---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 19 September 2000 MENLU: RI SIAP BEKERJASAMA DENGAN PBB TANGANI KASUS ATAMBUA New York, 19/9 (ANTARA) - Menlu Alwi Shihab mengatakan bahwa Indonesia senantiasa bersedia bekerjasama dengan masyarakat internasional, termasuk PBB dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa dalam proses pemantapan demokrasi, termasuk penanganan kasus Atambua. "Untuk itu, Indonesia meminta dan mengharapkan pengertian masyarakat internasional, dan selanjutnya memberi kesempatan kepada pemerintah dan bangsa Indonesia untuk bekerja sebaik- baiknya, khususnya dalam penanganan masalah Atambua," katanya dalam pertemuan dengan para Menlu dari negara Asia Timur dan Pasifik di Hotel Waldorf Astoria, New York, Senin. Di antara sejumlah menteri yang hadir termasuk Menlu Korea Selatan dan Menlu Korea Utara. Acaranya sendiri atas undangan Menlu AS Madeleine Albright. Menlu Alwi Shihab memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan posisi pemerintah Indonesia mengenai kasus Atambua yang menewaskan tiga personil PBB pada 6 September lalu. Atas penjelasan itu, para Menlu yang hadir memahami sepenuhnya sikap yang telah ditempuh oleh pemerintah dan menyambut baik langkah-langkah yang akan diambil oleh Indonesia. Menurut Menlu Shihab, pemerintah Indonesia berketetapan hati untuk menyelesaikan masalah tersebut secara tuntas. Sejumlah langkah telah diambil dan dilaksanakan untuk menyelesaikan kasus Atambua, antara lain Menkosospolkam Susilo Bambang Yudoyono telah mengadakan pertemuan dengan para pimpinan UNTAET, CNRT dan UNTAS di Denpasar pada 14 September lalu. Pemerintah Indonesia juga mengirim Utusan Khusus Presiden RI ke PBB pada hari Selasa (19/9) guna menjelaskan situasi di lapangan, termasuk langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah RI dalam menangani masalah tersebut. Bambang Yudhoyono, selaku Utusan Khusus Presiden RI, mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan hari Selasa siang begitu tiba di New York sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Oleh karena itu, lanjut Menlu Shihab, keputusan DK-PBB untuk mengirim misi ke Indonesia pada saat ini dinilai tidak perlu, karena akan mengakibatkan konsekuensi yang tidak menguntungkan. Selain itu akan mengundang reaksi eksesif yang hanya akan mengalihkan opini publik dan perhatian masyarakat luas dari pokok permasalahan yang sebenarnya yakni kasus Atambua ke masalah baru, yaitu suatu bentuk campur tangan asing terhadap urusan dalam negeri suatu negara anggota PBB yang berdaulat penuh. Namun demikian, lanjutnya, Indonesia senantiasa bersedia bekerjasama dengan masyarakat internasional termasuk PBB dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini. Bertemu Downer Pada hari yang sama Menlu Alwi Shihab juga mengadakan serangkaian pertemuan dengan para Menlu negara sahabat, antara lain Menlu Australia Alexander Downer. Dalam pertemuan tersebut, baik Downer maupun Shihab, sepakat bahwa pertemuan-pertemuan penting seperti CGI perlu tetap dilanjutkan tanpa terpengaruh oleh peristiwa seperti insiden Atambua. Downer mengatakan Indonesia sudah menyatakan komitmennya untuk membubarkan milisia berikut mengosongkan kamp-kamp pengungsi NTT. Sekalipun demikian, ia menekankan, pihaknya ingin melihat tindakan Indonesia, bukan hanya janji. (U.LNY01/B/RND01/19/09/:0 11:04) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Sep 2000 jam 06:26:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
