mudah2an seh, antara waktu 14hr - 55hr ada komunikasi antara kedua belah
pihak.
(walo gak harus ketemu secara langsung).
kalo bener2 gak ada komunikasi, ya repot juga!
IMHO




2010/2/2 gandhi kurniawan <[email protected]>

kronologisnya seperti ini bro :
speedometer karisma saya sudah mentok di angka 99.999,9 km sekitar bulan
november 2009.

tgl 9 desember 2009 saya bawa si bohay ke wahana gunung sahari dengan
harapan mendapatkan pengganti spare part untuk speedo meter tersebut, tapi
ternyata stok sedang kosong dan dijanjikan 14 hari kerja atau kurang barang
sudah tersedia.

saya tanya untuk memastikan seandainya saya datang setelah 14 hari kerja
apakah spare part yang sudah ada tidak akan dipakai oleh customer lain, dan
dijawab oleh front desk bengkel bahwa barang tidak akan dioper/dipakai ke
customer lain karena otomatis sudah terdaftar atas nama honda karisma saya
berdasarkan nopol di STNK saya.

sehubungan dengan jadwal kerja yang lumayan padat, maka saya baru sempat
datang kembali pada hari ini (3 februari 2010) atau 56 hari kalender setelah
tanggal 9 desember dengan harapan spare part sudah tersedia dan tidak akan
dipakai untuk customer lain.

setelah melapor ke front desk bengkel dengan membawa surat klaim, front desk
menyarankan saya untuk ke bagian spare part.
setelah menyerahkan surat  klaim ke bagian spare part dengan entengnya si
mas2 tersebut bilang kalau barang sedang kosong (????) dan sudah terpakai.
alamakkk..!!!
dan saya diharuskan datang kembali sekitar 1 minggu kemudian.
singkat cerita saya sampaikan mas2 tersebut kalau hari ini tidak ada spare
part milik karisma saya maka motor akan saya tinggalkan di bengkel sampai
spare part tersebut terpasang.
akhirnya diusahakanlah oleh mereka untuk mencari spare part speedometer
tersebut.

alhamdulillah, sekitar pukul 14.00 honda karisma saya sudah memiliki
perangkat speedometer yang anyar.

walaupun masih ada rasa kecewa atas pelayanan wahana gunung sahari tapi saya
sampaikan terima kasih atas perhatian front desk dan CSS, bro Risdianto (
cmiiw), bro Shakti serta bro Luthfy.

semoga kejadian ini tidak terulang lagi ke depannya dan menjadi perhatian
manajemen wahana gunung sahari.

regards,

Gandhi Kurniawan
KHCC 128

Kirim email ke