----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Priyo Budi Santoso Siap Membela Gus Dur

Selasa, 25 juli 2000
JAKARTA, Mandiri -

Setelah diterpa tudingan sebagai aktor di belakang konspirasi penggulingan
Gus Dur saat Sidang Umum MPR Tahunan Agustus mendatang, Priyo Budi Santoso
seolah berbalik arah. Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini memberikan dukungan
politik buat Gus Dur.

"Jika memang ada skenario seperti itu saya siap berubah 180 derajat membela
Gus Dur di barisan paling depan," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta,
Senin (24/7). Saat ini kata Priyo, Gus Dur adalah tokoh yang paling tepat
untuk menjadi pemimpin. Sebelumnya, Priyo dalam sebuah kesempatan wawancara
dengan SCTV akhir pekan lalu dengan sangat jelas mengatakan dirinya
menyarankan agar Gus Dur mundur. Kata 'saya sarankan' itu muncul pada acara
Liputan 6 Petang. "Kalau Gus Dur tidak mau mengubah sikapnya, saya sarankan
untuk mundur saja," kata Priyo saat itu.

Seiring dengan pernyataan Priyo itu, pekan silam, sebuah dokumen yang
beredar di kalangan wartawan menceritakan peran Priyo mempertemukan
berberapa tokoh politik, khususnya yang menginginkan agar Gus Dur jatuh,
beredar di masyarakat. Diungkapkan pula, untuk memperlancar niatan itu,
diadakan rapat tertutup di rumah Arifin Panigoro (anggota DPR RI dari fraksi
PDIP), di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan pada tanggal 27 Juni 2000 sekitar
pukul 21.00 WIB.

Rapat tersebut menyepakati cara penggulingan Gus Dur Agustus nanti. Caranya,
dengan melemahkan posisi Gus Dur di masyarakat. Sedianya, andai sukses
menumbangkan menjatuhkan Gus Dur mereka akan menaikkan Megawati sebagai
presiden.

Masih menurut dokumen itu, hadir dalam pertemuan tersebut beberapa tokoh
yang berseberangan dengan pemerintahan. Diantaranya adalah Fuad Bawazier,
Ginandjar Kartasasmita, Arifin Panigoro, Kapolri Jenderal Rusdihardjo,
Kapolda jaya Mayjend Nurfaizi, dan Ass Intel Kapolri Mayjend Pol Guntur
serta Fakhrudin, Ketua HMI. Adapun beberapa undangan yang tidak hadir adalah
Wiranto, Djaja Suparman, Adi Sasono dan Dawam Rahardjo.

Kendati membantah dirinya tidak pernah membuat surat tersebut, ia mendukung
sebagian isinya. Misalnya soal perlunya mengkritik Gus Dur agar memperbaiki
sikap. "Itu saya dukung penuh. Kita beri dia untuk memperbaiki sikapnya
sampai 2001." kata Priyo.

Sejauh ini belum diketahui apakah dokumen tersebut ada kaitannya atau tidak
dengan pernyataan Gus Dur yang dia lontarkan saat menghadiri acara Forum
Rembug Nasional (FRN) di Kuta Bali beberapa saat lalu dengan mengatakan '
biang kerok' kerusuhan dan instabilitas nasional berada di DPR/MPR. Wallahu'
alam.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Jul 2000 jam 11:30:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke