---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kompas, 27 Juli 2000 Amerika Akui Integritas RI Makassar, Kompas Sikap Pemerintah Amerika Serikat sangat jelas. AS mengakui integritas Indonesia dan menginginkan Indonesia mengatasi masalahnya sendiri dan menghentikan kekerasan yang terjadi. Demikian ditegaskan Atase Pertahanan (Athan) Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, Joseph H Daves. Penegasan itu disampaikan ketika bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan HZB Palaguna, di Makassar, Rabu (26/7). Hal yang sama juga dikemukakan kepada pers usai pertemuan. Daves berada di Makassar untuk menerima masukan mengenai situasi di Kabupaten Poso, serta melihat kondisi pengungsi akibat kerusuhan yang berada di Sulsel. Ia juga akan mengunjungi pengungsi di Sulteng, Sulut, dan Sultra. Sementara itu, menanggapi permintaan masyarakat di Maluku agar AS ikut membantu menyelesaikan pertikaian di sana, Daves mengatakan, sampai saat ini AS dan negara-negara lain di dunia tidak pernah membicarakan tentang pengiriman pasukan ke Indonesia. Kalaupun ada keinginan untuk membantu, itu hanya sebatas membantu para pengungsi atau yang lainnya yang tidak terkait masalah pengamanan. Berlanjut Diperoleh keterangan, upaya empat gubernur se-Sulawesi untuk mengatasi kerusuhan di Kabupaten Poso tampak semakin serius. Setelah pertemuan mereka di Makassar pekan lalu, Gubernur Palaguna (Sulsel), Bandjela Paliudju (Sulteng), F Sondakh (Sulut), dan La Ode Kaimoeddin (Sultra), dijadwalkan bertemu kembali di Manado, Kamis malam ini, untuk membahas agenda aksi. Kemudian, disusul pertemuan antara keempat gubernur beserta para tokoh formal dan informal, di Kecamatan Tentena (sekitar 280 kilometer dari Palu). Menurut Palaguna, untuk mengatasi masalah yang terjadi di Poso dan agar tidak merembes ke propinsi lain, perlu dilakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh formal dan informal dari keempat propinsi di Sulawesi. Sementara itu, aparat pemda harus berfungsi kembali. Langkah selanjutnya adalah secara bersama- sama melakukan rehabilitasi, termasuk bersama TNI dan Polri. "Kami berharap dari pertemuan demi pertemuan yang dilakukan, masalah Poso terutama masalah pemulangan pengungsi akan cepat teratasi. Kami tidak ingin penanganan masalah Poso seperti penanganan kasus Maluku. Pokoknya masalah ini harus bisa kami selesaikan bersama-sama," ujar Palaguna saat menerima Athan Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph H Daves. Dalam kesempatan itu Daves banyak bertanya mengenai situasi keamanan di Poso, termasuk akar permasalahannya. Selain itu, dia juga menanyakan berbagai hal tentang pengungsi termasuk kemungkinan timbulnya konflik baru di tempat pengungsian. "Masalah Poso dan Maluku lebih bersifat religius dan kultural, karena itu penanganannya tidak mudah. Masalahnya, kalau sudah menyangkut religi itu akan sangat mengakar dan melekat. Penanganannya pun harus memakai pendekatan religius dan kultural. Tentang pengungsi, itulah yang kami upayakan saat ini yakni memulangkan mereka sekaligus membantu rehabilitasi akibat kerusuhan itu," ujar Palaguna. (ren/lam) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jul 2000 jam 10:53:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
