----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diduga Keracunan Rokok, Warga Banda Aceh Tewas

BANDA ACEH - Seorang warga Desa Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh
bernama Baharuddin (40) meninggal di RS Malahayati, sekitar pukul 10.00
kemarin setelah dirawat beberapa saat akibat keluhan sakit seusai mengisap
rokok kretek Dji Sam Soe.
Menurut keterangan yang diperoleh Serambi dari berbagai sumber, musibah yang
dialami Baharuddin berawal di sebuah kedai kopi Jalan Cut Meutia (depan
Kanwil BRI Aceh). Ketika Baharuddin mengisap rokok merek Dji Sam Soe
mendadak terasa sakit di bagian uluhatinya. Menyusul kemudian terasa pening
dan muntah-muntah. Ia sempat terlihat meminum susu sebagai antisipasi. Namun
upaya itu tidak membantu. Beberapa warga yang berada di warung tersebut
secepatnya memboyong korban ke RS Malahayati.
Dr Darma yang bertugas di RS Malahayati ketika dihubungi Serambi tadi malam
membenarkan bahwa pagi kemarin pihaknya sempat merawat seorang pasien
bernama Baharuddin, warga Peuniti Banda Aceh yang terindikasi keracunan
rokok. Namun menurut dr Darma, sekitar pukul 10.00, Kamis (3/8) -- ketika
masih dalam perawatan medis -- korban meninggal dunia.
Masih menurut dr Darma, ketika korban tiba di UGD RS Malahayati, kondisinya
sangat lemah, pucat, dan muntah-muntah. Setelah diinfus dan dibantu dengan
alat pernafasan, kondisinya membaik dan ditempatkan ke ruang rawat.
Akan tetapi, setelah beberapa saat di ruang rawat, mendadak korban
muntah-muntah lagi, dan nafasnya sesak. Tindakan medis kembali dilakukan
secara intensif. "Namun Tuhan berkehendak lain. Ia menghembuskan nafas
terakhir ketika tim medis sedang berupaya secara maksimal," ujar dr Darma.
Saat itu juga jenazah Baharuddin dibawa pulang oleh keluarganya.
Menurut laporan yang diterima dr Darma, keluhan sakit, pening dan
muntah-muntah dirasakan korban ketika mengisap rokok kretek merek Dji Sam
Soe di sebuah warung kopi kawasan Jalan Cut Meutia.
Kemungkinan, kata Darma, racun yang masuk ke tubuh korban sudah sangat
banyak, sehingga daya tahan tubuhnya anjlok secara drastis. Namun, hingga
tadi malam belum diketahui secara pasti jenis racun yang menyebabkan
kematian korban. "Perlu penelitian laboratorium untuk mengetahui jenis
racunnya," kata dr Darma.
Bertambah
Sejak tiga hari terakhir, korban keracunan akibat rokok dan makanan di Banda
Aceh dan sekitarnya terus bertambah. Setidaknya, dalam tiga hari terakhir
ada delapan warga terpaksa diboyong ke RSU Zaionel Abidin untuk mendapatkan
perawatan medis.
Sumber-sumber medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Zainoel Abidin
kepada Serambi kemarin mengatakan, mereka yang mengalami keracunan
kondisinya lemah, muntah-muntah, pening, dan sesak nafas. Tapi, setelah
pernafasan dibantu dengan oksigen, keadaan korban berangsur membaik, dan
diizinkan pulang.
Menurut catatan pihak IGD RSU Zainoel Abidin, korban yang sempat tumbang
karena terindikasi keracunan rokok pada hari Selasa (1/8) adalah Fauzi (28)
warga Garot, Zakaria (50) warga Kampung Mulia, Darmawan (25) warga Jalan T
Cut Ali, dan Samino (25) warga Kampung Mulia. Keempat korban yang dirawat
pada hari Selasa itu dilaporkan mengisap Dji Sam Soe, Sampoerna, dan
Commodore.
Keesokan harinya, Rabu (2/8) pihak IGD RSU Zainoel Abidin kembali menerima
pasien keracunan rokok yaitu Rusli (20) warga Desa Lambaro. Pemuda tersebut
mengalami kelainan setelah mengisap Djie Sam Soe. Sedangkan kemarin, yang
jadi korban adalah Azhar (27) sopir labi-labi jurusan Montasik-Pasar Aceh.
Ia diboyong rekan- rekannya ke rumah sakit karena muntah-muntah setelah
mengisap rokok Gudang Garam Filter.
Selain yang diindikasi keracunan rokok, pihak IGD RSU Zainoel Abidin juga
merawat Safrida (35) warga Jambo Tape yang diduga keracunan setelah
mengkonsumsi tahu goreng. Selain itu, Saibatun (32) penduduk Kampung Keramat
yang terindikasi keracunan tape.(n/i)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Aug 2000 jam 08:19:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke