Saya barusan baca blog di koperasinya mas Agus
http://agrobisnissukajaya.blogspot.com/ menarik juga artikel tentang pupuk
organik...soalnya membaca berita di Kompas kemaren direncanakan beberapa tahun
lagi pemerintah akan mengganti pupuk non organik menjadi pupuk organik. Nah
sangat menarik, dulu pengalaman saya pas KKN bersama2 teman2 dari Kedokteran
Hewan UGM juga pernah mempraktekkan pembuatan pupuk organik dengan bantuan
akselerator seperti Nopkor, Gama 95 made in FKH sendiri. Sangat murah meriah
dengan hasil pupuk yang melimpah.
Kalau boleh saya sendiri lebih menyarankan kalau misalkan kotoran yang di buat
1 ton seperti yang ada di blog koperasi Agrobisnis Sukajaya, saya lebih
cenderung untuk diproses secara alami dalam digester Biogas, karena selain juga
ada hasil energi (biogasnya) yang bisa dimanfaatkan untuk memasak dsb.nya,
karena perhitungan ilmiahnya asupan 30 kg kotoran ternak setiap hari bisa
menghasilkan 1200 liter gas atau cukup untuk kebutuhan masak sehari2..selain
itu cairan yang keluaran dari biogas komposisi kimianya akan lebih baik untuk
pupuk dari pada pupuk organik yang dibuat dalam bentuk padatan. Selain itu saya
dengar nilai ekonomis pupuk orgaik cair lebih mahal dari pada pupuk organik
padatan.
Semoga bermanfaat,
Salam,
Ery Wijaya
__________________________________________________________
Not happy with your email address?.
Get the one you really want - millions of new email addresses available now at
Yahoo! http://uk.docs.yahoo.com/ymail/new.html