--> bagaimanapun, orang ngantuk harus dibangunkan. sebelum dia tertidur. 
apalagi hal itu memang penting, dan orang tersebut harus segera bangun.

---> bikin bingung aja ya aq ngomong ;-) 



--- On Sun, 8/17/08, Asrofi sm <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Asrofi sm <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kendal-online] Membangunkan Sopir Ngantuk
To: [email protected]
Date: Sunday, August 17, 2008, 12:44 AM

    
            trus kalo mertua ngantuk kita apain ya mas?
kayaknya hanya boleh membiarkan mengantuk dan justru itu yang ditunggu.... 
ngobrol mesra sama nakanya.... gegegeggee.. ..
 
maaf ga sopan.
 
asrofi
www.sentraproperty. com
 


--- On Fri, 8/15/08, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> wrote:

From: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com>
Subject: [kendal-online] Membangunkan Sopir Ngantuk
To: "Kendal Online" <kendal-online@ yahoogroups. com>
Date: Friday, August 15, 2008, 10:48 PM




Membangunkan Sopir Ngantuk
------------ --------- --------- --------- -- 

Niat
ingsun mau menuju bandara Soeta (Soekarno-Hatta) naik taksi lalu
meninggal tidur sopirnya. Maka begitu nyingklak taksi, segera
mengomando sopirnya : "Ke bandara, pak", dan lalu duduk santai. Pak
sopir yang kelihatan sudah cukup tua, saya taksir umurnya 60an tahun,
dengan lincahnya segera masuk ke jalan tol. Siang hari jalan menuju
bandara masih relatif sepi, tidak kemruyuk seperti ketika hari beranjak
sore. Taksi pun melaju lancar.

Belum lama melaju di jalan tol
yang masih belum gegap-gempita, saya perhatikan gerak laju taksinya kok
rada mereng-mereng. Injakan gasnya memunculkan bunyi mesin yang tidak
konstan. Kendaraan lebih sering berada di atas marka pembagi lajur
jalan (bukannya di antara garis putih putus-putus) .

Tidak
biasanya sopir taksi memilih berada di lajur paling kiri dengan
kecepatan sedang-sedang saja (padahal jalanan lagi sepi dan longgar).
Gerak-gerik sopirnya terlihat gelisah, kaki kirinya (kaki yang kanan
tidak kelihatan) sering digoyang-goyang ke kiri dan ke kanan. Tangan
kirinya (tangan yang kanan juga tidak kelihatan) sebentar-sebentar
menggaruk kening yang sepertinya tidak gatal dan mengusap belakang
kepala yang sepertinya dari tadi tidak ada apa-apanya. Sesekali
berdehem, sengaja batuk dan melenguh seperti sapi.

Tidak
terlalu sulit untuk menyimpulkan bahwa pak sopir taksi sedang ngantuk
berat. "Wah, bahaya, nih", pikir saya. Terpaksa saya jadi ikut waspada
memperhatikan jalanan di depan. Niat untuk tidur di taksi saya
batalkan, sebab saya merasa sedang berada dalam situasi unsafe
condition. Sekali saja pak sopir mak thekluk..... , tersilap sedetik
saja karena ngantuknya, maka bahaya mengancam keselamatan taksi dan
penumpangnya. Gimana nih? Mau minta berhenti lalu ganti taksi di tengah
jalan tol kok ya gimana gitu loh.....

Maka saya putuskan untuk mengajak
 ngobrol sopirnya. Itulah yang kemudian saya lakukan.

"Pak...",
panggil saya memecah keheningan (sebenarnya ya tidak hening, wong deru
kendaraannya cukup bising). "Bapak kelihatannya capek sekali...", kata
saya.

"Iya pak, saya agak kurang tidur", jawab pak sopir.
"Kurang tidur kok agak. Ya tetap saja tidurnya kurang", kata saya tapi
dalam hati.

"Ngantuk ya pak?", tanya saya lagi berbasa-basi
memastikan, karena tujuan saya hanya untuk mengajak bicara (lha wong
sudah jelas ngantuk kok ditanya juga...)

Di luar dugaan saya,
pak sopirnya malah berkata jujur : "Iya pak, saya sendiri heran.
Mungkin cobaan saya, ya.....", sampai di sini saya masih belum ngerti
apa maksud perkataan pak sopir. Lalu, lanjutnya : "Kalau sedang tidak
narik penumpang, saya enak saja nyusup-nyusup jalan. Tapi kalau sedang
membawa penumpang rasanya sering sekali ngantuk".

"Waduh, gawat
nih", kata saya dalam hati. Lha, saat itu saya sedang jadi penumpang
yang ditarik pak sopir je..... Ini kejujuran yang jelas tidak pada
tempatnya. Ini adalah perilaku jujur yang tidak dianjurkan dan tidak
terpuji (yang mau memuji ya siapa.....). Jujur yang malah bikin takut.

Tiba-tiba
saya ingat kalau di dalam saku tas ransel saya ada tersimpan permen
"Davos". Permen "Davos" adalah permen jadul (jaman dulu) yang
bungkusnya berwarna biru tua dengan rasa peppermint yang tajam. Rasa
pedasnya sangat nyegrak, sehingga sering membuat pengulumnya rada
megap-megap. Tapi jangan heran kalau permen pedas ini masih banyak
penggemarnya.

Segera saya rogoh saku ransel, saya ambil
permennya, saya sobek bungkusnya, lalu saya tawarkan kepada pak sopir.
Agak malu-malu tapi mau juga pak sopir menerimanya. Akhirnya saya dan
pak sopir kompak mengulum permen "Davos" bersama-sama.

Entah
karena kepedasan ngemut permen, entah karena kemudian saya ajak
ngobrol, yang jelas kemudian pak sopir sudah tampak lebih sumringah,
tidak lagi ngantuk seperti tadi. Tampaknya pak sopir sudah lupa dengan
ngantuknya. (Aha... Ini dia. Tips baru untuk menghilangkan ngantuk,
yaitu berusahalah untuk melupakan ngantuknya. Cuma cilakaknya, cara
termudah untuk melupakan ngantuk, ya tidur.... Huh!).

Permen
pedas cap "Davos" berhasil menjadi pemecah kesuntukan yang dialami pak
sopir taksi. Menit-menit berikutnya suasana berubah menjadi obrolan di
dalam taksi. Obrolan yang makin asyik aja.... Apalagi kalau topiknya
adalah kisah "kepahlawanan" . Maksud saya adalah kisah nostalgia pada
jaman "perjuangan" episode kehidupan seseorang.

Bagi pak sopir
taksi, kisah itu adalah tentang pekerjaannya sepuluh tahun yang lalu
sebelum menjadi sopir taksi. Masa keemasan pak sopir ketika masih
menjadi koordinator Satpam di kawasan pertokoan Mangga Dua. Dengan
semangat empat-lima, pekerjaan hebatnya yang dulu itu diceritakannya
dengan runtut sampai ke detil-detilnya, hingga akhirnya beliau terpaksa
lengser keprabon saat terjadi kerusuhan Mei 1998. Dengan getir
dituturkannya bahwa beliau akhirnya di-PHK karena saat terjadi
kerusuhan rupanya banyak anak buahnya yang terbukti turut menjadi
aktivis. Maksudnya, turut aktif menjarah toko-toko yang seharusnya
menjadi tanggungjawabnya. 

*** 

Ada
dua pelajaran tidak terlalu penting tapi nyata. Pertama, tentang
membangunkan sopir ngantuk. Kedua, tentang "menjinakkan" orang tua agar
suka diajak bicara (tidak semua orang tua suka diajak cerita-cerita,
lho.....).

Untuk yang pertama, siapkanlah permen pedas. Semakin
pedas semakin baik, asal bukan permen rasa sambal.... Untuk yang kedua,
menggiring pembicaraan ke arah kisah "kepahlawanan" , "perjuangan" ,
"semangat empat-lima", atau pokoknya yang sejenis itulah.

Maka
bagi kawan-kawan muda yang sedang mencari calon mertua, ada baiknya
melakukan orientasi medan dan studi referensi tentang kisah
"kepahlawanan" dari kandidat mertua. Hanya satu hal sebaiknya jangan
dilakukan, yaitu ketika tahu sang kandidat mertua sudah ngantuk,
janganlah lalu disuruh ngemut permen pedas.....

Yogyakarta, 15 Agustus 2008
Yusuf Iskandar

http://yiskandar. wordpress. com
http://madurejo. wordpress. com




      
      

    
    

 
         
        
        








=======================================================================

Telah Dirilis, SISFOKOL (Sistem Informasi Sekolah) untuk SLTA v2.0 .

100% : OpenSource, FreeSoftware, Freedom .

.......................................................................

URL : http://sisfokol.wordpress.com/

=======================================================================

        


        
        


      

Kirim email ke