----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

KONGRES MUJAHIDIN MENUJU PAKTA PERTAHANAN BERSAMA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

MENYATUKAN VISI DAN MISI

Visi untuk membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan
perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha
Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non
muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat,
yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan
adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

KONGRES MUJAHIDIN WADAH UNTUK MENDUKUNG BERLAKUNYA SYARIAT ISLAM

Insya Allah, pada tanggal 5-7 Agustus 2000 M / 5-7 Jumadil Ula 1421 H
akan dilaksanakan Kongres Mujahidin I di Yogyakarta yang merupakan wadah
tempat bermusyawarahnya kaum muslimin yang peduli dengan perjuangan
menegakkan syari'ah Islam, baik ia menempatkan dirinya di dalam atau di
luar kongres dengan tujuan untuk menyatukan visi dan misi di antara
sesama Mujahidin Abad 21 dengan membangun satu kesatuan shaf yang
kokoh-kuat (lokal, regional, dan internasional) serta berusaha untuk
mewujudkan kepemimpinan ummat yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam,
intelektual muslim, Ormas, Parpol, serta Harakah Islam yang mendukung
berlakunya Syariat Islam dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan
negara.(Buletin Kongres Mujahidin I INDONESIA di Yogyakarta PENEGAKAN
SYARI'AH ISLAM DI INDONESIA)

SEWAKTU MENUJU PAKTA PERTAHANAN BERSAMA

Mencontoh dari apa yang telah ditunjukkan Rasulullah saw sebelum
diadakannya perjanjian pertahanan bersama di Yatsrib yang melahirkan
Undang Undang Madinah sebagai konstitusi Daulah Islam Rasulullah, maka
langkah-langkah awal yang telah ditempuh Rasulullah saw yang perlu
dijadikan sebagai sumber pegangan dan tempat untuk berpijak guna
tegaknya syariat Islam di bumi ini. Dimana langkah-langkah awal
Rasulullah itu adalah pembinaan aqidah.

Dalam pembinaan aqidah ini, Rasulullah melakukannya semasa masih di
Mekkah, setelah menerima perintah "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmu yang teramat mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (Al 'Alaq: 1-5).  "Hai orang
yang berselimut: Bangunlah dan berilah peringatan. Besarkanlah Tuhanmu,
bersihkanlah pakaianmu, jauhilah perbuatan ma'siat, janganlah kamu
memberi, karena hendak memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu
bersabar untuk memenuhi perintah Tuhanmu" (Al-Muddatstsir: 1-7). "Maka
jalankanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari
orang-orang musyrik"(Al-Hijr: 94). "Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu yang terdekat"(Asy-syu'ra: 214).

Penjabaran untuk di negara pancasila sekarang ini adalah mulai dengan
pembinaan aqidah baik melalui pendidikan formal dan informal untuk diri,
keluarga (istri, anak), tetangga, masyarakat sekitar, organisasi,
lembaga kemasyarakatan, partai, pemerintahan. Dilanjutkan dari hasil
pembinaan aqidah ini dengan memberikan contoh kepada anak, istri,
tetangga, masyarakat sekitar dan lingkungan yang lebih luas. Berusaha
untuk berdiri diatas kaki sendiri dengan bekerja semampunya untuk
memberikan penghidupan kepada diri dan keluarga. menjaga dan berusaha
semampunya untuk bertindak sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah.

Kemudian dalam memberikan penerangan mengenai Islam harus secara
terang-terangan baik melalui cara diskusi, ceramah, tukar pikiran,
seminar, perdebatan dan yang paling penting dalam pemberian penerangan
mengenai Islam ini, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah adalah
tidak melibatkan diri dalam lingkungan kekuasaan penguasa yang menentang
kepada Islam.

Yang menjadi persoalan di negara pancasila sekarang ini adalah bagaimana
dengan penguasa Gus Dur-Mega yang memang mereka adalah muslim dan tidak
langsung menentang Islam dan memusuhi kaum muslimin?

Tentu saja, yang ditentang disini adalah idea, pemikiran, konsepsi yang
dipakai oleh penguasa Gus Dur-Mega sekarang. Misalnya idea, faham,
pemikiran, konsepsi nasionalisme, kebangsaan dan pancasila, itu yang
perlu ditentang dan diluruskan.

Selanjutnya adalah pembinaan jamaah, sebagaimana yang telah dicontohkan
oleh Rasulullah mengadakan pembentukan jamaah disuatu tempat yang
dikenal dengan nama Aqabah sehingga lahirlah apa yang disebut dengan
ikrar Aqabah pertama (yang diikuti oleh suku Aus dan Khazraj ). Kemudian
disusul dengan ikrar Aqabah kedua.

Penjabaran dari ikrar Aqabah ini apabila diterapkan dan dilaksanakan di
negara pancasila sekarang ini adalah dengan mulai mengadakan
konsolidasi, kerjasama, persatuan diantara golongan, organisasi,
partai-partai yang ada hubungannya dengan Islam untuk sama-sama
membicarakan strategi dan siasat baru dalam menghadapi masa depan Islam
yang mampu menjawab tantangan kehidupan di masa depan.

Selama kaum muslimin masih percaya kepada Allah, Kitab-KitabNya dan
Rasul-RasulNya, maka selama itu masih bisa diusahakan untuk bersatu dan
melahirkan pakta pertahanan bersama, sebagaimana yang telah dicontohkan
Rasulullah.

Disinilah saya melihat Kongres Mujahidin I di Yogyakarta ini bisa
dijadikan sebagai suatu wadah untuk merealisasikan apa yang telah
dicontohkan Rasulullah dengan ikrar Aqabah pertama dan  ikrar Aqabah
kedua (yang diikuti oleh suku Aus dan Khazraj ) sebelum sampai kepada
apa yang telah dicontohkan Rasulullah dengan hijrahnya dan pembuatan
pakta pertahanan bersamanya di Yatsrib.

Karena menurut pemikiran saya yang menjadikan bumerang perpecahan
diantara kaum muslimin adalah bukan karena masalah perbedaan kepercayaan
kepada Allah, Kitab-KitabNya dan Rasul-RasulNya, melainkan karena adanya
perbedaan pandangan, pikiran, metode, tujuan dalam masalah politik,
kekuasaan, pemerintahan dan negara. Yang kesemua perbedaan-perbedaan
tersebut bukanlah masalah yang sangat prinsipil, melainkan
masalah-masalah yang masih bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah dan
tukar pikiran yang sehat serta penuh dengan kebijaksanaan.

Dengan dasar tersebut diatas, maka saya yakin bahwa pertentangan
diantara kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, partai-partai yang
perjuangannya melibatkan Islam masih bisa diselamatkan dan diadakan
dialog serta kerjasama yang baik. Organisasi-organisasi Islam yang ada
di Indonesia diusahakan untuk mulai mengadakan suatu usaha dalam bentuk
lingkaran, agar bisa mencapai kesamaan tujuan bersama dalam menerapkan
apa yang telah diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya
Muhammad saw.

Apabila usaha menyatukan seluruh komponen kekuatan kaum muslimin yang
ada sekarang berhasil, maka saya yaqin apa yang telah dicontohkan
Rasulullah akan terlaksana di dunia yang di mulai dari dunia sebelah
timur, yaitu dari wilayah Indonesia.

Kemudian jadilah wilayah Indonesia sebagai tempat hijrah, sebagaimana
yang telah dicontohkan Rasulullah setelah menerima perintah  "...Dan
orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang
semuanya berdo'a: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini
(Mekah) yang zhalim penduduknya..." (An-Nisa: 75).

Wassalam.
Ahmad Sudirman

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Aug 2000 jam 10:14:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke