---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, 25 Agustus 2000 TNI Mendukung Kabinet Baru JAKARTA (Media): Di tengah kemasygulan berbagai kalangan, Panglima TNI Laksamana Widodo AS menegaskan seluruh jajaran TNI mendukung kabinet baru dan mengharapkan para menteri terpilih mampu mengatasi krisis multidimensi. "Selain itu, bagi TNI, siapa pun yang diangkat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) akan dijalin kerja sama yang erat dan baik. Panglima TNI akan selalu melakukan koordinasi dengan Menhan Mahfud MD," kata Widodo AS, kemarin. Searah dengan semangat yang ingin dimunculkan Widodo, Wakil Sekjen DPP PPP Bachtiar Chamsyah meminta agar hujatan terhadap kabinet baru dihentikan. "Saya kira tidak jujur jika saat ini kita telah menilai kabinet baru itu tidak bisa bekerja. Kita harus optimis bahwa pilihan Presiden itu positif bagi bangsa dan negara," katanya. Optimisme serupa muncul dari Ketua LAN Mustopadidjaja. "Tetapi kabinet ini harus bekerja keras, apalagi partai pemenang pemilu akan menempatkan diri sebagai oposan. Saya yakin jika tim ini kompak, maka hal itu bisa diatasi," ujarnya. Sebaliknya, praktisi sosial-politik AM Fatwa, Hatta Radjasa, dan Jumhur Hidayat yang dihubungi secara terpisah, kemarin, ragu kabinet baru bisa memperbaiki kinerja manajemen pemerintahan Gus Dur. Menurut Ketua DPP PAN AM Fatwa, salah satu kelemahan dari kabinet baru itu adalah tipisnya dukungan dari partai politik. "Dukungan politiknya sangat lemah. Mungkin hanya mendapat dukungan dari partainya Gus Dur (PKB)," katanya. Dalam bahasa yang lebih lugas, Sekjen PAN Hatta Radjasa mengatakan kabinet 26 menteri ini tidak lebih baik dibanding dengan Kabinet Persatuan Nasional. "Silakan saja terus berlanjut, kita tidak mau ikut campur. Kita akan nilai kinerjanya, jika baik kita dukung, kalau tidak kita kritisi," ujarnya. Peneliti Cides Jumhur Hidayat memperkirakan kabinet baru ini hanya akan bertahan enam bulan. Pasalnya, anggota kabinet baru itu tidak kredibel dan tidak memiliki legitimasi yang memadai. "Personalianya kurang murakabi (mumpuni)," tegasnya. Sementara itu, tokoh PDI Perjuangan Sabam Sirait, Roy BB Janis, dan Soetjipto bersikap lebih tenang. Walau mereka merasa agak kecewa dengan personalia kabinet tanpa nama itu, namun tidak mau memberikan komentar lebih jauh. "Saya tidak mau komentar dulu, nanti setelah ada rapat dan setelah ada penjelasan resmi dari Ibu Mega baru kita berkomentar," kata Roy BB Djanis. Ketika ditanya apakah partainya merasa disingkirkan, Soetjipto mengatakan tidak. "Bukan disingkirkan. Untuk menjamin kelanggengan dia (Gus Dur) perlu mengambil langkah-langkah khusus seperti itu. Dari awal kita tidak yakin akan dilibatkan," katanya.(CR-15/LP-2/LP-3/Bay/Win/Man/P-3) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Aug 2000 jam 08:05:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
