Motor Tidak Mulia, Tak Perlu Jalur Khusus
*Nograhany Widhi K* - detikNews

*(Foto: dok detikcom) *
 *Jakarta* - Sepeda motor tidak perlu jalur khusus. Karena kendaraan beroda
dua ini dinilai sarat risiko dan 'egois'.

"Lajur khusus sepeda motor, apakah mereka perlu dimuliakan? Sepeda motor itu
membawa masalah. Kalau angkutan kota atau bus dibuatkan jalur khusus karena
dia membawa solusi," ujar Koordinator Forum Keselamatan Masyarakat
Transportasi Indonesia (MTI) Heru Sutomo kepada *detikcom*, Jumat
(13/2/2009).

Menurutnya, pemberian lajur khusus bus seperti busway, karena kendaraan itu
bersifat mulia. Karena mengangkut banyak orang, bersih lingkungan dan hemat
energi. Karena itulah bus diberi penghargaan khusus karena mengutamakan
kepentingan umum dan lebih menguntungkan.

"Kalau sepeda motor okelah masyarakat kecil bisa terima manfaat. Tapi itu
jadi macet, korban kecelakaan yang luar bisa mahalnya, polusi yang tidak
kecil dari dia, sebetulnya sepeda motor is a problem," ujarnya.

Sepeda motor, menurut dia, juga kendaraan yang tidak terproteksi dibanding
mobil, bila ada kecelakaan. Kendaraan ini juga dinilai bersifat egois
dibanding sepeda.

"Kalau ditambah jalan, tambah kenceng jalannya. Sepeda motor semua, jadi
sirkuit nanti. Itu malah mencelakakan mereka. Begitu lepas dari macet
langsung memacu kecepatan tinggi. Kalau sepeda kan bisa bertegur sapa, lebih
manusiawi," ujar dia.

Heru lebih mendukung jika ada lajur khusus sepeda karena sifat sepeda itu
ramah lingkungan dan sehat. Seperti di bicycle track di 7 kampus di
Yogyakarta atau seperti kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok.

"Jakarta juga bisa. Seperti di Thamrin, diletakkan di atas trotoar, maksimal
butuh 1,5 meter jalur sepeda," ujarnya.

Jadi sepeda motor pun tidak perlu jalur khusus. "Cukup jalur lambat saja,"
tutur Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada
(UGM) ini.* (nwk/nrl)*

Kirim email ke