mungkin itu PR besar bwt pemerintah pusat dan daerah......................
intinya bikin transportasi umum yg berkualitas, aman, nyaman, dan terjangkau di 
semua jalur.........
dan pembatasan umur pakai kendaraan itu sendiri............. pajak kendaraan 
motor dinaikkan ...... dan DP2 untuk pembelian kendaraan bermotor dinaikan jg  
sehingga masyarakat umum beralih ke transportasi umum 
(dgn catatan transportasi tsb sudah di aplikasikan terlebih dahulu di 
lapangan..............)

klo nggak yaaa itu namanya "lingkaran setan" jalanan macet solusi di perlebar 
dan di perpanjang............. akibatnya banyak kendaraan bermotor yg mulai 
bertebaran lagi dijalanan dan kembali solusi yg diberikan adalah pelebaran 
jalan dan diperpanjang lagi.......... terus dan terus hingga kota2 kita jadi 
hutan jalan...........(kalah sama tower2 operator selullar........kekekekek)



Dagienk
KHCC#143
http://khcc.or.id
http://dagienkzzz.multiply.com





________________________________
Dari: [ andry ] <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 13 Februari, 2009 14:21:56
Topik: Re: [karisma_honda] ada yang punya pendapat tentang artikel  berikut...?


Agree.
Kalaupun sampai dibuat jalur khusus motor, bayangkan betapa besar potensi 
bahaya dari saling salip dan menikung antar kendaraan.
Tidak perlu jalur khusus karena semakin berbahaya, efek domino nya satu stang 
kena semua ikutan kena. Kecelakaan massal.
Cukup stop atau batasi produksi motor, misal hanya 50 unit sebulan. Solusi nya 
apa ? Wah itu dia .... ga tau gue .. maksimalisasi hukum jalan raya deh.




Rgds.




2009/2/13 fajar fajar <fajar.bumen@ gmail.com>

Motor Tidak Mulia, Tak Perlu Jalur Khusus
Nograhany Widhi K - detikNews
 

(Foto: dok detikcom) Jakarta - Sepeda motor tidak perlu jalur khusus. Karena 
kendaraan beroda dua ini dinilai sarat risiko dan 'egois'.

"Lajur khusus sepeda motor, apakah mereka perlu dimuliakan? Sepeda motor itu 
membawa masalah. Kalau angkutan kota atau bus dibuatkan jalur khusus karena dia 
membawa solusi," ujar Koordinator Forum Keselamatan Masyarakat Transportasi 
Indonesia (MTI) Heru Sutomo kepada detikcom, Jumat (13/2/2009).

Menurutnya, pemberian lajur khusus bus seperti busway, karena kendaraan itu 
bersifat mulia. Karena mengangkut banyak orang, bersih lingkungan dan hemat 
energi. Karena itulah bus diberi penghargaan khusus karena mengutamakan 
kepentingan umum dan lebih menguntungkan.

"Kalau sepeda motor okelah masyarakat kecil bisa terima manfaat. Tapi itu jadi 
macet, korban kecelakaan yang luar bisa mahalnya, polusi yang tidak kecil dari 
dia, sebetulnya sepeda motor is a problem," ujarnya. 

Sepeda motor, menurut dia, juga kendaraan yang tidak terproteksi dibanding 
mobil, bila ada kecelakaan. Kendaraan ini juga dinilai bersifat egois dibanding 
sepeda.

"Kalau ditambah jalan, tambah kenceng jalannya. Sepeda motor semua, jadi 
sirkuit nanti. Itu malah mencelakakan mereka. Begitu lepas dari macet langsung 
memacu kecepatan tinggi. Kalau sepeda kan bisa bertegur sapa, lebih manusiawi," 
ujar dia.

Heru lebih mendukung jika ada lajur khusus sepeda karena sifat sepeda itu ramah 
lingkungan dan sehat. Seperti di bicycle track di 7 kampus di Yogyakarta atau 
seperti kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok.

"Jakarta juga bisa. Seperti di Thamrin, diletakkan di atas trotoar, maksimal 
butuh 1,5 meter jalur sepeda," ujarnya.

Jadi sepeda motor pun tidak perlu jalur khusus. "Cukup jalur lambat saja," 
tutur Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada 
(UGM) ini.(nwk/nrl) 


-- 
------------ --------- --------- --------- -------
http://www.jalanray a.net/
http://www.andryber lianto.co. cc/
------------ --------- --------- --------- -------

   


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke