- Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono mengatakan pembuatan jalur khusus motor bisa dibuat jika memang cara untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Namun, sebelumnya pengkajian harus dilakukan termasuk pengguna non motor.
"Kalau jalur khusus ide yang bagus, bisa dikaji dan di ujicoba," kata Wahyono di Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (13/2). Wahyono mengatakan, lalu lintas Jakarta memang identik dengan kepadatan sehingga perlu dicari jalan keluar yang efektif. Tidak saja untuk motor tetapi pengguna kendaraan yang lain. Selain itu, traffic board yang ada di TMC Polda Metro Jaya juga memberi masukan terhadap kebijakan lalu-lintas. Dari sana terlihat, mana yang harus dibenahi dan perlu ditingkatkan termasuk perlu tidaknya jalur khusus motor dibuat."Masalah dibuatnya jalur tidak bisa sendiri, sebab terkait lintas departemen salah satunya Departemen Pekerjaan Umum," tambah Wahyono Regards, Hendra.K ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [ andry ] Sent: Friday, February 13, 2009 2:22 PM To: [email protected] Subject: Re: [karisma_honda] ada yang punya pendapat tentang artikel berikut...? Agree. Kalaupun sampai dibuat jalur khusus motor, bayangkan betapa besar potensi bahaya dari saling salip dan menikung antar kendaraan. Tidak perlu jalur khusus karena semakin berbahaya, efek domino nya satu stang kena semua ikutan kena. Kecelakaan massal. Cukup stop atau batasi produksi motor, misal hanya 50 unit sebulan. Solusi nya apa ? Wah itu dia .... ga tau gue .. maksimalisasi hukum jalan raya deh. Rgds. 2009/2/13 fajar fajar <[email protected] <mailto:[email protected]> > Motor Tidak Mulia, Tak Perlu Jalur Khusus Nograhany Widhi K - detikNews <http://www.detiknews.com/images/content/2009/02/13/10/motorDLM.jpg> (Foto: dok detikcom) Jakarta - Sepeda motor tidak perlu jalur khusus. Karena kendaraan beroda dua ini dinilai sarat risiko dan 'egois'. "Lajur khusus sepeda motor, apakah mereka perlu dimuliakan? Sepeda motor itu membawa masalah. Kalau angkutan kota atau bus dibuatkan jalur khusus karena dia membawa solusi," ujar Koordinator Forum Keselamatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Heru Sutomo kepada detikcom, Jumat (13/2/2009). Menurutnya, pemberian lajur khusus bus seperti busway, karena kendaraan itu bersifat mulia. Karena mengangkut banyak orang, bersih lingkungan dan hemat energi. Karena itulah bus diberi penghargaan khusus karena mengutamakan kepentingan umum dan lebih menguntungkan. "Kalau sepeda motor okelah masyarakat kecil bisa terima manfaat. Tapi itu jadi macet, korban kecelakaan yang luar bisa mahalnya, polusi yang tidak kecil dari dia, sebetulnya sepeda motor is a problem," ujarnya. Sepeda motor, menurut dia, juga kendaraan yang tidak terproteksi dibanding mobil, bila ada kecelakaan. Kendaraan ini juga dinilai bersifat egois dibanding sepeda. "Kalau ditambah jalan, tambah kenceng jalannya. Sepeda motor semua, jadi sirkuit nanti. Itu malah mencelakakan mereka. Begitu lepas dari macet langsung memacu kecepatan tinggi. Kalau sepeda kan bisa bertegur sapa, lebih manusiawi," ujar dia. Heru lebih mendukung jika ada lajur khusus sepeda karena sifat sepeda itu ramah lingkungan dan sehat. Seperti di bicycle track di 7 kampus di Yogyakarta atau seperti kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok. "Jakarta juga bisa. Seperti di Thamrin, diletakkan di atas trotoar, maksimal butuh 1,5 meter jalur sepeda," ujarnya. Jadi sepeda motor pun tidak perlu jalur khusus. "Cukup jalur lambat saja," tutur Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. (nwk/nrl) -- ---------------------------------------------- http://www.jalanraya.net/ <http://www.jalanraya.net/> http://www.andryberlianto.co.cc/ <http://www.andryberlianto.co.cc/> ----------------------------------------------

