawar Hati

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Jul 2000 jam 07:55:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke